REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
83 pinang dibelah dua


__ADS_3

Amin baru akan menempelkan telinganya di pintu ruangan king .tepat saat itu pintu ruangan terbuka .


"Nona Minah , apa yang sedang kamu lakukan ."


Amin mengangkat wajahnya menatap wajah seseorang yang baru keluar dari ruangan King .


""Asisten Haris kebetulan kamu keluar , apa presdir king ada di dalam ." tanya Amin .


"Presdir king tidak datang ke kantor hari ini . Karena hari ini dia ada urusan ." jawab Haris .


Mendengar jawaban Haris wajah Amin segera berubah ." apa ini masih masalah yang kemarin .?"


Mendengar Amin yang masih menyalahkan diri sendiri ,Haris merasa tidak tega ." Nona Minah tidak perlu khawatir ,masalah kemarin sudah selesai , prisdir tidak datang ke kantor karena ada urusan lain ." jelas Haris .


"Benatkah ? Amin masih sedikit ragu . Tapi juga tidak mau bertanya banyak .


"Asisten haris . Kenapa memanggilku berganti ganti ." tanya Amin .


"Ha ..kan nama Nona Aminah , jadi bisa panggil Amin juga bisa panggil Minah ...


"Kamu mengingatkan aku pada uti tapi aku sekarang dah hancur tidak ada muka untuk bertemu dengan nya lagi ." ucap Amin langsung pergi menuju ke ruang kerjanya .


Sementara Haris yang lemot hanya menggaruk tengkuknya .


Amin kembali mengerjakan pekerjaan nya kembali , meski King tidak datang ia tetap punya pekerjaan , pekerjaan nya tidak cukup sedikit .


Waktu telah berlalu dengan cepat . Pagi telah berganti siang dan waktu pulang pun telah tiba , amin melirik ke ruang King yang terkesan sepi .padahal lampu selalu terus menyala .tapi sungguh sangat berbeda seperti biasanya .


***

__ADS_1


Sementara itu bibi Indah setelah selesai dari acara teman nya .pergi ke mall bersama Maxsim untuk belanja beberapa kebutuhan . Mulai dari alat alat kebersihan dan alat alat kebutuhan kontrakan yang sudah banyak yang rusak dan perlu di ganti .mumpung pergi sekalian mampir .


Karena pernah mendengar dari Amin ada tempat pembelanjaan yang baru yang sedang mengadakan discount besar besaran . Skill pasifnya sebagai wanita tidak lagi dapat di tahan kan .


"Axcin duduk sini dulu ya , nenek mau bayar belanjaan nya dulu ya ." ucap bibi indah ,menyuruh Maxsim duduk di kursi tunggu .


Maxsim yang memegang roti di tangan nya dan memakai topi mengangguk kan kepalanya patuh , kursi yang di duduki Maxsim ada di depan kasir pembayaran . bibik indah segera melangkah menyerahkan struk belanjaan nya .


Maxsim yang duduk di kursi sambil mengayunkan kaki kecilnya , tidak lupa sambil mengigit roti di tangan nya . Tatapan matanya tertuju pada seorang nenek yang bergaun syari jalan mondar mandir seperti mencari sesuatu .


Maxsim ikut mengedarkan pandangan nya tak lama kemudian matanya menatap sebuah ponsel tergeletak tak jauh dari nenek itu . Pemikiran Maxsim yang sangat cerdas seperti anak yang sudah berusia lima tahunan .


Maxsim meletakan roti dan topinya di sampingnya . Ia memutar badannya tengkurap untuk mencapai lantai .tak lama kemudian Maxsim mengambil ponsel itu dan mendekati nenek tua bergaun syari itu .


"Uyut ." sapa Maxsim pada nenek tua itu .


Nenek tua bergaun syari itu menoleh sambil mengerutkan keningnya . saat mendengar suara seorang bayi mungil yang sangat mengelitik lubuk hatinya .


Sesaat nenek tua itu diam menatap anak kecil itu , karena wajah anak kecil itu menginggatkan dirinya kepada cucu kembarnya yang paling tua .


"Anak siapa ini ? Kenapa dia mirip sekali dengan cucuku , mereka bagai pinang di belah dua , apa diam diam cucuku sudah punya anak ." gumam nenek tua itu .


Wanita tua itu adalah uti aisyah yang sudah berusia tujuh puluhan tahunan itu masih tidak bergeming . Ia masih tetap memandang wajah anak kecil itu . Harus ia akui wajah anak kecil itu sangat mirip dengan cucunya ..


"Uyut ." Maxsim memanggilnya untuk yang ketiga kalinya . Tak lupa ia menggoyangkan tangan nya yang ada ponselnya . Seakan dia memberitau kalau ia tak sengaja menemukan ponsel itu dan ingin mengembalikan nya .


"Oh terimakasih cu , uyut tidak sengaja menjatuhkan ponsel uyut , dan uyut juga lupa jatuh di mana ." uti Aisyah mengambil ponselnya dan mengecek ponselnya ada yang rusak atau tidak .ketika ia memastikan kalau ponselnya baik baik saja ia menghela nafas .


"Cu apa kamu mau permen , ini hadiah dari uyut ." ucap Uti aisyah .

__ADS_1


Maxsim menggelengkan kepala ." Axcim tidak boleh makan permen sama Mama ." ucap Maxsim .


Uti Aisyah terkejut dengan kepintaran Maxsim .mendengar ucapan Maxsim yang baru berumur empat tahun . Tapi caranya bicara sudah seperti anak berumur lima sampai enam tahun . Bahkan dia menemukan ponsel dan tau untuk mengembalikan ke pada pemiliknya . Tidak dipungkiri ini menarik perhatian nya .


"Maxsim ." teriak bibi Indah yang baru keluar dari tempat pembayaran dan lari menghampiri Maxsim , yang sedang bersama seorang nenek tua .mungkin lebih tua darinya sekitar sepuluh atau sebelas tahun dari nya .


"Maaf nyonya apa Cucu saya telah buat masalah ." tanya bibi Indah setelah sampai di samping Maxsim .


"tidak tidak , dia tidak buat masalah . Dia anak baik , dia telah membantu saya menemukan ponsel saya yang tanpa sengaja telah saya jatuhkan ." jawab uti Aisyah .


"Oh begitu ya ." ucap bibi i dah sambil manggut manggut mengusap kepala Maxsim.


"Maaf , karena tidak ada masalah , kalau begitu kami permisi dulu nyonya , Maxsim kita harus pulang sebentar lagi mama akan jemput kita ." ucap Bibi indah .


"Mama , mama di mana Axcim ingin bertemu dengan mama ." ucap Maxsim dan meraih tangan bibi Indah .


"Mama di luar menunggu kita ." ucap Bibi indah .Maxsim menoleh kepada Uti Aisyah sebelum pergi dan melambaikan tangan nya .


Maxsim lebih bersemangat untuk bertemu mamanya di banding mendapat hadiah darinya . Uti Aisyah melihat maxsim berlari lari kecil ingin bertemu mamanya , ia melihatnya saja merasa iri melihat kebahagiaan bibi indah dan Maxsim . Dia juga mengingin kan seorang buyut yang mengemaskan .


yang ia sayangkan adalah , saat ia bertemu cucu ia telah melewatkan masa kecil cucunya yang harus tumbuh menjadi anak dingin hingga sekarang sudah berumur tiga puluh tahun masih saja dingin dan datar sehingga tiada seorang wanita pun yang mau mendekatinya .


Karena dia sangat menjengkelkan , karena dia hanya bisa memasang wajah datar saja .


"Minah , kamu di mana sayang ." gumam uti Aisyah .


"Uti ngapain uti di sini , apa yang uti lakukan ."


uti Aisyah langsung merubah raut wajahnya , mendengar suara yang tidak asing di telinganya .tak perlu ia menoleh untuk melihat ia sudah tau kalau itu adalah suara cucu kembarnya yang sulung King rafael putra samudra .

__ADS_1


"Kamu tidak lihat Uti sedang jalan jalan , lihat lihat siapa tau uti menemukan seorang cucu menantu Uti ." sindir Uti Aisyah .


King menghela nafas berat mendengar sindiran Utinya . Ia merutuki adiknya yang jarang pulang membawa Utinya jalan jalan .


__ADS_2