
Amin meneguk ludahnya susah payah ,"Dia tidak akan datang kan ." gumam Amin .
"Di antara kami masih ada masalah .tadi siang dia sangat marah kepadaku . Bahkan dia juga mengusirku keluar dari ruangan nya dengan kasar . Tadi sore aku juga datang ke Villa untuk minta maaf , dia juga tidak mau menemuiku . Aku telepon dia juga sengaja tidak mau mengangkat teleponku . Maxsim maafkan mama ," Air mata Amin tak terasa mengalir begitu saja .
Sepertinya hari ini adalah hari akhir untuknya . Ia hanya merasa bersalah kepada putranya .sejak lahir ia tidak tau siapa Ayah kandungnya , dan kini harus kehilangan dirinya orang tua tunggalnya .
Sementara di luar area pabrik tua . Terparkir sepuluh mobil di depan nya berjajar puluhan bodyguard yang berpenampilan sangar dan dipimpin oleh King samudra dengan ekspresi wajah yang tidak berubah .
Abraham dan Boby keluar dari pabrik tua itu . Dengan senyum lebar di balik maskernya .
"Di mana tebusan nya ." tanya Abraham langsung tanpa basa basi .
"Serahkan terlebih dahulu orangnya . Kalian akan menerima Akibatnya jika terjadi sesuatu kepada." ucap king .
"Presdir king , kamu tenang saja . Wanitamu baik baik saja , tapi kami tidak akan begitu saja menunjukan tempatnya .jika kamu tidak memberikan uangnya ." ucap Abraham .
Haris yang berdiri di samping King Akan memberi peringatan kepada anak buahnya untuk menerobos maju .
"Ehh
pada saat itu Boby segera mengeluarkan ponselnya dan menunjukan keberadaan Amin yang terikat di kursi dalam sebuah ruangan bersama seorang laki laki tua , sopir taxsi .
"mungkin kalian menang dalam jumlah pasukan ,tapi kami juga tidak bisa melakukan apapun jika kalian menyergap kami dengan tiba tiba . Tapi sebelum kalian bertindak , perhatikan baik baik ruangan itu ." ucap Abraham .
Mata King menatap layar pipih itu dengan lega , saat melihat mimin nya dalam keadaan baik baik saja . Tapi tak berapa lama kening king berkerut saat pandangan matanya menatap sesuatu di dalam ruangan itu .ia mengepalkan tangan nya wajahnya kelihatan berubah sangat murka ..
"Beraninya kalian melakukan itu . Aku pastikan kalian tidak akan mari dengan begitu mudah dan tenang ."ucap king .
Abraham mengeluarkan remote control dari dalam sakunya ." selama kalian memberikan uangnya dan membiarkan kami pergi , maka semuanya akan baik baik saja ,dan aku akan memberikan remote control ini kepadamu ." ucap Abraham .
__ADS_1
King menatap remote control di tangan Abraham , sangat mudah ia merebut remote control itu dari tangan Abraham menurut kemampuan nya . Tapi ia tidak mau membahayakan keselamatan Amin .ia takut , ia takut saat merebutnya orang itu akan menekan tombol aktif di remote control itu dan boom akan meledak .
Di tambah ia tidak tau pasti keberadaan Amin di ruangan mana dan di tanam berapa bahan peledak di pabrik tua ini .karena pabrik yang terbengkalai ini terdapat banyak ruangan .dan butuh waktu banyak untuk menemukan keberadaan Amin .
"Haris , ambil uangnya ." perintah king .
Sejenak Haris terdiam di tempat tak lama kemudian dia pergi mengambil uang di bagasi di bantu oleh beberapa bodyguard . Karena di sana terdapat belasan koper berisi uang .
Abraham memeriksa satu persatu isi koper itu dan ia tampak puad melihat lembaran uang yang masih beraroma harum itu .
"cepat bawa kemari mobilnya , kita harus cepat mengangkutnya dan pergi dari sini ," ucap Abraham tanpa ada rasa curiga .kalau orang yang sedang di kerjai ahli IT .
Boby segera pergi mengambil mobil pajero hitamnya .dan segera mengangkut koper koper itu ke dalam mobil .Abraham segera masuk ke dalam mobil ia mengangkat remote controlnya .
"Berikan remote control itu padaku .dan katakan dimana kamu menyekap dia ." ucap King .
"Ha ha ha ." Abraham tertawa lebar .
King bersiap untuk menangkap remote control itu , kalau kalau remote control itu akan di lempar padanya .tapi melihat gelagat orang itu yang mencurigakan king segera berlari ke arahnya .
"kurang ajar apa yang kamu lakukan ...hahhh..
Abraham tertawa dan segera menekan tombol merah di remote control itu . King sudah berusaha untuk menghalanginya , tapi...
Tit......
Boommm...
Suara dentuman yang sangat keras datang dari dalam bangunan pabrik tua itu . Abraham kembali tertawa dan melempar remote control itu . Lalu pergi bersama mobil pajero hitamnya .dengan koper koper yang berisi uang ratusan milyar itu .
__ADS_1
Mobil pajero hitam melesat meninggalkan bangunan pabrik tua yang sudah terbengkalai itu .
Hahaha mereka pasti tidak mengira kalau peledak di ruangan itu adalah peledak palsu . Dan yang asli ada di ruangan lain ."ucap Abraham dengan tawa penuh kemenangan .dia melepas maskernya dan melihat ke kaca spion , betapa paniknya anak buah king samudra setelah ledakan itu terjadi .
"Tuan mereka melarikan diri ." ucap salah satu dari bodyguard itu .
King mendegus ." jangan hiraukan mereka cepat masuk dan cari mereka ." ucap King yang langsung masuk di ikuti oleh para bodyguardnya .
"Tuan ruangan ini kosong . Sepertinya mereka mengalihkan perhatian kita , tuan biar dia bisa leluasa kabur ." ucap bosyguard yang ada di dalam ruangan itu .Haris dan King serta bodyguard yang lain melongo .
"hemm ." ucap King dan langsung mengambil ponselnya mencari kontak Amin dan segera menghubunginya .
"Itu ada di sebelah sana tuan ." teriak bodyguard lain nya .
"ikuti dari mana arah dering ponsel itu ." ucap King , ternyata Amin ada di ruangan yang tidak jauh dari ruangan yang di ledakan tadi .
King segera masuk ke dalam tanpa menunggu lama ia segera melepaskan ikatan di tangan amin .
"Mimin ." gumam King .
Bersamaan dengan itu Amin yang tidak bisa melihat suasana luar karena kepalanya terbungkus kain . Dan akses udara yang minim amin berada di ambang kesadaran nya . Ia mendengar langkah kaki yang mendekat dan seperti mendengar suara King memanggilnya .
"Presdir king ? Apa dia benar benar datang menyelamatkan aku ? Amin mengangkat wajahnya ingin melihat siapa orang itu , tapi karena tertutup kain hitam terlalu lama menghalangi pergantian oksigen di otaknya .belum sempat ia berhasil melihat siapa yang datang nafas amin semakin sesak dan berat akhirnya jatuh pingsan .
"mimin ." King menarik kain penutup kepala Amin , dan amin terkulai jatuh pingsan dalam pelukan King .
"Tuan mungkin nona Amin kehilangan banyak darah dan kekurangan oksigen karena tertutup kain itu sehingga nona Amin jatuh pingsan ." ucap Haris .
King menatap wajah amin yang menyedihkan , wajahnya pucat dan badan nya penuh dengan luka .
__ADS_1
"Kalian bawa juga laki laki tua itu ." ucap king .
Kedua bodyguard di sampingnya segera melepas ikatan di badan sopir itu . Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan gedung tua itu menuju ke mobil yang di parkir di area gedung tua itu .