
Jonathan menyarankan Angela untuk mengirim pesan kepada Safitri .
"Angel , ponsel Safitri tidak bisa di hubungi kamu bisa kirim pesan atau minta tolong kepada Aisyah sampaikan kabar ini kepada safitri ." ucap Jonathan .
"Iya ,bang safitri juga harus mengetahui kebenaran tentang zain , aku tidak mau ada penyesalan di kemudian hari ." ucap Angel .
"An , setelah ini pergilah temui abdul ,Malik biar bibi yang menunggu ." ucap Mutmainah .
"Mama , aku harus bisa membawa kak Aisyah dan putranya menemui Bang Malik , aku percaya di hati Bang Malik paling dalam dia pasti ingin bertemu dengan Anak dan istrinya . " ucap Angel
"Lakukan yang terbaik .mama sudah tua mama tidak berdaya An ." ucap mutmainah .
"Ma , Andai papa datang apa.yang akan mama lakukan ." tanya Angel .
"Mama tidak tau , walau itu hanya perjodohan tapi kita sudah mengikat janji , lihat saja nanti apa kata takdir , apa kah takdir masih akan mempertemukan kita lagi." ucap Mutmainah .
"Baiklah Ma kamu istirahat saja , biar saya temui abi dulu , Bang tolong jaga inces jangan sampai dia merasa di abaikan sehingga dia buat keputusan yang begitu mustahil ." ucap Angel .
Jonathan mengangguk dan melangkah pergi bersama dengan Angel meninggalkan ruangan Malik .
Sementara hambali telah sampai di Lobby rumah sakit . Ia melihat segerombolan bodyguard dwngan seseorang yang terbaring di atas ranjang rumah sakit .
Haris menunduk pada hambali dam mempersilahkan , hambali masuk ke dalam mobil mayback hitam , Haris mengangguk saat hambali menatapnya . Setelah hambali masuk pintu mobil tertutup .
"Apa kabar paman ." sapa King sambil menyalakan lampu mobil nya .dari luar tidak akan kelihatan bayangan mereka yang ada di dalam mobil .
"Astaqfirulloh King kamu mau bikin jantung paman mu copot , ini otak paman sudah mendidih eyangmu -..
"King tau semuanya paman . Maka itu king panggil paman kemari , paman lihat laki laki yang terbaring di ranjang rumah sakit itu ." ucap king menunjuk ke arah ]ara bodyguardnya .
"Dia siapa ." tanya Hambali .
"adik tiri saudara seribu eyang Malik , paman suruh tim dokter rumah sakit untuk mencocokan hati nya dengan hati eyang Malik ." ucap King .
__ADS_1
"hemm ide briliyan king ." ucap hambali .
"Paman akan menghubungi Dokter Ricard saja untuk melakukan tugas ini ." ucap Hambali , selama hambali melakukan panggilan , king meretas cctv ruangan princes . Ia melihat princes yang biasa ceria kini menjadi lemah berbaring di atas dada kyowo , gadis itu benar benar seperti bertekad bulat untuk menikah dengan kyowo.
"King sudah paman bereskan . Bagaimana caranya kita memberikan hati atau mengambil hati itu .kalau seumpama mereka cocok ." ucap Hambali.
"Serahkan semua pada Alloh ," jawab King . "Bagaimana dengan kesehatan inces ." tanya King .
"Buruk kalau terus begini , cepat bawa Ayahmu kemari ." ucap Hambali
"Baiklah ." jawab king .
King segera meretaas nomor telepon rumah Rafael . Tak lama kemudian king mendengar suara seseorang mengangkat telepon rumah itu .
"Hallo ." sabut wanita muda di sebrang sana .
"Apa kabat bumil ." sapa king .
"Kamu ingin kan suami kamu , boleh , datang ke kota kembang bersama keluarga suamimu , saya tunggu di rumah sakit "M , Malik Ibrahim ."
"papa , papa ."teriak silvia bersamaan dengan Rafael yang baru datang . Dan ponsel Aisyah juga bergetar .
"Silvia kamu bilang rumah sakit apa ." tanya Aisyah .sambil menyodorkan ponselnya kepada safitri , mata safitri membola seketika.
"Rumah Sakit M Malik Ibrahim . Kota kembang kita harus ke sana sekarang juga ." ucap silvia .
"Ibu kenapa kebetulan sekali .tidak mungkin kan ada hubungan nya dengan princes ." bisik safitri ..
"Rafael panggil kakekmu juga pangeran kita segera ke kita kembar ." ucap Aisyah .
***
Sementara Angela sedang membuka pintu ruangan Abdullah .ia terpaku melihat abdullah duduk di kursi roda berhadapan dengan seorang wanita sepantaran dengan ibu mertuanya .
__ADS_1
"I bu ,aa..pa kah i istri ku , ma u me maa ...af kan ab...dul.." ucap abdul terbata bata .
"Tentu sayang , apa yang tidak bisa di maafkan . Ibu melihat istriku adalah wanita yang baik , punya nasib yang sama seperti ibu ," ucap Diana .
"I ibu , ab...dul...ingg....in sssem...buh ."ucap Abdul ia mengangkat sebelah tangan nya yamg masih sehat mengangkat kaki dan tangannya yang mati separuh , ia ingin berdiri lagi .
"Sayang kalau kamu ingin berdiri lagi , kamu harus ikut terapi ," ucap Diana .
"Ha ha ha ... I bu lupa...a...nak ..mu ini ji...ga dokter..." ucap Abdul yang telah berdiri di tepi ranjangnya . ia terpaku saat tatapan nya menatap bayangan Angel .
"U....mi ...maaf kan ...Aaa .bi .." ucap Abdul .
"Abdul ." teriak Diana yang melihat abdul meraih kursi rodanya , ia ingin berjalan dengan mendorong kursi roda .
"I ..bu du..duk lah di ku r si roda ..a..ku ." Diana menatap abdul dan abdul mengangguk , dengan ragu Diana duduk di kursi roda setelah itu ia membuka kunci di roda kursi .abdul berlahan menggerak kan kakinya dan tangan nya mendorong kursi roda nya menuju pintu . Diana penasaran dengan bayangan seseorang di balik .
"U ..mi ." panggil...Abdul Angel terkejut dan segera memapah abdul untuk duduk di tempat tidur rumah sakit . Tapi tak sepatah katapun Angel ucapkan hanya Air mata yang mengalir.
"U ...mi ,A...bi min...ta maaaaf ." ucap Abdul sambil menghapus air mata Angel .
"Abi ,bang malik dan mbak zian mereka koma tidak sadarkan diri ." bisik angel .
"Apa .." Angel yang sedang memeluk abdul terkejut mendengar teriakan Abdul dan langsung berdiri .
"Abi , kamu lancar bicara dan bisa berdiri ." ucap Angel sambil menekan bel nurse .tak lama setelah itu datang dokter jaga memeriksa keadaan abdul sesui apa yang di ceritakan oleh Angel .
"Selamat nyonya , Dokter abdul sebagian sarafnya sudah kembali normal , mungkin jalan butuh bantuan tongkat , dan tangan nya butuh terapi ." jelas dokter .
"Baik terimakasih Dok ." ucap Angel mengantar kepergian dokter .
"Nak menantu , apa yang kamu katakan pada abdul hingga memancing emosinya seperti itu ."tanya Diana .
"Ibu , Abi , mbak zian bertemu dengan Bang malik , kita salah menilai mbak zian selama ini . Dia telah menganggap putri kita sebagai putrinya sendiri , putri kita safitri terlahir dengan keadaan buta dan ginjal yang tidak sehat , mbak zian lah yang telah mendonorkan ginjalnya untuk safitri . Karena Bang Malik yang terus memojokan mbak zian , akhirnya mbak zian lari tanpa melihat kanan dan kiri akhirnya mbak zian kecelakaan . Dan Bang malik pingsan setelah tau maksud kedatangan mbak Zian ." jelas Angela .
__ADS_1