REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
54 iblis berwajah tampan .


__ADS_3

"Kopi , bukan kah ini juga kopi , kenapa harus buat lagi ," gumam amin .


"Jangan hanya bengong di sini ,apa kamu mau di potong gajimu ." ucapan haris tentang gaji yang akan di potong menyadarkan amin dari lamunan nya .


Amin beraksi lebih cepat dari sekor kelinci . Ia segera meraih cangkir kopi buatan Haris dan


Haris mengikuti amin dari belakang hingga sampai ke pantry. Tatapan nya tidak lepas dari gerak gerik yang di lakukan oleh Amin .


"Apa sudah selesai ." tanya Haris ketika melihat amin meraih nampan kosong di meja pantry .


"apa ada yang kurang ?." tanya Amin ,bukan menjawab pertanyaan Haris . Malah melontarkan pertanyaan lain .


Haris segera menggelengkan kepalanya ." Tidak , kalau sudah cepat antar ke ruangan presdir king ." ucap Haris . Amin hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh .lalu pergi meninggalkan Haris yang masih menatap kopi buatan nya sendiri .


"Aneh , aneh sekali . Tidak ada yang berbeda dari cara aku dan Amin membuat kopi , tapi.." haris berdecak pelan , ia mengambil cangkir kopi itu dan mulai menyeruputnya .


Ketika rasa pahit yang khas kopi yang di buatnya membasahi tenggorokan nya , Haris tidak merasakan ada yang aneh , tetap sama dengan kopi pada umumnya . Hal ini sekali lagi membuat ekspresi Haris berubah .


***


Di ruangan nya king menatap jam tangan nya berulang ulang, setiap kali tidak melihat Amin belum juga datang , ia mengerutkan keningnya seharusnya amin sudah sampai beberapa menit yang lalu .


"Wanita ini ." King meraih telepon kantor nya akan menekan nomor telepon , tepat ada suara pintu di ketuk dan masuklah Amin dengan cangkir kopi di nampan nya .


"Pak , ini kopinya ." ucap Amin .


King tidak bergeming ia hanya melirik kopi yang di bawa untuknya . King meraih selembar berkas di mejanya ,dan ia sodorkan kepada Amin .

__ADS_1


Amin hanya menatap berkas itu tanpa.ada keinginan untuk mengambilnya . Raut wajahnya kelihatan bingung , dan seakan sedang berpikir , apa yang harus ia lakukan dengan berkas itu .


karena Amin tak kunjung mengambilnya King melemparnya ke atas meja ." selesaikan malam ini juga , besok pagi sudah harus selesai ." ucap King .


Mata amin melotot sempurna , perlahan ia mulai menelisik berkas di depannya itu dengan menyipitkan matanya .


"presdir king , bukankah perusahaan sudah ada auditor yang bertugas mengaudit laporan keuangan , kenapa..


"kenapa ." king malah ikut bertanya dengan menaikan alisnya .kemudian ia menyeruput kopi buatan Amin .ia memejamkan matanya saat cairan hitam itu mengaliri tengorokan nya .


"kamu terlambat lima menit dari waktu yang aku tentukan , jadi ini hukuman kamu , mau selesaikan malam ini atau aku potong gaji mu bulan ini ."jawab King .


Amin tetap mempertahankan senyum nya pada iblis berwajah tampan itu . Yang sedang menyesap kopi buatan nya yang kelihatan begitu nikmat dan sangat di nikmati .


"Baik saya akan menyelesaikan nya ," ucap Amin dan segera pamit , pergi sambil membawa berkas yang di berikan oleh king . Dia sungguh tidak bisa tingal berlama lama di dekat bosnya itu . Selain menguras emosi ia juga bisa menguras kewarasan nya .


"Apa telah terjadi sesuatu ." tanya Haris yang melihat Amin keluar dari ruangan King dengan wajah murung . Suara Haris yang tiba tiba membuat Amin terperanjat .


Haris mengeryitkan kening mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Amin , karena tidak tau arah bicara dia .. Tapi dia tetap menjawab pertanyaan Amin .


"Sejak umur lima belas tahun , saya menjadi bodyguard nya , saat itu dia baru berumur enam tahun ." jawab Haris .


" hemm.......Pantas saja ." jawab Amin.


"pantas saja , apa ." tanya Haris ..


"Pantas saja , kalian berdua mempunyai kemiripan yang hampir sama , sama sama berwajah dingin , pembawaan angkuh dan nada bicara yang datar ." gumam Amin dalam hari.

__ADS_1


Ingin sekali Amin mengatakan unek uneknya itu , tapi ia sadar begitu susahnya menjadi pekerjaan yang layak dan gajinya lumayan tinggi .jadi amin hanya menggelengkan kepala sambil menggoyangkan tangan nya kepada Haris .


"Hanya tanya jangan di buat pikiran ." ucap Amin .


***


Waktu pulang kerja telah tiba , semua karyawan sudah mulai berberes siap siap untuk pulang , sementara Amin masih setia memelototi layar komputernya dengan di temani oleh beberapa berkas di depan nya , dengan ekspresi yang sangat serius seakan ia sangat menjiwai pekerjaan nya . Dan memiliki totalitas yang tidak di ragukan .


Amin mengerutkan kedua alisnya hingga membentuk dua gundukan . Saat melihat jam di tangan nya menunjukkan angka lima tiga puluh .amin segera mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak bibi indah .ia tidak mau bibi indah khawatir karena ia terlambat memberi kabar .


Setelah mengirim pesan kepada bibi indah , Amin kembali meletak kan ponselnya di meja dan kembali fokus ke komputernya dan berkas berkas di mejanya . Mengaudit berkas berkas itu sebenarnya bukanlah tugas nya sebagai sekretaris .itu hanya karena ulah King yang aneh dan tidak jelas .


"Ini tugas aneh dari bos tampan berwajah iblis , tidak sombong tapi suka mengancam , baru kerja gaji dah mau di potong aja ." gerutu Amin dalam hati .


"Keterlaluan tidak ? Ya keterlaluan padahal aku hanya terlambat lima menit itu karena ngobrol.dengan asisten Haris yang kopi buatan nya tidak di terima ."amin tetap ngedumel dalam hati .


Tapi mana ada dia mau dengarkan alasan aku ,sayang aku tidak bisa melawan , terpaksa deh jam pulang kerja tidak bisa cepat pulang harus tetap di kantor menyelesaikan pekerjaan nya .


....


Waktu berjalan dengan cepat , tidak terasa sudah tiga jam Amin berada di kantor berusaha menyelesaikan tugasnya . Mata sudah terasa berat , kantuk mulai menyerang dirinya . Di tambah di luar juga turun hujan . Hawa dingin menambah suasana semakin ingin cepat tidur . Dalam suasana seperti ini susah buat siapapun untuk tetap terjaga .


"siti aminah , jangan coba coba terbuai oleh dingin nya angin . Kamu tidak boleh tidur . Kamu harus cepat selesaikan tugas kamu ." ucap amin menyemangati dirinya sendiri . Sambil menepuk nepuk pipinya dan melepaskan kaca mata tebalnya . Ia menyemangati dirinya sendiri .


Tak lama kemudian Amin meraih ponselnya ia membuka galery fotonya . Ia melihat kekasih hatinya , semangat dalam hidupnya Maxsim samudra .


"Mama bahagia sayang , kamu hadir dalam hidup mama , walau mama tidak tau siapa papa kandungmu ,tapi mama tetap akan berjuang untukmu ." ucap Amin , ia tersenyum menatap foto foto lucu putranya .

__ADS_1


Melihat senyum polos Maxsim aminah merasa mendapat oasokan semangat yang luar biasa .tapi tiba yiba Aminah menggeleng kepala , senyum nya lenyap seketika .


"Kenapa aku jadi memikirkan dia .tidak senyum maxsim bukan senyum dia , dia hanya iblis berwajah tampan . Tidak akan sama senyum dia dengan senyum putraku ." ucap Amin sambil meletak kan ponselnya kembali ke meja .


__ADS_2