
Tidak dapat dipungkiri menurut Uti Aisyah Amin memang cantik di tambah tanpa kaca mata . Tapi cantik saja tidak cukup untuk menarik perhatian cucunya . Ada banyak wanita cantik dari kalangan Artis dan model hinga putri putri rekan kerja dan klien .
Banyak dari mereka yang berusaha mencoba mengambil hati king tapi tidak ada satu pun yang berhasil . Semua cara gagal tidak membuahkan hasil.
Entah bagaimana caranya wanita di depan nya ini berhasil melakukan nya . Uti Aisyah percaya pasti ada yang special darinya .
"Nyonya , apa pertanyaan Anda ." tanya Amin membuyarkan lamunan uti Aisyah . Wanita tua itu berdehem pelan .
" sejak kapan kamu bekerja di sini ." tanya Uti Aisyah .
"Kurang lebih tiga minggu nyonya ."
Mata uti Aisyah berkedut mendengar jawaban Amin .
(Kurang lebih tiga minggu , jadi apa hubungan mereka terjalin begitu cepat )." Baiklah , karena sudah seperti ini aku juga tidak bisa berbuat apa apa." Uti Aisyah menghela nafas pelan .Dia bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati Amin .
"Nanti malam kalian datanglah ke blackfores garden untuk makan malam." ucap Uti Aisyah .
"Eh...
"Makan malam .?," entah kenapa otak Amin berubah jadi lemot .
"Berdua ?," tambah Uti Aisyah .
"Makan malam ? Ada apa ini sebenarnya ! .
Pada saat itu King memasuki ruangan nya , setelah mendengar kabar tentang kedatangan neneknya yang tiba tiba . Ia meninggalkan rapat yang sedang berlangsung . Di tambah haris mengatakan kalau neneknya datang menemui Amin .
King khawatir neneknya akan melakukan sesuatu kepada Amin . Atau apapun itu yang menyulitkan Amin , tapi sepertinya hal itu tidak terjadi .
Begitu sampai di ruangan nya ia melihat neneknya sedang menepuk pelan bahu Amin . Sepertinya neneknya telah selesai menyampaikan pesan nya dan bersiap untuk pergi .
"uti , seharusnya memberi tau dahulu kalau akan datang kesini ? Ucap King .
__ADS_1
"cihh .." uti Aisyah berdecih sebal .
"Jika aku memberi tau kamu terlebih dulu , kamu pasti sudah bersiap melakukan rencana untuk menyembunyikan dia ." dengus Uti Aisyah yang sangat tau cara berpikir cucunya .
King tidak lagi bicara . Melihat Uti Aisyah melangkah ke pintu ia segera berjalan mendampinginya .
Amin masih termenung di tempat .mata coklatnya berkedip beberapa kali menatap kepergian King dan neneknya .
Tidak lama kemudian king kembali setelah mengantar neneknya sampai masuk ke dalam lift .tatapan matanya tertuju pada Amin yang masih bergeming di tempat .
"setelah ini kita harus pergi butik ." ucap King .
"kenapa harus ke butik .? Apa presdir king ingin beli baju ." Amin membalikan badan nya menatap ke arah King .
"Bukan aku , tapi kamu ." ucapking tanpa melihat ekspresi rumit Amin . King kembali duduk di meja kerjanya .
"Bukankah Uti mengundang kamu untuk makan malam ? Sebagai wanitaku , tentu kamu harus bersinar ." Amin mengerucutkan bibirnya mendengar kesombongan Bosnya itu .
***
Untuk menghasilkan penampilan itu , Amin butuh waktu yang cukup lama ,ia menghabiskan waktu hampir kurang lebih tiga jam hanya untuk mendapatkan gaun itu . Semua itu karena King yang terlalu banyak protes , dari warna yang telalu terang , terlalu terbuka .
King terus mengkritik sehingga Amin hampir mencoba pakaian dua puluh stel .
Saat ini mereka berdua telah memasuki restoran blackfores cokelat dengan jalan beriringan . Tidak lupa King menggenggam tangan Amin , jelas kelihatan seperti pasangan yang sesungguhnya dan saling mencintai .
"Presdir King , nyonya besar sudah menunggu di dalam ." ucap Manager restoran . Yang menyambut kedatangan nya dengan hormat di depan lobby restoran . Dengan belasan pelayan yang berjajar di kanan dan kiri menunduk kepala , seperti menyambut kedatangan raja dan ratu .
Restoran itu sebenarnya King bangun untuk kakaknya princes . Ia sudah menyangka bila cintanya kepada kyowo hanyalah cinta monyet . Nyatanya kakak perempuan nya jatuh cinta kepada seorang pemuda yang telah menjanjikan sebuah janji janji manis hingga dia harus hamil di luar nikah .
Dan akhirnya pemuda itu kabur , walau bagaimana kyowo tetap menerima nya apa adanya juga bunda nya safitri , tapi nyatanya pikiran princes sangat dangkal dan suatu hari ia mengakhiri hidupnya bersama bayi dalm kandungan nya .
"Nanti saat Uti bertanya , bila kamu tidak bisa menjawab kamu cukup diam saja ." ucap King berbisik di telinga Amin .
__ADS_1
Sudah sejak siang tadi Amin memikirkan itu , bagaimana bisa ia bersikap tenang . Walau bagaimana ia bukan siapa siapa di sini .semua hanya karena kesalah pahaman .
Padahal niat hati ingin menjauh dari King . Tapi sepertinya situasi berkehendak lain tidak mendukungnya . Semakin ke sini dirinya semakin terjebak .
"Kalian sudah datang , Ayo duduk di sini ."Uti Aisyah tampak Antusias menyambut kedatangan King dan Amin . Ia beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Amin secara langsung .
Amin cukup terkejut saat melihat keadaan restoran kelihatan sangat sepi dan tenang .namun ketika mengingat siapa orang yang berdiri di depan nya , Amin memakluminya semua bisa masuk akal .
Keluarga samudra , jangan kan mengosongkan Blackfores cokelat restoran itu dalam satu malam . Bahkan membeli Blackfores cokelat pun kira bukan masalah .mereka sanggup melakukan hanya dengan beberapa kata saja .
"ayo ayo Amin , cepat makan jangan sungkan , apa yang kamu suka Uti bisa panggil koky handal restoran untuk masak makanan kesukaan kamu ." ucap Uti Aisyah .
Uti Aisyah berharap cucunya cepat memiliki Istri dan saat ini sudah ada calon ,tentu saja dia sangat senang .
Tadi pagi ia datang ke kantor ingin melihat lihat saja secara langsung .ternyata cukup memenuhi kriterianya dan ia langsung menyetujuinya .
Amin sedikit canggung saat pemegang saham terbesar menteng group mengundangnya untuk makan malam . Tiba tiba King merangkul pinggangnya membuatnya terkejut .tapiperlakuan King membuatnya nyaman , tenang dan tidak cemas.
"Amin , kamu tau Uti sangat bahagia saat mendengar litte king aku yang sudah karatan ini mau dekat dengan wanita ."..
"Uti ..
"Diam ." bentak Uti Aisyah .
"Kamu lihat umur uti berapa , Uti punya cucu kembar dua duanya sama tidak cepat menikah dan memberi Uti buyut . Adik dia bernama pangeran samudra dia tergila gila dengan seorang model yang selalu gila dengan karirnya , ngak pengen cepat nikah dan punya anak , takut bodynya akan jelek tidak akan bisa jadi model lagi ."
"Uti bukannya tadi bilangnya mau makan , atau mau sedih sedihan ." potong King .
"hehh...bilang sedih Uti benar benar .begitu besar cintamu pada kakak kembar kamu , sampai kamu dirikan restoran cokelit kesukaan dia ,"
Amin tersentak saat king mengeratkan pelukannya . Saat ia tatap wajah King , king memberinya isyarat ke arah neneknya .
"Uti , Mimin udah lapar lo. Dari siang mimin belum makan ." ucap Amin merajuk .
__ADS_1
"A ..apa .cucu kurang Ajar Uti tidak memberimu makan . ..