
Sejenak Amin terdiam kemudian ia ingat dengan putranya ."Aoakah di sana juga ada jual mainan." Amin berubah tertarik .
" tentu saja Nona . Jangankan untuk anak . Keperluan untuk suami juga ada di sana Nona ." ucap bapak sopir , karena Amin menanyakan keperluan anak , pak sopir mengira Amin sudah menikah ,sehingga bapak itu juga mengatakan keperluan suami .
Sekali lagi Amin terdiam dan kemudian dia mengembangkan senyum di bibirnya ."baiklah pak kita mampir sekalian ke pusat perbelanjaan ." ucap Amin .
"Baik nona ." jawab pak sopir .
Mall Abu central pusat perbelanjaan yang baru di buka kelihatan begitu sangat ramai .Amin langsung melangkah menuju ke tempat penjualan mainan untuk anak anak .
Pusat perlengkapan untuk anak anak juga permainan semua ada di lantai dua sesuai dengan petunjuk di bawah ,dekat meja resepsionis .
Maxsim punya mainan di rumah itu saja mainan bekas penyewa rumah bibi indah yang di tinggalkan , dan ada beberapa yang sudah rusak
Sesampainya di lantai atas , Amin segera menuju ke outlet penjualan berbagai macam mainan . Kakinya spontan melangkah ke salah satu outlet yang berada di sampingnya .
"Nona mau mencari apa , ada yang bisa saya bantu ." tanya seorang pramuniaga yang langsung mendekati Amin yang baru memasuki outletnya . Dia menyambut Aminah dengan sopan dan senyuman yang mengembang .
Amin masih melihat lihat sambil meletakkan jari telunjuknya di dagu . Ia berjalan mengamati ke beberapa rak mainan yang tersusun rapi .
"Dimana letak.mainan untuk anak usia tiga sampai empat tahun ." tanya Amin .
Pramuniaga mall dengan cekatan merespon ."Untuk mainan anak anak.yang berusia tiga sampai empat tahun . Nona bisa mencari ke tengah , silahkan masuk agak ke dalam ."
"Baik terimakasih . " Amin segera pergi mengitari outlet mainan yang ternyata sangat luas sekali . Hampir saja ia tidak bisa menemukan tempat mainan untuk anak usia tiga sampai empat tahun . Jika ia tidak melihat ke atas , semua keterangan tergantung di atas bukan si tempel di tempel di rak mainan .
Amin menelusuri rak mainan yang penuh dengan robot robotan dan sampingnya lagi ada mainan mobil mobilan dengan mengunakan Remot control . Hampir semua mainan di tempat itu mempunyai keunikan tersendiri . Mulai dari warna hingga bentuk . Semua berbeda dari satu sama yang lain nya .
"Permisi ! Saya mau yang ini . Tolong bisa di ambilkan untuk saya ." ucap Amin kepada pramuniaga yang kebetulan melintas .
__ADS_1
Setelah pramuniaga itu mendekat amin mengatakan apa yang dia ingin kan .amin menunjuk salah satu mobil remot control yang berwarna merah yang tersusun di bagian atas .
Setelah barang sudah di ambil , Amin menanyakan harga dari mainan itu . Pramuniaga itu mengecek nomer seri dari mainan itu dan mengingatnya sebentar .
"Harganya ini satu juta lima ratus lima puluh lima , apa nona menginginkan maianan ini ." tanya pramuniaga
Amin kehilangan kata mendengar harga dari mainan mobil remot control itu yang ternyata harganya lebih dari satu juta . Dia merenung beberapa saat sebelum bertanya lagi pada pramuniaga itu .
"Maaf , apa ada harga yang lebih murah , maksud saya di bawah harga satu juta tapi saya mau yang warna merah ." ucap Amin .
Pramuniaga mulai mencari jajarannmainan dengan pandangan nya . Dia mulai menggelengkan kepala .
"Ada harga yang murah dibawah satu juta , tapi untuk warna merah hanya ini yang paling murah ." ucap pramuniaga .
"Baiklah kalau begitu saya akan ambil ini saja ." ucap Amin .
Setelah berkeliling beberapa menit Amin percaya dengan ucapan pramuniaga ,memang tidak ada harga di bawah satu juta untuk merek dan warna mobil remote yang ia suka . Amin memutuskan untuk kembali menyusul pramuniaga ke meja kasir .
Saat Amin sampai di meja kasir , mobil remot control pilihan nya telah ada di pelukan seorang anak laki laki. Amin pun mengerutkan keningnya . Pramuniaga tadi segera menghampiri Amin.
"Nona , bisa tidak anda mencari model dan warna mobil remot yang lain . Karena anak nyonya ini sangat menyukai model ini dan tidak mau yang lain ." jelas pramuniaga itu berharap Amin mengerti .
Amin menatap ibu dari anak laki laki yang membawa mobil mainan pilihan nya .kemudian dengan nada kesal ia menegur pramuniaga itu . Amin tidak melihat siapa ibu dari anak itu , karena berdiri membelakangi nya .
"Apa kamu sedang bercanda ,ya ? Saya di sini beli mainan itu juga untuk putraku . Atas dasar apa , anda menyuruh saya memberikan mainan itu kepada anak kecil itu."tanya Amin .
"Anak ku sangat menyukai model mobil ini , aku bisa membelinya darimu seharga yang kamu mau . Bagaimana ." tawar wanita itu sambil melepas kaca mata hitam nya , dan membalikkan badan nya menatap Amin .
Wanita itu ingin bicara lagi tapi mendadak lidahnya kelu , melihat siapa wanita yang berdiri di depan nya . Begitu pula dengan Amin .mendadak ia membeku melihat siapa ibu dari anak laki laki itu .
__ADS_1
" Aminah ."
"Amanda ."
Mereka berdua terkejut sementara.para pramuniaga tidak percaya melihat semua itu .
Amanda langsung berdehem membuang keterkejutan nya sambil menyimpan kaca matanya .
"Aminah , kamu tadi bilang ingin membelikan mainan untuk putramu ,bukan ? Seingat aku kamu belum pernah menikah ."
Belum sempat Amin menjawab nya , amanda telah mengatakan sesuatu lagi ."Atau jangan jangan dia anak haram kamu .?."
Amanda pura pura terkejut , dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan nya sendiri .
"Oh tidak ! Apakah itu benar . Jadi itu adalah anak har..
PLAKKK..
Sebuah tamparan mendarat di pipi amanda sebelum menyelesaikan kata katanya . Aminanah menampar pipi kanan Amanda dengan kuat . Saking kuatnya tamparan itu hingga Amanda terjatuh . Hinga wanita itu hanya mengangkat wajahnya sambil memegangi pipinya yang terasa panas ., dan menatap aminah penuh peringatan .
"Aminah , beraninya kamu ."
"Amanda , kamu masih beruntung karena ada anakmu di sini . Jika tidak., mungkin aku tidak hanya akan menampar wajahmu sekali . Semua orang boleh menghina dan menjelek jelekkan aku , tapi jangan pernah kamu membawa bawa putraku ." ucap Amin .
Bagi nya putranya makhluk yang suci dan tidak bersalah . Siapa yang mau di lahirkan dalam suasana seperti itu . Maka Amin akan tetap melindungi putranya sekuat tenaga . Walau harus menerima hinaan dan celaan dari orang lain .
Amanda mengepalkan tangan nya , ia berpegangan pada rak mainan di samping untuk bangkit ,
"Amin , mungkin kamu lupa Aku adalah menantu satu satunya dari keluarga abu Rizal Rojak ." pramuniaga yang mendengar ucapan Amanda seketika berubah menjadi pucat .
__ADS_1