REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
17 . aku merasakan kehadiranmu


__ADS_3

"Cucu eyang ." Aisyah segera memeluk badan king .


"Maaf tuan muda , hadiah pesawat pribadi dari tuan George sudah mendarat dan bisa langsung di pakai ." ucap Haris pada king .


"Bagus , persiapkan semuanya biar tak ada orang yang tau kemana aku pergi ." ucap King .


"Baik tuan muda ." Haris segera undur diri .


Aisyah menatap king tidak percaya . Apa yang telah di lakukan oleh anak seusia dia hingga mendapat hadiah pesawat pribadi . Lantas benarkah iq dia begitu setara dengan suaminya Malik .


mereka segera menuju ke bandara , banyak hal yang ingin Aisyah tanyakan pada cucunya tapi melihat sifatnya mirip sekali dengan rafael , Aisyah hanya bisa menghela nafas berat .


Sementara safitri telah memarkirkan mobilnya di parkiran perusahaan menteng group . Safitri merasa heran baru sekali ia datang ke perusahaan itu tapi dirinya merasa seperti telah menguasai seluruh pojok perusahaan dan di mana ia harus memarkir mobil .


"Tok tok ." tiba tiba jendela pintu kaca mobilnya di ketuk oleh seseorang . Safitri menurunkan kaca mobilnya dan ia melihat seorang yang di mana di belakangnya ada Rafael .


" kamu pengawai baru ."


"pak jamal biarkan saja dia parkir di situ ." ucap Rafael kemudian turun dari mobilnya dan langsung melangkah ke lobby perusahaan .


"Pak jamal ," panggil safitri


"Maaf apa salah saya parkir di sini . Karena aku parkir hanya menuruti filing saya saja ." tambah safitri .


"Tidak apa apa , kalau king Rafa mengijinkan .sebenarnya ini adalah tempat khusus parkir nyonya Rey , dan selama ini , King Rafa tidak mengijinkan siapapun parkir di sini ." jawab pak jamal .


"Apa aku melakukan semua karena mata Adik aku ." gumam safitri .


"sudahlah kalau memang Rafa tidak keberatan ." tambah Safitri dan segera menuju ke kantor lantai lima lima . Lagi lagi arah pandangan matanya menariknya menuju ke pantri , dengan santainya seakan sudah terbiasa , safitri membuat secangkir kopi dan dia bawa ke dalam ruangan Rafa .


"Tok tok ..


"Masuk ." safitri segera masuk dengan membawa secangkir kopi . Aroma yang menyeruak menarik pandangan Rafa dari laptopnya dan menatap safitri .

__ADS_1


"selamat pagi pak , ini kopi untuk bapak ." ucap safitri .


Rafael tertegun melihat tingkah safitri , "dia tau kopi kesukaan ku , dari aroma , cangkir dan tempat di kopi aku harus di taruh , siapa dia yang sebenarnya ." gumam Rafael dalam hati .


"maaf tuan apa kopinya tidak sesuai takaran anda ." ucap safitri sambil membenahi letak kaca matanya .


"ehkemm ." Rafael berdehem untuk membuang rasa canggungnya karena kepergok sedang melamun .


"Tidak , sudah pas terimakasih . O ya safitri saya minta maaf , hari pertama kamu kerja saya harus ngerepotin kamu ." ucap Rafael .


"Ada apa tuan ." tanya safitri .


"Hari ini saya ada metting di jogya , jadi saya ingin kamu ikut serta , saya akan beri bonus untuk hari ini ." ucap Rafael .


"Baik tuan , saya akan siapkan berkas berkasnya dulu ." ucap safitri .


"Rafa , apa kamu masih merasakan getaran ini ." gumam safitri sambil jalan menuju ke mejanya .


"Rey , aku merasakan kehadiran mu di sini . Benarkah kamu datang Rey ." gumam Rafael sambil menatap foto ostrinya yang ada di meja kerjanya .


sementara Haris sedang menyambungkan sistem IT ke jam tangan King , tentang percakapan di mana Malik sedang berada di ruangan abdul seorang diri .


"Apa kabar pagimu abdul , kenapa tak cepat bangkit lagi , apa selama ini kamu menganggap hidupmu begitu sengsara di banding aku . Sejak lahir hingga dewasa kamu dapatkan kasih sayang dari bibiku . juga ibu kandungmu secara diam diam , Angel juga wanita yang baik aku berikan padamu , walau dia pernah di lecehkan oleh adikmu .


    Tapi bagaimana dengan diriku , aku di takdirkan lahir di sebuah kerajaan tapi aku terpaksa hidup di pinggir jalanan , setelah aku dewasa di punggut orang untuk kerja jadi kusir , di kerajaan sendiri , tentu kamu tau itu .kekasihku pun di rampas oleh majikan ku , walau aku tetap bisa menikah dengan nya atas bantuan mu , Tapi Alloh tidak memberi aku umur panjang kamu tau , umurku tinggal menghitung hari , aku masih tetap saja pengecut , aku tak berani menemui anak dan istriku juga cucu cucuku .-


"Dokter Malik ." Malik membalik kan badannya ia terkejut ternyata dirinya tidak seorang diri berada di ruangan itu .


"Dokter Diana , bagaimana anda bisa berada di sini ." tanya Malik gugup .


"Karena saya curiga dengan obat yang saya temukan tadi ." ucap Diana .


"Curiga , itu obat pasien , memang kenapa ." tanya Malik .

__ADS_1


"Dokter Malik semua yang anda bicarakan pada putraku , aku mendengarnya dengan jelas . Anda membutuhkan cangkok hatikan . Ambilah hatiku , sebagai permintaan maaf atas sikap putraku pada gadis pilihan anda . " ucap Diana .


"Saya tidak ingin merusak sesuatu yang bagus Dok , jaga baik baik hatimu . Saya ikhlas menerima jalan hidup saya -..


"Tanpa anak dan istri juga cucu yang mengantarmu ." tanya Diana .


"Saya ikhlas asal mereka bahagia ." jawab Malik .


"lllllik ." rintih abdul.


"kemajuan yang bagus kamu bisa memanggil namaku ." ucap Malik .


 sementara zain yang ada di luar pintu segera menuju ke ruangan kerja Dokter hambali . Di sana tidak ada seorang pun . Saat akan kwluar baru ia berpapasan di depan pintu ruangan .


"Dokter hambali ." ucap Zain .


"ya benar , andaaa saya seperti mengenal anda , tapi siapa dan di mana saya lupa ." hambali .


"Ada waktu untuk kita ngobrol..sebentar . " ucap zain . Hambali mengangguk dan mempersilahkan zain untuk duduk .


"maaf nyonya apa kita pernah bertemu . Dan apa.ada yang bisa saya bantu ." ucap Hambali .


"Ya kita pernah bertemu di korea sepuluh tahun yang lalu di rumah nyonya mutmainah . Kenalkan nama saya zain ." hambali melotot .


"Bibi zain , raut wajah bibi , apa bibik sakit ." zain hanya terswnyum tipis dan mengangguk .


"Hambali bibi tau mas malik butuh transplantasi hati kan . Apa aku boleh mendonorkan hati saya untuknya sebelum aku meninggal ."


"bibik apa maksud kamu .aku tidak mengerti . Ya memang paman Malik butuh itu tapi apa yang terjadi pada bibik ." tanya hambali .


"he heeh ... Mungkin ini karma bagi orang jahat sepertiku , dua puluh lima tahun yang lalu bibi mencuri putri paman mu abdul , ternyata dia terlahir buta dan kelainan ginjal , aku ingin menebus kesalahan aku , jadi aku berikan ginjal aku satu padanya . Setelah operasi aku tidak menjalani hidup sehat sehingga ginjal.ku yang tinggal.satu terinfeksi ,dan dokter memvonis hidupku tak lama lagi . Hambali bolehkah hatiku untuk nya ." tanya Zain .


"Tapi bik Ginjal bibik tidak sehat kemungkinan besar ,hati bibik tidak bisa menyelamatkan paman Malik ." ucap hambali membuat zain menjadi sedih .

__ADS_1


"Tapi tolong paman mu , pertemukan dengan anak cucu juga istrinya bibik.tidak ikhlas orang baik umur nya begitu pendek ." ucap zain .


"Kita berdo'a yang baik untuk paman bik ..


__ADS_2