
Amin sedang berada di dalam taxsi . Berulang kali ia menarik nafas sambil menatap bil makanan yang telah ia pesan di restoran tapi tidak termakan .
"Padahal hanya memesan tiga porsi makanan saja , harganya satu juta . Itu restoran tempat jualan atau tempat perampok . Sungguh aku sangat menyesal ." gumam Amin dalam hati , sungguh ia ingin menangis melihat nominal tagihan di kertas bilnya . Ia mengira hanya akan berkisar antara tiga ratusan ribu saja .tapi ternyata ...
Yang membuat Amin menyesal lagi adalah tidak bisa menikmati makanan nya dan jusnya telah ia siramkan ke pada Amanda .
"Nona kita sudah sampai . Biaya nya enam puluh ribu ." ucap sopir taxsi menyadarkan Amin dari lamunan nya.
Amin segera mengeluarkan uang dari dalam tasnya , dan menyodorkan uang seratus ribuan .
"Apa tidak ada uang kecil nona ." tanya sang sopir .
Amin tersenyum kecut sebenarnya ia masih menunggu uang kembalian dari sang sopir , setelah sang sopir bertanya begitu amin pun menghembuskan nafas pelan .
"Ambil saja pak kembalian nya ."ucap Amin lalu keluar dari taxsi , sang sopir tersenyum dengan hati tidak enak .ia mengikuti amin keluar dari taxsi .
"terimakasih banyak nona , semoga Alloh menganti dengan berlipat ganda ." ucap sang sopir .
Amin hanya tersenyum menanggapi ucapan sang sopir . Ia tau uang di dompetnya tinggal beberapa lembar ,tidak termasuk uang untuk kebutuhan Maxsim, uang kebutuhan untuk Maxsim telah ia simpan sendiri . Amin harus benar benar pandai mengatur keuangan setelah hari ini .
Amin baru saja melangkahkan kakinya dan sudah di sambut oleh putranya yang bermain dengan bibi indah di teras rumah .
"Amin , kamu sudah pulang , hari ini kamu pulang lebih awal ." sapa Bi indah .
"Iya bi , semua pekerjaan sudah selesai , jadi bisa pulang tepat waktu ." jawab Amin .
__ADS_1
Bibi indah mengira jam pulang kerja Amin akan selalu larut malam , bibi indah tidak tau kalau kemarin amin kerja lembur . Sebenarnya pekerjaan selesai tepat waktu maka boleh pulang saat itu juga .
"Mama ! Axsim mau es krim ." maxsim merengek dan naik ke pangkuan Amin yang sedang berjongkok di depan nya . Bahasa maxsim yang masih cadel amin merasa kan sangat lucu di pendengaran nya .
"Maxsim mau eskrim , coba sini mama periksa dulu ." ucap Amin . Seperti tau apa yang di maksud mamanya . Maxsim menarik telapak tangan Amin dan di taruh di keningnya .
"Sudah cembuh , axsim sudah tidak demam , ya kan nenek ." ucap Maxsim minta dukungan kepada neneknya dengan bola mata yang bersinar .
Amin dan bibi indah tertawa dengan tingkah Maxsim . Amin senang maxsim dah kembali aktip tidak terbaring lemah di atas tempat tidur .
"Maxsim hebat dan kuat , baiklah besok mama tidak kerja , kita ajak nenek ke taman jalan jalan sambil beli es krim bagaimana .? "tanya Amin . Maxsim yang mendengarnya bersorak gembira .
"Hoyee es krim ! Alan alan nenek , ita alan alan ." ucap Maxsim sambil tepuk tangan .
***
"Mama es klim ."teriak maxsim .
Mereka bertiga baru memasuki area taman . Tapi maxsim sudah mau makan es klim sambil menunjuk sebuah kedai es klim yang ada tidak jauh dari taman .
"Maxsim , anak mama yang baik dan penurut , ini masih pagi sayang , kita jalan jalan dulu , main sama nenek setelah itu baru kita beli es krim ,bagaimana ." Amin mencoba membujuk putranya yang begitu sangat mencintai es krim entah siapa yang di tiru , sementara Amin sendiri tidak begitu suka dengan es krim .
Amin melihat jam di tangan nya . Waktu masih menunjuk kan jam delapan pagi . Terlalu pagi untuk mengkonsumsi makanan dingin di tambah kekebalan badan Maxsim yang tidak maxsimal . Amin terpaksa harus memberi pengertian pada putranya .
Maxsim tau akan kesehatan nya ia tetap mengikuti ucapan mamanya menuju ke pusat permainan walau bibirnya meruncing ke depan . Amin dan bibi indah hanya tersenyum menatap kelucuan maxsim .
__ADS_1
"Bibi indah duduk saja di sana , biar aku yang temani Maxsim mandi bola ." ucap amin kepada bi indah . Ia menunjuk sebuah kursi di taman itu yang di lengkapi dengan payung besar yang tertancap di tengah meja .
Bibi indah ikut melihat ke arah kursi itu . Tak lama kemudian bibi indah menggelengkan kepalanya . Cita cita dan keinginanya . Di masa muda ia ingin bermain dengan anak anaknya ,tapi Alloh tidak memberinya kesempatan itu .
Sekarang bibi indah bahagia dan bersyukur bertemu dengan amin gadis yatim piatu yang telah ia anggap sebagai putrinya sendiri . Setelah pergi delapan tahun darinya kini amin kembali dengan membawa seorang anak kecil ..Bibi indah sangat bahagia di masa tuanya ia bisa mewujudkan keinginannya menemani cucunya untuk bermain , menjaga dan merawatnya tiap hari .
"Tidak Amin , kamu saja yang oergi istirahat , maxsim biar bibi yang menemaninya ." ucap bi indah .
"kamu duduk dulu , biar Maxsim bibi yang temani dulu , nanti kalau bini sudah lelah kamu gantiin jaga maxsim ." tambah bibi indah yang melihat Amin hanya diam saja .
Amin menatap putranya yang begitu bahagia bermain dengan ratusan bola warna warni , di antara anak anak kecil lain nya yang juga datang bermain bersama keluarganya .
"Baiklah bi , aku akan tunggu di sana . Nanti kalau bibi atau maxsim butuh sesuatu pangil aku ya ." ucap Amin . Dan pergi membawa tas slempang yang berisi kebutuhan maxsim . Susu dan camilan kecil untuk maxsim .
Amin duduk di kursi taman ,tak lama kemudian ia mengeluarkan ponselnya yang sudah berdering berulang kali sejak tadi sambil mengerutu.
"siapa sih hari minggu menghubungi ku , aku juga tidak ada kredit yang perlu di tagih . Jadi siapa yang menghubungi aku ." amin mencoba membuka ponselnya . Untuk melihat sang penelpon .
"Aneh nomor siapa ." gumam Amin . Ada nomor baru masuk yang tidak ia kenal . Sehingga amin merijec nya , ia tidak mau menerima ia ingin menikmati hari liburnya dengan putranya . Setelah seminggu selalu sibuk kerja .
"Apa dia kurang kerjaan banget .ah mungkin orang telpon salah sambung ." ucap Amin sambil menyimpan kembali ponselnya ,tapi..
Drrt...Drrrt..
Ponsel amin kembali bergetar ." siapa sih orang ini ." dengan sedikit enggan Amin mengangkat panggilan masuk itu .
__ADS_1
"Siti aminah .. Ternyata kamu sangat berani mirijec telepon dari Bos kamu . Apa kamu sudah tidak ingin bekerja lagi , mau aku pecat ." omel dari king yang menelpon nya .
Mata Amin melotot lebar mendengar omelan panjang lebar dari penelpon di sebrang .ia hampir tersedak karena terkejut .