REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
58 bibir mungil


__ADS_3

Langkah king tiba tiba terhenti di depan ruangan kerja Amin .


"Tuan , apa ada yang tertinggal ." tanya Haris .


"Kamu tunggu dulu di sini ." ucap.King lalu melangkah masuk ke ruangan Amin.


King melihat Amin terbaring di atas sofa tanpa.memakai kaca mata dengan rambut terurai sempurna , ini penampilan yang sangat berbeda di mata king .


pandangan king tertuju pada bibir mungil amin . Entah kenapa melihat bibir mungil amin , menginggatkan dia pada kejadian empat tahun yang lalu , dan dia ingin merasakan itu kembali . Ingin mencicipi secara langsung .


Akan tetapi saat ia mencondongkan tubuhnya , amin terbangun . Dengan setengah nyawa yang belum terkumpul , matanya memindahi dari atas ke bawah seakan memproses situasi , satu detik kemudian mata Amin melotot lebar dan berteriak dengan keras .


"Argh.. ..pres ...presdir king kamu .." Amin bangun dari posisinya , sambil berusaha tangan nya mendorong tubuh King .


Naas kekuatan Amin yang baru sadar dari tidur tidak cukup . Membuat dirinya kembali jatuh ke belakang . karena terkejut dan shock Amin ingin mencari peganggan ,namun sialnya pegangan yang ia dapatkan adalah kerah kemeja King . Sehingga mereka berdua sama sama terjatuh ke atas sofa .


"Apa ini cara kamu menggoda Bos ." ucap king dengan senyum tipis melengkung di bibirnya , dengan tatapan yang sangat dalam ke arah bola mata Amin .


Amin menelan ludahnya susah payah dan memalingkan wajahnya ."Ti...tidak ! Ini hanya salah paham , Aku ...hemm saya tidak bermaksud melakukan nya ." ucap.Amin dengan gugup


"Jika begitu ,kenapa kamu tidak melepaskan nya ." ucap King berbisik tepat di telinga Amin .


Kalimat king membuat Amin segera melirik tangan nya yang masih mencengkeram kerah baju king .dengan cepat Amin segera melepasnya .


"Bi ..bisakah anda turun dari tubuh saya ." posisi king berada di atas tubuhnya membuat amin merasa tidak nyaman .


King bangkit dari atas tubuh Amin , dia merapikan kemeja nya sambil berbalik ." Apa kamu takut aku melakukan sesuatu padamu , kamu terlalu percaya diri ." ucap king sambil melangkah pergi keluar dari ruangan Amin . Meninggalkan Amin seorang diri yang merasa sangat kesal .


Dengan tenang King menghampiri Haris yang berdiri di ambang pintu .


"Ayo pergi ." ucap King .


Haris tak bergeming ia melirik Amin yang berada di ruangan . Ia menyaksikan semua dari awal hingga akhir . Sehingga dia tau apa sebenarnya yang terjadi .


"Apa nyonya samudra telah di tentukan , sepertinya aku harus memperlakukan Amin dengan baik dan lebih sopan lagi ." gumam Haris dalam hati .

__ADS_1


Ini adalah pertama kalinya Haris melihat tuan nya melakukan ini kepada seorang wanita . Bahkan dengan para wanita yang sangat cantik di luar sana yang mencoba menarik perhatian nya saja , tuan nya selalu bersikap Acuh tak acuh bahkan tidak perduli .


Sementara dengan Amin , tuan nya diam diam ia ingin mencium nya . Sepertinya nyonya samudra benar benar telah di tentukan .


"Haris ,! Apa kamu hanya akan diam di sana ." suara king menggema membuat Haris tersadar dia mengedipkan matanya berulang kali .


"Ba ..baik tuan , saya datang ." sahut Haris .


***


Pulang kerja Amin mencari Linda di lobby perusahaan . Ia ingat masih ada janji untuk mentraktir Linda karena sudah meminjamkannya baju saat itu .beberapa hari kemarin selalu tidak bisa karena ia sangat sibuk hari ini sedikit santai jadi bisa mengajaknya pergi makan .


Tapi ternyata linda tidak sendiri dia bersama dengan teman nya bernama Reni yang bekerja satu bidang dengan linda .


"Amin kamu mencariku ." tanya linda .


"Iya , aku ada janji denganmu , sekarang aku ada waktu ayo kita pergi sekarang ." ucap Amin .


"Amin , apa tidak masalah kalau aku mengajak Reni ." tanya linda karena merasa tidak enak menyuruh Reni pergi atau menolak ajakan Amin .


Akhirnya mereka bertiga peegi dengan naik taxsi . Amin duduk di kursi depan . Sedangkan Reni dan Linda duduk di kursi belakang .


Saat taxsi melaju Reni tak henti hentinya menatap amin . Dari atas ke bawah kembali lagi ke atas . Dari saat pertama kali bertemu Reni kelihatan tidak begitu suka kepada Amin .tapi terus diam sampai saat ini .


"Linda bagaimana bisa kamu berteman dengan nya ." ucap Reni yang akhirnya buka suara .


""Bukankah dia wanita yang menggoda presdir hingga jadi sekretarisnya di hari pertama dia bekerja .dia bukan wanita baik baik ." lanjut Reni walau dia bicara lirih tapi Amin masih bisa mendengarnya dengan jelas .


Linda tentu merasa risih dan tidak enak dengan perkataan Reni dan segera menegurnya .


"Kamu jangan bicara sembarangan ,mungkin saja berita itu tidak benar ." ucap Linda .


"Selain itu , selama aku mengenal Amin dia adalah wanita yang baik ." tambah linda dengan suara yang juga lirih .


Tapi Reni tetap kekeh." kamu tidak tau saja linda . Ada banyak wanita seperti dia . Di luar saja yang terlihat baik , tapi sebenarnya dia tidak lebih dari wanita murahan .

__ADS_1


"?"


Linda benar benar ingin membungkam mulut Reni pada saat itu juga . Linda melirik Amin dan semakin tidak enak


"ehemm ." Amin berdehem lalu menoleh ke belakang pura pura bertanya pada linda dan reni untuk mengalihkan pembicaraan .


"Kita akan segera sampai , kalian mau pesan makan apa saja boleh , karena aku yang akan traktir ." ucap Amin .


"Terima kasih Min ." ucap Linda sambil tersenyum .


Kontras dengan Reni yang terlihat sinis ." cih..palsu ." ucap Reni dalam hati .


"Linda pesan saja apa yang kamu mau ,jangan sungkan ." ucap amin . Begitu mereka duduk di salah satu meja ruangan sebuah restoran . Amin langsung memanggil Weitres .


Linda sedikit sungkan tapi ia tetap mengambil buku menu yang ada di atas meja .


"Aku pesan spaghetti saja ." ucap linda


"Minuman nya ." tanya Amin .


"Jus jeruk ."


"Reni bagaimana dengan kamu ." Linda ikut melirik Reni yang diam sejak tadi


"sama kan saja dengan kamu ." jawab Reni .


Pesanan telah di catat , weitres pun pergi meninggalkan meja nomer 10 milik Amin . Yang kemudian berubah menjadi hening . Karena suasana berubah menjadi sedikit canggung ,karena tidak ada yang mencoba membuka topik pembicaraan .lind diam , Reni juga diam , begitu pula dengan Amin .


Akan tetapi keheningan itu seketika buyar oleh kedatangan seseorang .


"Aminah ,! Tidak ku sangka kita bertemu dengan kamu di sini ." suara wanita itu yang nyaring membuat semua pengunjung restoran menoleh ke arah mereka .


Sepontan Amin mengangkat wajahnya , dam melihat siapa wanita yang datang menemuinya . Kening amin mengkerut seketika setelah mengetahui siapa wanita itu .


"Amanda , kenapa kamu di sini ."tanya Amin

__ADS_1


Amanda bukan nya langsung menjawab pertanyaan Amin , tapi ia malah memandang amin dengan tatapan sinis .


__ADS_2