REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
67 , Sebenarnya apa rencana dia


__ADS_3

"Kenapa dia melakukan semua ini , " Amin binggung kenapa dia membelanya saat di katin sampai memberinya kotak P3K .


"Apa semua karena aku ." amin menggelengkan kepala dengan kuat menepis pikiran nya .


"Tidak mungkin kan dia suka dengan aku , wanita culun seperti aku ?."


Tanpa Amin sadari kalau sejak tadi , dari kejauhan King telah memperhatikan tingkah lakunya .


"Apa yang sedang kamu lakukan ." ucap King .


"Presdir ..king .? Amin menundukkan wajahnya yang merasa konyol .


"Sejak kapan dia ada di sana ." gumam amin . Ia mulai khawatir , presdirnya pasti merasa aneh , karena dirinya sejak tadi ngedumel sendiri .


"kamu belum makan siang bukan ? Ini makan lah ." pinta King sambil meletakan satu porsi sepageti di meja dekat ia duduk .


 Amin menatapnya dengan lapar ,Sepageti dengan potongan ayam yang besar besar membuat air liurnya akan menetes .


"Bahkan dia tahu aku belum makan siang ." sambil membatin Amin menatap king .ternyata pria itu sudah duduk tepat di depan nya .


Ada dua kursi di dekat kolam renang dengan posisi saling berhadapan .amin duduk di kursi sebelah kanan dan king ada di sebelah kiri . Dia menyilangkan kakinya dengan santai . Dan tatapan matanya tidak lepas dari wajah Amin


Membuat amin merasa seperti tahanan bebas bersyarat .ingin memakan pun jadi tidak tenang .


"Presdir king ,kenapa kamu bawa saya ke tempat ini ,apa ada yang harus saya lakukan ." tanya Amin .


King menaikan satu alisnya ." habiskan dulu makanan kamu , setelah itu aku akan katakan padamu ."jawab king .


Amin tersenyum kaku , dalam hati dia ngedumel dengan kesal ." Bagaimana aku akan makan , kalau kamu menatap aku seperti itu , aneh .." gumam Amin .


Diam diam King mengulum senyum , melihat amin yang hanya mengaduk aduk makanan nya . Ia yakin saat ini amin sedang mengumpat sesuatu yang buruk tentang dirinya dalam hati .


Sepuluh menit kemudian Amin telah menghabiskan makanan nya , dan kembali mengulang pertanyaan nya , King membawa dia ke Roftop .

__ADS_1


Tapi King tidak menjawab malah menelpon seseorang dengan ancaman ." cepat kalian kemari , aku beri kamu waktu lima menit ."


Singkat padat dan jelas . Membuat amin menatap dwngan bingung . King berdiri dari tempat duduknya ." Ayo ikut dengan ku ." pinta King .lagi lagi ucapan pria ini sebuah perintah yang mutlak . Bahkan Amin tidak berani membuang waktu terlalu lama , dan segera mengikutinya .


Mereka berdua memasuki sebuah ruangan yang ada di pojok Roftop . Ruangan yang luas seperti apartemen yang lengkap dengan fasilitas nya .


"Kamu tunggu di dalam ruangan sana ." ucap King menunjuk salah satu ruangan . Dan dia sendiri duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya , Dengan elegan .


Amin melihat ke arah yang di tunjuk oleh king , perlahan kening nya mengerut di sana adalah sebuah kamar yang lengkap dengan spring bed nya berukuran king size .


Dalam waktu yang bersamaan amin menjadi cemas , muncul pikiran pikiran buruk yang kemungkinan akan terjadi. Tanpa sadar kakinya melangkah mundur , dan tanpa sengaja tangan nya menyenggol sebuah guci porselen .


Untung kesadarannya sangat peka , dengan cekatan ia menangkap guci itu sehingga tidak jatuh dan pecah berantakan di lantai .masih dengan raut wajah penuh kecemasan masih begitu nyata .


"Apa yang kamu pikirkan ." tanya King , satu kalimat pertanyaan dari king membuat Amin sadar .


"Ini salah , ya salah ,apa yang sedang aku pikirkan." Amin mulai merutuki dirinya sendiri . Apa lagi ini masih kawasan perkantoran , tidak mungkin dia akan melakukan sesuatu .


Amin mengambil tempat untuk duduk di kursi sebuah meja bulat .sementara king masih tetap duduk di sofa ruang tamu dengan sesekali ia menatap ke arah pintu .


Tak lama kemudian muncul dua orang wanita dengan membawa sebuah koper hitam besar . Ia menunjuk kan wajah penuh penyesalan saat melihat King duduk di sofa .salah satu dari mereka segera meminta maaf pada king .


"Maaf kan kami Presdir , yang baru bisa datang ."


King tampak kesal ,ingin rasanya ia memarahi mereka , tapi pandangan king langsung tertuju pada ruangan di mana Amin telah menunggu .


"Cepat kalian masuk ke ruangan itu , dan lakukan tugas kalian . Kalau tugas kalian memuaskan aku akan melupakan kesalahan kalian yang telah terlambat satu menit ." ucap King .


Kedua wanita itu sejenak saling pandang .kemudia segera menuju ke dalam ruangan itu dengan cepat .


Jreng..


Amin terlonjak kaget . Tiba tiba mendengar suara pintu di tutup , awalnya ia mengira itu perbuatan king . Tapi tatapan matanya menangkap bayangan dua orang wanita berpakaian merah muda berseragam .

__ADS_1


"siapa kalian ? Dan apa yang akan kalian lakukan ." tanya Amin .


"Nona , kami penata rias yang di panggil oleh presdir king , untuk merias anda ." ucap salah satu dari mereka .


Amin linglung beberapa saat mendengar ucapan mereka .


"tata rias ? Merias .maksud nya apa ." tanya amin yang tidak tau masalah sebenarnya .


"tunggu , mungkin kalian salah orang . Saya hanya sekretaris presdir King ." ucap amin sambil.menjaga jarak dari dua wanita itu dengan hati hati .


Tapi kelihatan sekali , dua wanita penata rias itu sangat berpengalaman sekali .


"Nona tidak mungkin kita salah orang . Presdir King sendiri yang telah menunjuk ruangan ini . Jadi kami mohon nona mau kerja sama , ini menyangkut masa depan kami berdua ."


"Apa maksud kalian ? Apa hubungan nya kerja sama saya dan masa depan kalian ." ucap Amin sambil.menyipitkan mata .


"Presdir King telah meminta kami untuk mendadani nona , jika kami tidak melakukan dengan benar . Presdir king akan menutup usaha kami ." jelas dari salah satu wanita itu .


Setelah mendengar ucapan mereka Amin tidak bisa ,untuk tidak simpati kepada mereka berdua . Dia yang awalnya menghindar kini dengan langkah pelan tapi pasti kembali duduk di tempat duduk semula untuk di rias .


"sebenarnya untuk apa saya di rias ." tanya Amin


"Maaf Nona , kami juga tidak tau .kami juga tidak punya hak untuk tau atau bertanya . Kalau nona ingin tau ,nona bisa tanya langsung sama Presdir King ."


Amin memutar bola matanya dengan malas . Ia juga sudah berusaha tanya , tapi tidak mendapat jawaban , malah berakhir di tempat itu bersama dua wanita untuk merias dirinya .


"sebenarnya apa rencana dia ." gumam Amin.


***


Sementara Haris datang menemui king melaporkan tentang tegang waktu yang di tentukan dengan perusahaan Rojak kontruksi .


"Tuan , perjanjian kita dengan perusahaan Rojak kontruksi telah jatuh tempo , jadi sudah waktunya kita untuk mengambil keputusan .

__ADS_1


__ADS_2