
Langkah amin terhenti saat melihat wajah putranya yang pucat terbaring di tempat tidur . Amin duduk di tepi ranjang , ia pegang kening putranya yang terasa panas .
"Min ." Bibi indah datang dengan obat obatan dan sirup juga sebaskom air dan kain . Amin segera meraih kain dan membasahinya dengan air . Setelah diperas sedikit kering ,amin meletak kain itu di dahi putranya untuk mengompres agar panas di tubuh putranya segera turun.
"Bibi indah sebenarnya apa yang terjadi ." tanya Amin kepada bibi indah .
Bibi indah ikut duduk di tepi ranjang sambil mengusap kaki Maxsim . Bibi indah menarik nafas dalam .
"Tadi sore saat bermain Maxsim masih baik baik saja , tapi saat malam pukul delapan ia terbangun dari tidurnya , tiba tiba badan nya sangat panas ." ucap bibi indah .
"Apa yang di lakukan Maxsim seharian ini ." tanya Amin masih tetap menatap wajah putranya .
"Kita tidak melakukan apa apa seharian ini . Hanya saja tadi di kontrakan ujung gang sana , ada pengontrak baru . Mereka pasangan suami istri seusia denganmu dan mereka mempunyai seorang putri seumuran Maxsim . Dan mereka sempat bermain sebentar ." Aminmasih diam mendengarkan cerita Bibi indah .
"Oh iya ." tiba tiba bi indah ingat sesuatu .
"sebelum kami pulang , maxsim dan gadis kecil itu sempat bermain air sebentar di dalam kolam kecil , apa mungkin Maxsim ...." Bibi indah tidak berani melanjutkan ucapan nya .rasa bersalah semakin kental di wajahnya .
Amin mengeryitkan alisnya mendengar cerita bibi indah . Tubuh Maxsim mempunyai tingkat imun yang sangat rendah ,dia tidak bisa berendam dalam air , jangan kan berendam bermain saja sudah tidak bisa . Setiap kali mandi dan keramas Amin harus segera cepat cepat mengeringkan badan dan rambutnya .
"Maafkan bibi ya Min . Maxsim jadi begini mungkin karena kelalaian bibi ." ucap bi indah .
Bibi indah menunduk kan wajahnya sambil minta maaf . Amin meraih kedua tangan bi indah sambil menggelengkan kepalanya .
__ADS_1
"Tidak bi , ini bukan kesalahan bibi ..aku yang salah , tidak memberi tau bibi tentang Maxsim . Maxsim mempunyai kekebalan badan yang sangat rendah , dia tidak boleh kelelahan , kepanasan atau kedinginan . Jadi ini bukan salah bibi , bibi tidak perlu minta maaf . Inilah alasan aku kembali lagi ke kota bi . Amin ingin bekerja mencari uang untuk biaya pengobatan Maxsim ." ucap Amin .
Bibi indah sangat terkejut mendengar cerita Amin . Semakin besar rasa bersalah pada dirinya .
"Mama , papa .." Hati Amin bagai di lempar oleh barang kasat mata yang tepat di hulu hatinya . Ini adalah pertama kalinya Maxsim memanggil nama papa . Amin segera menganti baju setelah melihat Maxsim yang meracau memanggil mama dan papanya , tapi matanya masih tetap tertutup
Amin berdiri dan menganti pakaian nya dan berbaring di samping Maxsim .
"Tidurlah sayang , mama di sampingmu ." ucap Amin sambil mengusap punggung putranya . Hati bibi indah benar benar sakit menyaksikan kejadian itu . Dirinya suami istri tapi Alloh tidak memberinya keturunan . Sementara amin seorang anak yatim piatu , tapi alloh memberinya cobaan yang begitu besar dan berat . Harus melahirkan di luar nikah , di mana keberadaan Ayah dari bayinya juga tidak di ketahui , cobaan tidak sampai di sini , putranya juga lahir tapi tidak sehat .
" Semoga sakitmu membawa berkah Nak . Bisa mempertemukan papa dan mamamu , dan kalian akan hidup bahagia ." do'a bibi indah dalam hati .
***
Banyak sekali yang harus Amin lakukan , tapi ia tetap bisa melakukan dengan sempurna . Setengah jam lagi rapat akan segera di mulai , dan semua telah ia selesaikan dengan benar . Amin berinisiatif untuk menghubungi asisten Haris bahwa semua telah siap. Tapi tiba tiba pandangan nya berkunang kunang dan badan nya terasa melayang .
Amin benar benar akan jatuh bila tidak berpegangan dengan sesuatu , tepat saat itu pintu ruangan untuk rapat terbuka , seorang pria berpakaian jas hitam masuk dengan rahang yang kokoh berjalan menghampirinya .
"Sakit ." tanya singkat padat dan jelas .
Perlahan Amin mengangkat wajahnya . Terlihat wajah sosok presdir yang tidak punya perasaan yang telah memberinya banyak pekerjaan dan tugas begitu banyak untuknya .
Walau pun menyiapkan rapat lebih awal adalah tugasnya , tapi ia ingat mengaudit laporan keuangan bukan lah tanggung jawabnya , dia harus pulang malam malam dan hujan hujanan , sampai rumah Maxsim demam dan ia harus menjaganya hingga larut malam
__ADS_1
Di tambah lagi ia harus mempelajari materi rapat . Lalu harus datang pagi pagi untuk menyiapkan ruangan untuk rapat , sebenarnya badan Amin benar benar tidak sanggup untuk melalui hari ini . Tapi dia sangat membutuhkan pekerjaan ini , jadi mau tidak mau ia harus melakukan nya sebaik mungkin .
"Tidak , saya baik baik saja ." ucap Amin sambil menegak kan badan nya . Tapi walau begitu wajah pucatnya tidak bisa lepas dari penglihatan King.
"Kamu kembalilah , tidak usah ikut rapat ." ucap King dengan suara pelan amin merasa dirinya salah dengar .
"Aku tidak salah dengarkah , tidak mungkin dia memintaku kembali ke saat rapat sebentar lagi akan di mulai , dan aku juga yang harus melakukan presentasikan ."?
"Letak kan saja berkasnya di meja , kamu kembali ke ruangan mu ." lanjut king .
Kali ini suara king sangat jelas tapi Amin masih belum bisa percaya dengan apa yang di ucapkan oleh bosnya .Amin yang masih diam membuat king mengeram kesal , diapun kembali berucap .
"Jangan banyak berpikir , aku hanya tidak mau rapat ini kacau hanya karena kesalahan satu orang ." jelas King .
Amin tidak bisa berkata apa apa , ia hanya bisa mengerucutkan bibirnya .harusnya ia tau kalau king tidak mungkin begitu baik dengan nya . Bosnya ini tidak lebih dari Tirani yang kejam .
Tapi selepas dari itu ia juga punya waktu untuk istirahat , ini juga hal yang baik untuknya .amin meninggalkan ruangan rapat dengan senyum kecil di sudut bibirnya . King yang melihat kepergian Amin juga merasakan ada perasaan lega .
Entah kenapa , ketika melihat wajah amin yang pucat , ia tersentuh dan ingin memberinya sebuah sandaran .hatinya terketuk seperti ada sebuah sinyal . Sungguh king tidak mengerti dengan dirinya dia hanya melakukan sesuai dengan insting dan naluri hatinya .
Sementara amin sampai di ruangan nya ia langsung merebahkan dirinya di atas sofa . Semalam ia hanya sempat tidur tiga jam sehingga membuat dirinya sangat mengantuk sekali .tidak butuh waktu lama , dengan udara sejuk dari AC mampu segera membawa Amin terbang ke alam mimpi .
Tidak terasa dua jam telah berlalu , king baru selesai rapat bersama rekan bisnisnya sekarang ia berjalan menuju ke ruangannya .
__ADS_1