REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
69 Pesta .


__ADS_3

"Nona gaun yang anda pakai hanya sempel saja . Gaun yang sesungguhnya yang ini , lihat di sini ada asesories nya juga tambahan berlian nya , mari nona kami juga akan membenahi riasan nona ."


Amin kembali di giring masuk ke dalam ruangan , hanya butuh waktu tiga puluh menit Amin sudah selesai menganti gaun dan memperbaiki riasan nya .


Amin kembali keluar bersama dua wanita di sampingnya , dengan memakai gaun yang sangat mewah penuh bertaburan berlian .amin benar benar tampil sangat angun bak model profesional .tampak bersinar dan mengagumkan .


King yang duduk di sofa , hampir tidak berkedip menatapnya . Beberapa detik kemudian King berdehem dan melambaikan tangan menyuruh kedua wanita itu pergi meninggalkan nya .


"Ayo ikut dengan ku ." ucap King yang bangkit dari sofa .


Amin segera mengikuti king dengan patuh . Mereka berdua segera turun ke tempat parkiran , di sana Haris sudah menunggu di kursi kemudi . Melihat kedatangan mereka berdua , Haris segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk mereka .


"Nona Min , kamu sangat cantik tanpa memakai kaca mata , saat bekerja seharusnya kamu tidak usah memakai kaca mata ." ucap Haris yang hanya ingin basa basi dengan Amin . Tapi tanpa ia sadari telah memancing King .


" Jangan banyak bicara , segera berangkat ." ucap King .


"Ba ...baik tuan ." Haris segera menjalankan mobilnya menuju ke tempat pesta .


Sepanjang perjalanan amin benar benar tidak bisa tenang , dengan adanya King yang duduk di samping nya membuatnya benar benar gugup. Itu juga karena gaun nya yang mahal . Harga satu aksesoris di bajunya hampir setengah bulan dari gajinya .


Belum lagi harga berlian yang bertaburan di beberapa titik gaun nya . Mungkin bekerja selama tiga tahun pun belum tentu ia mampu membelinya.


"Jangan sampai merusaknya , jangan sampai merusaknya ."


"Presdir King ." sapa Amin mencoba memecahkan suasana dalam keheningan .


"Apa yang harus saya lakukan saat berada di dalam pesta ." tambah Amin .

__ADS_1


Jika datang sendiri mungkin Amin akan lebih bebas melakukan segala sesuatu . Tapi swkarang dia datang sebagai pasangan seorang presdir .ia juga harus bertanggung jawab untuk menjaga nama baiknya .


"Kamu tidak perlu melakukan apapun , cukup berada di sampingku sampai pesta berakhir ." jawab King .


..."Selalu di sampingku ? ...


Kalimat itu membuat amin tidak bisa lagi mengatakan kata lain . Sementara mobil mayback hitam yang di kemudi oleh Haris telah sampai di tempat pesta .


Haris segera turun dari mobil membuka kan pintu untuk King .Di sisi lain Amin juga turun dari mobil tapi pandangan nya tidak berhenti , lepas dari bagian depan hotel yang kelihatan sangat familiar ...


"Hotel ini ?." tanpa di minta pikiran amin mengingat kejadian empat tahun yang lalu saat ia baru saja pulang dari luar negri . Pengkhiatan kekasihnya , pria satu malam , amin bergeming di sana dengan tatapan yang rumit . Benar benar rumit hingga ia sulit untuk mengekspresikan dirinya .


" Bagaimana bisa begini ? Apa pesta di adakan di hotel ini ? Hotel samudra , karena itu aku beri nama putraku Maxsim samudra ."


"Ayo masuk ." suara king menyadarkan Amin .


Amin menurunkan pandangan nya . Ia melihat King telah mengulurkan tangan untuk nya . Dengan menekan perasaan yang berkecamuk di dalam dirinya . Amin mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam hotel samudra .


Tampak seorang laki laki paruh baya yang kelihatan berdiri dengan cemas , sejak tiga puluh menit yang lalu ia selalu menatap ke arah pintu masuk ballroom . Seakan dia mencari atau menunggu kehadiran seseorang yang sangat penting baginya dalam pesta itu .


"Bagaimana apa kalian sudah melihat tanda tanda kehadiran presdir king .? Tanya pria paruh baya itu kepada tiga pria yang berpakaian hitam yang berdiri tidak jauh darinya .


Namun ketiganya memberi jawaban yang mengecewakan . Hanya gelengan kepala yang ia dapatkan ." Maaf tuan ! Sampai sekarang belum ada kabar tentang kedatangan presdir King , dari orang orang kita yang berjaga di bawah ." jawab salah satu dari bodyguard .


Pria setengah baya itu merenung beberapa saat ,lalu berpesan kepada ketiga bodyguardnya ." kalian bertiga turunlah , tunggu kedatangan presdir king di bawah bersama yang lain nya ."


Tanpa menunggu perintah ke dua kalinya . Mereka bertiga langsung pergi meninggalkan keramaian pesta , turun ke bawah menunggu kedatangan tamu spesial Tuan nya .

__ADS_1


Pria setengah baya itu kembali merenung ." walaupun terlambat ,presdir king pasti akan datang , karena asisten Haris telah mengabari aku tadi pagi ." gumamnya .


"Tuan arnol , sepertinya ada sedikit masalah yang menganggu , apa kah pesta nya berjalan lancar ." sapa seseorang yang baru datang .


Arnol bakry mengangkat wajahnya menatap pria muda yang berdiri di depan nya ." presdir Ridwan , kamu batu datang ." tanya tuan Arnol .


"Maaf , sebenarnya saya sudah datang sejak awal , tapi putra saya sedikit rewel , jadi saya mengajak nya bermain di lantai lima ." jawab Ridwan sambil memutar badan nya dan menunjuk pada anak dan istrinya yang sedang duduk meja tamu .


Tuan Arnol mengangguk samar ,tatapan matanya masih tertuju pada pintu besar ruangan yang belum kunjung terbuka . Membuat Ridwan ikut penasaran .


"Tuan Arnol ,sepertinya sedang menunggu tamu istimewa . Saya yakin orang ini sangat hebat , sehingga tuan Arnol begitu gelisah menunggu kedatangan nya , benar begitu tuan ?."


Tuan Arnol.tertawa canggung ." Itu benar , Ini tamu yang sangat istimewa . Dia presdir menteng group , tuan King Rafael putra samudra . Saya yakin Presdir Ridwan juga mengenalnya ."


"King Rafael putra samudra? ." gumam Ridwan . Ketika mengetahui tamu yang di tunggu oleh tuan Arnol adalah king . Wajah Ridwan dalam sekejab berubah .


Siang tadi Ridwan baru saja meminta perpanjang waktu kepada asisten Haris dengan alasan Ayahnya sakit . Dengan susah payah ia menyakinkan dan mendapatkan tambahan waktu satu minggu .


Dan sekarang , kalau mereka mengetahui dirinya sedang ada di pesta itu apakah King tidak akan curiga .?


Pada saat itu ketiga bodyguard tuan Arnol yang di suruh keluar , kini kembali dengan tergesa gesa .


"Tuan presdir King sudah datang ." ucap salah satu bodyguard nya , sambil menata nafas dia melaporkan kedatangan tamu istimewa ,yang di tunggu tunggu oleh tuan nya .


Tentu kabar ini sangat menyenangkan hati Tuan Arnol bakry . Wajah tuan Arnol seketika bersinar ." Presdir king sudah datang sampai di mana .?." tanya tuan Arnol kepada ketiga bodyguard nya .


"Mungkin sebentar lagi akan sampai tuan , sekar...

__ADS_1


Belum selesai bodyguard bicara pintu besar telah kembali terbuka .


King dengan di dampingi oleh amin melangkahkan kakinya memasuki ballroom pesta .


__ADS_2