
"Dimana kamu menaruh mobil , uti maaf king tidak bisa membawa uti pulang bersama . Uti di sini saja seperti yang king bilang tadi ." ucap king dan langsung melesat bersama dengan Haris .
Aisyah masih saja duduk di samping makam reyana . Rafa yang datang bersama Safitri terkejut melihat ibu nya sudah ada di sana .
"Ibu ." panggil Rafael .
"eh Rafa kenapa kamu datang sekarang , biasa nya kamu akan datang tepat di hari pemakaman istrimu ." ucap Aisyah .
"Safitri kenalkan ini ibu saya . Ibu dia sekretaris Rafa ." Aisyah dan safitri saling berkenalan . Safitri tersentak saat me dapatkan genggaman yang hangat untuknya .
"Rafa , selama enam tahun ini kamu tidak pernah membawa seoramg wanita pulang , dan hari ini sekali membawa wanita langsung ke makam almarhumah istrimu ." ucap Aisyah .
"Ibu , ini cuma kebetulan kita ada meeting di kota , jadi sekalian aku ajak dia ke sini , dia pendatang baru dari korea ibu , rafa takut dia belum menggenal kota ini ." ucap Rafael .
"Ibu tau , dia pasti juga punya kesulitan hingga kembali ke tanah airnya ." ucap Aisyah .
"Iya ibu , kisah dia mirip dengan apa yang aku lakukan pada Rey ." ucap Rafa .
"kalau begitu ibu punya satu permintaan , ini di depan makam istrimu , ibu bertanya walau dia seperti apa yang di katakan oleh silvia bukan Reyana yang kamu kenal , Apa kamu mencintainya ." tanya Aisyah sambil menepuk punggung tangan Safitri .
"Aku mencintainya ibu , saat pertama kali aku melihat sorot matanya yang indah , begitu menyejukan hatiku ." ucap rafa
"Apa kamu pernah mengatakan itu pada istrimu ." tanya Aisyah yang ingat dengan penyesalan bundanya .
"Di sinilah penyesalan terbesar aku bunda . Kita hanya bisa berencana ,tapi Allohlah yang menentukan , Awalnya aku ingin mengungkapkan isi hatiku di hari pernikahan kita sekalian aku akan mengadakan lamaran Romantis untuk , tapi siapa tau ada sebuah tragedi yang menghancurkan semuanya ." ucap rafa .
"Apa kamu mau mengorban kan nyawa mu demi menolong sesama . Seperti istrimu rela mengorban kan nyawanya untuk melahir kan keturunan laki laki yang tidak ia ketahui apakah laki laki itu mencintainya ." Rafa menganggukkan kepalanya .
"Baiklah ,ingat pesan mama di hari ulang tahun pangeran besok lusa , bila ada seseorang yang meminta pertolongan kamu . Dan itu adalah nyawa taruhan nya ,buktikan pada almarhumah istrimu , bila kamu benar benar mencintainya ." ucap Aisyah sambil berdiri dan mengajak safitri pergi .
__ADS_1
Sebelum melangkah pergi safitri menatap makam adiknya yang begitu indah dan sederhana
"Ayo pergi , ibu ingin bicara dengan mu , biarkan dia mencurahkan isi hatinya pada istri nya ." bisik Aisyah di mana Safitri merasakan gelombang nada bicara bahwa Aisyah mengenalnya .
"uti ."
"Ehh siti kamu datang lagi , apa mau mengambil jepit rambut kamu ." ucap Aisyah .
"tidak uti . Itu siti hadiahkan untuk bunda Rey ." ucap Siti .
"O O ."
"Bunda , ini tadi siti menemukan kalung bunda jatuh di jalan ." ucap siti memberikan kalung hati yang berwarna perak dan emas kepada Safitri . Aisyah membulatkan matanya menatap itu , itu adalah kalung pemberian Malik kepada Rafa sebagai hadiah ulang tahun nya yang ke lima .
"Wah paman Ayah bagus sekali , tapi kenapa ada dua warna ." tanya Rafa kecil .
"Karena cinta penuh warna , penuh pengorbanan dan cobaan , asal kamu percaya walau kalian terpisahkan suatu hari tetap akan kembali lagi .dan jadikan kalung ini simbol cinta turun temurun ." ucap malik .
"Jangan lupa kepada Alloh ." ucap Safitri .
"Terimakasih bunda , uti asalamu alalikum ." siti segera berlari meninggalkan tempat .
"Bunda tau siapa safitri ." tanya safitri .
"tentu sayang ." ucap Aisyah sambil melepas kaca mata Safitri .
"Jangan bunda , nanti king marah , King melarang aku melepas kaca mata ini sebelum Mas rafa menyelamatkan Inces ." ucap safitri sambil memasang kembali kaca matanya .
"Ya sudah ,ayo kita lihat Rafa selesai belum . Dia betah sekali tinggal di makam rey . Kamu tidak cemburu kan ." tanya Aisyah .
__ADS_1
"Tidak bunda , aku dan Rey sudah menyatu , kalau bukan karena Rey mungkin sampai sekarang Rey tidak akan pernah melihat dunia ini ,melihat bunda dan mas rafa ." ucap safitri .
"Jadi karena ini mata ibunya king tidak mau Ayahnya akan segera bisa mengenalimu ." safitri mengangguk .
"mirip Ayah dan anak ." ucap Aisyah dan menarik safitri masuk ke pemakaman Rey . Safitri melihat Rafa merebahkan kepalanya di batu Nisan Rey .
" Bunda , selama hampir enam tahun kamu begitu tenang berbaring di sini , tapi ada apa akhir akhir ini bunda datang ke dalam mimpi Ayah dan pangeran . Bunda minta Ayah menolong inces ,siapa inces bun apa dia putri kita , pertemukan Ayah dengan nya bun . Ijinkan Ayah memeluknya ,setelah itu Ayah rela menemani bunda di sini selama lamanya . Bunda juga pernah bilang kepada pangeran Agar menghibur Abangnya litte king , tapi kenapa Pangeran punya Abang bernama leon dan kakaknya bernama inces , Bun datanglah kembali ke mimpi Ayah katakan yang jelas kepada Ayah ."
Rafa mengangkat kepala.nya saat merasakan ada sebuah tangan yang mengelus bahunya . Rafa segera bangun dan menghapus air matanya .
"Ibu , bagaimana ibu bisa sampai di sini , tadi pagi aku mencari ibu , ada yang ingin Rafa tanyakan pada ibu ."ucap Rafa .
"Baiklah kita masuk dulu baru bicara ." ucap Aisyah .
"Nyonya , tuan biar saya menunggu di mobil ." ucap safitri ,Rafa dan Aisyah mengangguk .
"Apa yang ingin kamu tanyakan ." tanya Aisyah setelah mereka ada di dalam rumah .
"Tadi subuh Rafa terbangun saat mendengar ibu berteriak ,mungkin ibu sedang bermimpi . Kakek , papa dan silvia juga terbangun . Akhienya kakek mengajak aku ngobrol di taman belakang ." ucap Rafa .
"kakekmu bilang apa ." tanya Aisyah penasaran .
"Kakek menceritakan apa yang telah ia lakukan selama ini dan ternyata itu semua salah . Balas dendam dia juga salah orang , dan dirinya dah terlanjur menyakiti banyak orang . Dia juga mengatakan kalau aku bukan cucunya . Tapi aku cucu pangeran menteng , putranya paman Ayah Malik , Ibu ." Rafael memeluk ibunya dengan linangan Air mata .
"Kamu sudah tau semuanya , tapi ibu kehilangan Ayahmu ,Rafa . Ibu kangen dengan Ayahmu , setiap malam ibu memimpikan Ayahmu sedang terbaring tak berdaya Rafa ." tangis Aisyah pecah di bahu ibunya .
"Rafa akan mencari keberadaan Ayah , Ibu . Percayalah Ayah pasti kembali lagi kepada kita ." ucap Rafa sambil menghapus air mata ibunya .
"Ibu tak boleh meneteskan air mata lagi . Air mata ini hanya boleh menetes saat kita bertemu dengan Ayah .." ucap Rafa ,
__ADS_1
"Kita pulang nanti pangeran mwncari kuta ." tambah rafa dan menuntun ibunya keluar dari rumah . Safitri melihat itu segera turun dari mobil dan membantu Aisyah naik ke dalam mobil .
"