
Abdul mengenggam tangan Angel .
"Niat baik zian , apa . Karena dalam koma Abi juga mendengar zian datang meminta maaf , Agar Abi bangun untuk kalian . Karena itu Abi sadar ." ucap Abdulah .
"Niat baik mbak zian ingin mendonor Hatinya untuk Bang malik ,tapi karena ginjal.mbak zian satu satunya sudah tidak sehat , mbak zian berharap di akhir nafasnya ia bisa menyelamatkan Bang malik , dan mempersatukan bang Malik dengan anak dan istrinya ." ucap Angel .
Abdul berpikir zian ingin mendonorkan hatinya berarti Malik menderita kanker hati yang membutuhkan transplantasi hati . Abdul menatap Angel .
"Bantu Abi jalan ,Abi ingin bertemu mereka , Abi harus minta maaf juga memaafkan zian . Tanpa zian Abi tidak akan tau siapa jati diri Abi , dari Rahim siapa Abi lahir ." ucap Abdul ,Angel mengangguk kan badan nya .
***
Dokter Ricard datang menemui Hambali dan king tetap di dalam mobil mayback . Dokter richard terkejut melihat king di sana .
"Dokter hambali ini yang kamu minta ." Dokter richard mengulurkan map itu kepada hambali
"Terimakasih ." ucap hambali dan kembali mengulurkan map itu kepada king . King menerima dan melihat hasilnya
"Bagus , mereka punya kecocokan . " ucap king .
"king terus bagaimana caranya , eyang kamu sudah tergeletak tak berdaya , dia butuh segera ." ucap hambali .
"Paman kita serahkan saja pada Alloh ." ucap king . Mereka bertiga menoleh ke arah lobby yang terjadi kekacauan karena amukan Rojak .
"kalian apa apaan bawa aku ke mari , siapa yang menyuruh kamu , katakan ." teriak Rojak .
"Rojak......brakkk
Sebuah tabrak lari terjadi kepada Abu rizal yang ingin nyebrang menghampiri Rojak , Abu rizal terpental hinga jauh .
"papa ." teriak Rojak dan silvia .
Abdul yang sedang berjalan dengan Angel hampir saja terjungkal di depan pintu ruangan Malik . Begitu juga mutmainah yang baru dari pantri mengambil air tiba tiba tempat air dalam tangan jatuh begitu saja .
"Abi , mama , " teriak Angel .
"Ada apa dengan kalian ." tanya Angel sambil membantu abdul berdiri tegak .
"Tidak tau tiba tiba seperti ada sesuatu yang menghantam hulu hatiku ." ucap Angel.
"Angel , mertuamu Papa mertuamu ."teriak Miranda . Mereka bertiga menoleh ke arah Miranda .
"kak mira bicara apa , siapa Papa mertuaku ." tanya Angel .Mira juga hanya melongo tidak tau siapa nama dia .
__ADS_1
"Maksud kamu abu rizal jailani ." tanya mutmainah .
"Benar Bi , dia kecelakaan tabrak lari di depan rumah sakit ." ucap Miranda .
"bagaimana dia bisa sampai ke rumah sakit ini ." gumam mutmainah
"saya tidak tau bik , Ayo swkarang ke ruang operasi dulu . Mungkin membutuhkan bantuan kalian ." ucap Miranda .
"Apa begitu parah ." tanya abdulah .
"Darah nya memgalir terbuang satu ember .-
"Kak .-
"Benar Angel ." jawab Miranda sambil melangkah pergi . Abdul menunduk kan kepala nya .mutmainah mengelus kepala abdulah .
"Mut ." tiba tiba Diana datang dengan tergopoh gopoh .
"Kenapa ," tanya mutmainah bodoh .
"Itu abu Rojak kemarin di culik orang di bawa ke mari , dan abu jailani menyusul saat mau menyeberang tidak lihat jalan , ya sudah beginilah ." ucap Diana .
"Apa ibu bahagia dan benci kepadanya ." tanya abdullah.
"kenapa kalian masih di sini , ayo cepat ke ruang UGD ." ucap jonathan yang datang menyusul .
***
Sementara princes yang ada di kamarnya mengeluh kepalanya pusing dan dan mengalir darah dari hidungnya .
"Uncel calon suami ." panggil princes lemah .
"iya sayang ."jawab kyowo .
"kepalaku pusing ,uncel ." ucap princes .
"Astaqfirulloh , kamu , hidung kamu berdarah . Aku akan segera menghubungi king ." ucap kyowo .
King yang masih berada di dalam mobil masih berdiskusi dengan hambali .
"paman , golongan darah Abu rizal jailani Rh null , golongan darah paling langka . Dan di keluarga ini hanya aku yang mewarisi golongan darah itu ." ucap king .
"kamu cucu dia . Bagaimana bisa . jangan banyak tanya ." ucap king tak lama kemudian Haris mengetuk pintu mobil .ia menyerahkan dua buah map .
__ADS_1
"Tuan muda , uncel calon suami bilang ,nona princes mengeluarkan darah dari hidung ." ucap Haris .
"Celaka , king kakakmu sudah tidak bisa di tunda ." ucap hambali .
"semua sudah saya atur paman . Dua map itu satu untuk princes dan satu lagi untuk paman Rojak , bila mereka setuju aku akan donorkan darahku sampai tetes darah terakhir aku ."
"King , kenapa kamu bicara seperti itu , paman percaya kalau mereka tau pasti akan sedih dengan pengorbanan kamu ini ." ucap hambali yang di angguki oleh Haris .
Ting ..ponsel hambali begetar .ia melihat panggilan masuk dari rumah sakit .
"Ya saya segera datang ." ucap hambali sambil menutup ponsel ya .
"Kita harus masuk sekarang pihak UGD telah mencari ku ." ucap hambali .
"lakukan sesuai apa yang telah kita rencanakan ." ucap king .
King langsung menyahuti topi topengnya untuk menyembunyikan dirinya dari keluarganya .
***
 safitri yang sedang mengendong pangeran segera menurunkan pangeran saat melihat kedua orang tuanya datang . Ia terkejut saat melihat Abinya juga ada bersama uminya dalam keadaan duduk di kursi roda .
"Abi , umi ." pekik Safitri pelan tapi masih bisa di dengar oleh Rafael . Rafael menatap safitri yang mencium tangan tangan orang tua tua itu . Dan di ikuti oleh pangeran .
Diana segera mengendong pangeran ." Anak tampan siapa namamu ."
"Pangeran samudra nenek ." ucap pangeran .
"Hemm tampan namanya setapan orangnya , nenek bahagia sekali bisa bertemu pangeran . Apa kamu sudah ..
" ehemm ."safitri menatap Diana sambil geleng kepala .
"Abi , kenapa Abi jadi begini , ada apa dengan tangan Abi ." tanya safitri .
"Maafkan Abi ,karena abi telah mengusir kamu dan umi , Alloh membayar kontan kepada Abi , setelah kalian pergi abi sempat koma , setelah sadar Abi stroke ringan ." ucap Abdul
"Dia hanya mengusir anak dan istrinya , langsung di bayar kontan oleh Alloh , tapi masih bisa di pertemukan kembali dengan keluarganya . Terus apa kabarnya dengan diriku , karma apa yang aku terima sedangkan istriku saja sudah meninggal ." gumam dari rafael .
Tak lama kemudian pintu ruangan UGD terbuka .Dokter hambali dan Dokter Richard keluar .
"Bagaimana keadaan Papa saya Dok ." tanya Rojak .hambali melirik Dokter Richard yang mengapit dua buah map di antara lipatan tangan nya . Dokter Richard mengangguk kan kepala .hambali menarik nafas dalam . Ia perhatikan wajah Rojak dan rafael secara bergantian .
"Dok katakan bagaimana keadaan kakek saya , anda hanya menghela nafas tidak menjawab pertanyaan papa saya ." ucap Rafael .hambali menatap Rafael dan kembali menghembuskan nafas dengan berat .
__ADS_1