
Dari perkumpulan itu Amin mengenali suara Linda dan Reni , di sini Renilah yang suaranya paling keras dan Linda hanya berusaha mengimbanginya saja .
Namun berbincangan yang seru itu berhenti dan tatapan mereka semua mengarah dan tertuju kepada dirinya .
" Lihat ! lihatlah itu datang ."
"Dia datang dia datang ." Amin ingin mengabaikan mereka , tapi mereka seakan tidak ingin melepaskan nya , begitu juga dengan Linda yang berusaha menghalangi jalan nya .
"Tunggu dulu ! Kenapa kamu begitu terburu buru .kami di sini hanya ingin bertanya padamu tentang berita itu ." tanya Linda .
"Apa maksudmu , Berita itu ? Tanya Amin bingung .
"Kamu itu pura pura tidak tau atau bagaimana .? ."
"Ya , maksud kami tentang presdir King yang datang ke pesta bersama seorang wanita ." tambah Reni .
Seketika badan Amin jadi membeku ." apa mereka semua tau .? Tanya Amin dalam hati ,ia pun jadi cemas .
"Semua orang di perusahaan tau , kalau presdir King pergi kemarin malam pergi ke pesta dengan membawa seorang wanita . Walau tidak ada yang tau akan identitas wanita itu . Tapi dari kabar yang tersebar dia adalah wanita yang sangat cantik ." ucap dari salah satu karyawan yang lain .
kalimat itu membuat Amin merasa tenang ." kalian menghalangi langkahku hanya untuk mengatakan ini . Kalau begitu aku mau pergi , aku tidak mau menemani kalian ngerumpi ." ucap Amin yang di salah artikan oleh Reni .
Amin ingin melangkah pergi., tapi Reni membentangkan tangan nya ." kamu jangan sombong ! Sekarang 0resdir king sudah punya wanita yang sangat cantik . Kamu tidak akan bisa menggodanya lagi . Mungkin tidak perlu waktu lama , kamu akan di tendang dari perusahaan ini ." ucap Reni angkuh .
Rasanya Amin ingin tertawa keras mendengar ucapan Reni ." Maaf mungkin kamu akan kecewa bila berharap saya akan di pecat dengan tidak hormat , presdir King tidak akan pernah memecat saya ." ucap Amin .
" Huhh! ..kamu masih juga begitu sombong . Tidak apa apa , tunggu saja hari itu , di mana kamu akan di depak dari perusahaan ini . Aku yang akan jadi orang pertama yang akan tertawa paling keras ."
Amin hanya menggelengkan kepala , dan melangkah pergi meninggalkan mereka , sangat percuma dan membuang buang waktu dan tenaga untuk berdebat dengan mereka , tidak akan mendapat bonus yang lebih besar , dan tidak juga memberinya makan . Jadi lebih baik menuju ke ruangan nya untuk bekerja .
Saat memasuki lift amin tidak menyadari bila telah ada seseorang di dalamnya , hingga suara bariton membuatnya sadar akan kehadiran nya .
__ADS_1
"Sepertinya kamu sangat yakin kalau aku tidak akan memecatmu ." ucap pria yang tidak lain adalah King .
Bulu kudu Amin berdiri., dia langsung memutar badan nya perlahan dan ia sangat terkejut mengetahui kalau yang ada di situ adalah King .
"Pres...presdir King sejak kapan anda berada di dalam lift ?."
King tidak menjawab ia malah semakin mendekat ke arah Amin dengan pertanyaan yang sama
"Apa yang membuat kamu yakin , kalau aku tidak akan memecatmu ." Amin diam sejenak
"Sa...saya tidak melakukan kesalahan , tidak ada alasan buat Anda memecat saya bukan ? ." jawab Amin . Sambil melangkah mundur . Tapi sayang di belakangnya sudah terhalang dinding lift . Dia sudah tidak dapat bergerak lebih jauh .
"Kamu yakin tidak melakukan kesalahan ." tanya King seperti bermakna ganda .
Ingatan kemarin malam semakin jelas dan nyata di ingatan Amin . Sekwtika ia memalingkan wajahnya .
Ting ..!
"Karena kamu tidak melakukan kesalahan . Maka tidak usah di bahas lagi , nanti jam makan siang kamu datang ke ruangan aku , jangan sampai lupa ." ucap King .
Amin masih bergeming di tempat , dia tau King sedang mengingatkan nya .tentang apa yang telah ia lakukan semalam . Tapi bukankah tadi dia juga telah melakukan hal yang sama kepada dirinya . Kenapa dia tidak begitu masuk akal .
..."Dan apa yang akan dia lakukan dengan memintaku untuk datang di saat makan siang , aku tidak akan datang ."...
***
Di ruangan nya king telah menatap jam tangan nya berulang kali , sekarang jam di tangan nya telah menunjukan angka lima . Itu berati jam kerja telah berakhir . Namun hal itu tidak membuat pria berusia tiga puluh tahun itu senang atau bersemangat . Bahkan seiring berputarnya jarum jam . Kerutan di keningnya menjadi nyata .
"Tuan , apa anda memiliki perintah !." tanya Haris , dia sudah berdiri selama setengah jam di depan meja King . Sejak saat itu ia tidak melakukan apa pun dan hanya menyaksikan sang tuan yang terus memperhatikan jam tangan nya .
King mengangkat wajahnya , dengan tatapan tajam ,membuat Haris menahan nafas beberapa detik .
__ADS_1
"Apa dia masih ada di ruangan nya ." tanya King .
Haris seperti orang bodoh yang kebingungan dengan pertanyaan yang di ucapkan oleh King . Dia siapa ? .
Tapi tidak lama kemudian Haris paham dengan siapa "Dia " yang di maksud oleh Tuan nya .
"Tuan , nona Amin sudah meninggalkan kantor sekitar satu jam yang lalu . Semua pekerjaan nya sudah selesai dan berpesan kalau dia ada urusan di rumah . " ucap Haris .
King hanya menaikan alisnya .
"Tuan ,apa ada yang anda butuhkan . Mungkin saya bisa bantu ." Haris berkata sangat hati hati dan sangat sopan .ia tau hati tuan nya sedang buruk . Tapi ia tidak melihat ekspresi wajah tuan nya yang suram .
"Tuan ..
"Keluar."
"Maaf ..
"Aku bilang keluar ." ucap King dengan suara rendah . Hingga Haris yang mendengarnya bergidik tanpa berani berlama lama di sana , haris meninggalkan ruangan itu .
King melirik pintu yang baru saja tertutup . Ia mengeluarkan sebuah kacamata berbingkai hitam dari.laci mejanya .
"Siti aminah ! Sepertinya kamu mulai berani ?." King menunggu Amin datang ke ruangan nya sejak jam makan siang . Tapi siapa yang mengira jika Amin tidak datang hingga jam pulang kerja .
Sementara Amin baru saja naik taxsi , setelah membeli roti bolu ia ingin berikan kepada bibi indah . Dia mengosok hidungnya yang tiba tiba gatal .
"Jalan pak ." amin memberi kode kepada sopir taxsi ." siapa yang sedang membicarakan aku ." gumam Amin sambil mengosok gosok hidungnya lagi .
"Nona apa kamu ingin merayakan ulang tahun .? Jika benar aku tau tempat untuk mendapatkan hadiah ." ucap sopir taxsi yang sudah lanjut usia langganan Amin selama ini .
"Ini bukan untuk acara ulang tahun , hanya sebagai oleh oleh orang di rumah ." jawab Amin .
__ADS_1
Pria tua itu menganggukan kepalanya , kemudian melanjutkan bicara ." saya hanya ingin memberi tau Nona , kalau ingin mencari hadiah , saya tau tempat yang sangat murah untuk mendapatkan sebuah hadiah . Ada satu tempat perbelanjaan yang baru saja di buka . Masih banyak diskon untuk segala barang di sana ." ucap pak sopir .