
"Bibi kamu istirahat saja , atau temani Maxsim aku akan mandi dulu dan ganti baju setelah itu urusan dapur biar aku yang selesaikan .." ucap Amin dan melangkah pergi ke kamarnya .
Bibi indah dengar apa kata Amin . bibi indah segera menanggalkan apron nya dan menemani Maxsim bermain .
Tepat pukul 7 malam keluarga yang ada di ujung gang itupun datang .
" maaf bibi , kami datang menganggu ." ucap seorang wanita yang menyewa rumah bibi indah .
"Tidak usah sungkan ayo masuk ." ucap bibi indah .
Amin baru saja selesai dengan urusan nya di dapur .ia segera keluar ikut menyambut tamu nya bi indah yang sudah datang . Tapi saat Amin menatap wanita yang sedang mengandeng anak perempuan itu , tatapan Anis tidak bisa lepas dari wajah wanita itu .
"Flor.." wanita itu menoleh saat ada seseorang yang memanggil namanya .
"Amin.." ternyata Amin tidak salah lihat , wanita itu adalah flora teman SMA nya dulu .Amin sangat bahagia ternyata flor masih mengenalinya .
Bibi indah dan Bagas suami Flora menoleh bingung menatap mereka berdua .
"Kalian saling kenal ." tanya Bibi indah .
"Kami teman SMA bi , kita juga satu kelas dari kelas satu sampai tiga . Aku senang sekali Flo masih mengingatku ."
"Ya benar , Amin adalah salah satu siswi yang sangat berprestasi di masa kami dulu ." jelas Flora .
"Baguslah kalau kalian sudah saling kenal . Ayo masuk kedalam , Amin sudah masak banyak untuk kita makan malam ." ucap Bibi indah ramah , mempersilahkan keluarga Flor masuk ke dalam rumah .
Mereka masuk ke dalam dan langsung duduk di meja makan . Sementara Maxsim dan Anggita putri flora dan bagas asyik bermain di ruang tamu .
"Min , aku benar benar tidak menyangka ,kita masih bisa bertemu lagi dan di sini kamu juga sudah mempunyai anak juga .lihat mereka sangat akrap , maxsim sangat menjaga anggita sekali . Delapan tahun kita tidak bertemu , dulu saat kamu pacaran dengan Ridwan dia bwgitu posesif padamu , tapi kami benar benar tidak menyangka , saat Ridwan menyebar undangan ternyata calon istrinya bukan kamu , tapi wanita yang selalu iri dan ingin lebih unggul darimu . Semua teman teman sangat terkejut ." ucap Flor sedih .
__ADS_1
"banyak yang penasaran , apa alasan kalian putus . Karena kalian adalah pasangan yang fenomena di kalangan kita dulu ." tambah Flor .
Amin tersenyum tenang menanggapi ucapan Flor . Tidak ada beban atau penyesalan ia ikhlas dengan takdir yang telah di gariskan oleh yang maha kuasa .
"Itu semua sudah berlalu , dan sekarang kita mempunyai hidup masing masing ." jawab Amin .
Flora mengangguk setuju ." benar semua masa lalu tidak harus kita kenang , kita harus jadikan penyemangat masa depan . ..Oya ngomong ngomong di mana suami kamu , kenapa tidak ikut makan malam ?
Pertanyaan Flora menghentikan aktivitas Amin dan bibi indah seketika suasana menjadi hening . Flora dan Bagas juga saling pandang ." Apa aku salah tanyakan ini ." batin Flora .
"Oohhh Ayah Maxsim masih di luar kota belum pulang . Jadi tidak bisa ikut makan malam bersama ." bibi indah membantu Amin memberikan jawaban pada Flora . Amin belum menikah jadi Bibi Indah hanya menyebut Ayah Maxsim bukan suami .
"Oh masih bekerja ." sahut Flora dan suaminya manggut manggut .
Mereka lanjut gobrol bersama hingga jarum jam menunjukan pukul sembilan malam. Keluarga flora pun pamitan .
***
Amin mengerutkan keningnya . Tidak tau dengan apa yang terjadi dengan ponselnya . Amin mendiamkan ponselnya dan menunggu sampai chat dan pesan masuk semua , dan akhirnya ponsel Amin kembali normal .
Tampak ribuan chat masuk ke dalam ponselnya . chat yang datang dari sebuah group yang tidak amin kenal .ia juga tidak tau sejak kapan ia masuk ke dalam group itu sebagai anggota .
"Alumni SMA menteng samudra ."
Amin membaca nama group itu , keningnya semakin mengerut ia seperti mengenal nama SMA itu ."Ahh ini pasti Flora semalam minta nomer ponsel aku dan dia masukan ke dalam group ini , ia ini pasti ulah Flora menjadikan aku Anggota di group alumni sma dulu ." gumam Amin .
Semalam flor sebelum pulang sempat tukar nomer ponsel dengan nya . Dan di sini flora sebagai admin dari group itu jadi sangat mudah bagi Flora menjadikan dirinya Anggota group .
Amin pun iseng membuka group chat itu .ternyata ketika ia baru saja bergabung ratusan teman nya menyambutnya dengan baik , banyak sapaan dan pertanyaan kabar banyak tertulis di sana . Siapa yang tidak akan menyambut Amin , dulu dia sangat populer sebagai siswi yang pandai , bersahabat cantik .dulu dia juga idola di sekolahan banyak teman laki laki bahkan kakak kelas yang mengejarnya . Walau begitu tidak ada teman perempuan yang iri atau membenci karena semua pria banyak yang mengejarnya .
__ADS_1
Amin tersenyum mengingat masa masa sekolah nya dulu . Tiba tiba ponsel amin bergetar ada seseorang yang menghubunginya . swbuah nomor yang tidak ia kenal .
"Siapa yang menghubungi aku , apa mungkin presdir King .? . Amin mengira itu King yang menghubunginya . Karena pernah sekali King menghubunginya memakai nomor yang tidak ia simpan . Saat Amin berada di taman bersama Maxsim dan bi Indah . Dan ia tidak mau mengangkat mengira itu nomor yang ingin melakukan penipuan .
Tak mau sang penelpon menunggu lama Amin segera mengangkat telepon itu .
"Hallo ..
"Hallo Amin , ini aku ?.
Wajah Amin berubah datar seketika mendengar suara sang penelpon dari sembarang .
"Ridwan , kenapa pria ini selalu menganggu hidupku .? Geram Amin dalam hati .
" Dan darimana ia bisa tau nomorku , apa itu dari group ."..
"Amin tolong jangan matikan telepon nya .Papaku ingin bicara ." ucap Ridwan . Amin memang berniat ingin mematikan telepon nya , dia mengurungkan niatnya saat mendengar orang yang juga berjasa dalam hidupnya ingin bicara .
"Hallo , Aminah apa kamu masih ingat dengan paman Rojak .
Amin diam sejenak dan menghela nafas berat ." Bagaimana mungkin Amin lupa dengan paman . Bagaimana kabar paman ."
"Alkhamdulillah paman baik baik saja . Bagaimana dengan kabar kamu sendiri Nak ." tanya Rojak .
"Baik paman , o ya apa yang ingin paman bicara kan dengan saya ." tanya Amin .
"Tidak enak kita bicara lewat telepon , bagaimana kalau kita ketemuan di restoran saja dua jam dari sekarang paman tunggu di sana , nanti paman kirim lokasi restoran nya ." ucap Rojak .
"Baik paman , saya akan datang ." jawab amin
__ADS_1
Amin menyimpan ponselnya ke dalam tasnya . Niatnya ia akan mengajak anak bermain tapi masalah baru datang .