REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
89 kecuali sebuah keajaiban .


__ADS_3

King cukup puas dengan jawaban Amin , ia segera beranjak dari sofa dan merapikan kemejanya .


"Bersiap siaplah aku akan mengantar kamu pulang ." ucap King .


Amin tidak bisa menolak pada akhirnya dan mengikuti apa kata king yang akan mengantarnya pulang . malam itu Amin di antar pulang oleh King seperti biasa hanya bisa sampai di ujung gang Amin turun dan berjalan kaki untuk sampai ke rumah .


***


Malam itu setelah makan malam bersama Maxsim Amin membawa Maxsim ke luar rumah menyaksikan malam yang bertaburkan bintang . Maxsim sangat bahagia dan bisa membuatnya cepat terlelap .


"Amin , bagaimana dengan lukamu apa masih terasa sakit ." tanya bibi Indah . Yang datang dari dalam dengan membawa swcangkir teh . Setelah teh ia taruh di meja bibi indah mendekati Amin .


"sudah tidak sakit bi , mungkin beberapa hari lagi perbannya sudah bisa di lepas ." ucap amin .


"Apa kamu membawanya ke rumah sakit . Ini seperti bukan perban an bibi deh ." tanya Bibi indah melihat perban itu kelihatan lebih rapi .


"Ia tadi di kantor sempat ke mampir ." tidak berani Amin mengatakan sikap konyol Bosnya . Amin mengusap punggung putranya yang baru berumur tiga setengah tahun itu . Ia tiup tiup wajahnya tapi kelihatan nya Maxsim tidur begitu nyenyak mungkin ia terlalu capek bermain .


"Bibi aku baringkan Maxsim ke dalam dulu ." ucap amin dan berdiri membawa Maxsim ke kamarnya . Pelan pelan ia baringkan putranya itu dan menyelimutinya , ia keluar setelah memberi kecupan di kening putranya .


"Mimpi indah sayang." amin segera keluar dan kembali duduk mendekati bibi indah .


"Sepertinya ada yang ingin kamu ceritakan ." ucap Bibi Indah melihat raut wajah Amin .


"Aku bingung bi ." sambil mengangguk samar , ia meraih secangkir teh yang di siapkan bi indah dengan roti .


"Bingung kenapa ." tanya bibi indah .


Amin berdiam sejenak ia gigit roti yang ada di tangan nya sedikit ." Andai ada seorang pria yang mendekatimu , apa yang akan bibi lakukan , bila bibi ada di posisi aku ."

__ADS_1


Bibi Indah mengangkat alisnya , dan paham maksud amin ." Apa pria itu menyukai kamu ." amin mengangkat bahunya .


"Apa dia tau dengan posisimu sekarang ? Bagaimana dengan Maxsim .? Apa dia mengetahui keberadaan Maxsim ." tambah bibi Indah .


Lagi lagi Amin diam . Bibi Indah menghela nafas ." Amin kamu harus berhati hati dalam memilih pasangan . Pria itu menyukaimu jelas penting untukmu . Tapi yang lebih penting dia harus bisa menerima masa lalumu . Tentu juga harus bisa menerima keberadaan Maxsim . "


Kalimat yang di ucapkan Bibi Indah membuat Amin termenung . Benar ! ia tidak boleh lupa dengan statusnya . Dia wanita dari kalangan bawah , seorang ibu satu anak , sementara King dia seorang Presdir Direktur pemilik perusahaan menteng group .


Sikap dia Akhir akhir ini terhadap dirinya mungkin hanya rasa tertarik yang hanya sementara saja . Ketika dia mengetahui tentang keberadaan Maxsim , dia pasti akan menjauh darinya . Untuk berharap ada sebuah hubungan itu tidak mungkin , kecuali sebuah keajaiban .


Setelah berbincang cukup lama dengan bibi Indah . Amin kini mempunyai pandangan dan pembelajaran baru dalam menjalani hidup.kedepan nya .


***


Keesokan harinya tepat 7 pagi seperti biasa Amin sudah mempersiapkan semuanya . Maxsim juga sudah mandi sudah ia buatkan susu juga .


"Axcim , mama berangkat kerja dulu . Baik baik di rumah nurut apa kata nenek ya . Tunggu mama pulang ." ucap Amin pada putranya .


Bibi Indah datang dari dapur membawa satu kotak makan ." Tadi bibi buat nasi goreng terlalu banyak . Kamu bawa ke kantor ya untuk bekal makan siang kamu ."ucap Bi indah .


"Bolwh bik ." jawab Amin sambil menerima bekal yang sudah di siapkan oleh bi Indah .


"Timun nya sedikit pahit jadi ngak usah di bawa , hanya ada telur dadar sama bawang goreng ." tambah bi indah .


"Tidak apa apa.,bi ." Amin menyimpan bekalnya dan langsung pamitan .


Bi Indah menggendong Maxsim mengantar kepergian Amin .setelah Amin hilang dari pandangan nya bibi indah ingin menutup pintu , tapi arah lain ia melihat wanita tua berpakaian sari datang dengan dua orang pengawal di belakangnya . Memasuki pekarangan rumahnya .


Kening Bibi Indah mengerut , ia tidak jadi menutup pintunya , tapi ia tetap menunggu kedatangan mereka . Dengan jarak yang semakin dekat , bibi indah baru bisa melihat siapa wanita tua itu yang berpakaian muslimah itu .wanita tua yang dia temui di pusat perbelanjaan kemarin .

__ADS_1


"Nyonya , benarkah ini anda . Bagaimana anda bisa menemukan rumah kami ." sapa bibi Indah dengan ramah .


Uti Aisyah tersenyum . Tidak sulit bagi dia mengetahui tempat tinggal bibi Indah . Ia memerintah erik menyuruh orang orang kepercayaan keluarga samudra untuk melacak cctv di mall dan mencari tau plat taxsi yang di tumpangi oleh Bibi indah kemarin .


Dan dari sopir taxsi itulah mereka mendapatkan alamat rumah bibi Indah .


Sejak kembalinya King keluarga menteng merubah marganya menjadi marga samudra bukan lagi menteng . Keluarga menteng telah banyak menorehkan luka di hati keluarga mereka .


"Saya datang untuk.bertemu dengan ..."uti Aisyah diam tidak tau nama anak kecil itu .


"Oh nyonya perkenalkan dulu , nama saya Indah pemilik kos kosan di sini .dan ini bernama Maxsim , mari silahkan masuk kita ngobrol di dalam ." ucap bi Indah .


 Uti Aisyah mengangguk kan kepalanya ." Kita duduk di sini saja ." akhirnya mereka duduk di teras rumah bi indah .


"Maxsim , masih ingat dengan nenek buyut ." tanya Uti Aisyah .


Maxsim berpikir sebentar sambil menaruh jari telunjuknya di dagu sambilmdi ketuk ketukan .kemudian ia menganggukan kepalanya .


"Nenek buyut yang ponselnya jatuh ." jawab Maxsim .


"Ya betul , ponsel nenek buyut jatuh dan Maxsim yang menemukan nya ."ucap Uti Aisyah sambil mengelus kepala Maxsim .


"Anak yang baik mau bermain dengan Nenek buyut ." tanya Uti Aisyah .


Maxsim mengangkat wajahnya menatap bibi Indah seakan minta jawaban .


 "Tentu ,kamu boleh . Tapi ingat jangan terlalu capek ya ." ucap bibi Indah sambil menurunkan Maxsim dari gendongan nya .


Maxsim meraih tangan Uti Aisyah dan ia tuntun ke arah ayunan yang ada di halaman rumah . Wanita tua yang sudah merindukan cicit dari cucunya itu sangat bahagia . Ia mendudukan Maxsim di ayunan dan ia mendorongnya dari belakang .

__ADS_1


Maxsim tertawa histeris . Uti Aisyah sangat bahagia tawa seperti inilah yang ia rindukan . Sejak kepergian suaminya hidupnya kembali hampa . Benar malik mendapatkan donor hati , tapi sebelum masuk ruangan operasi melakukan pantangan dari dokter sehingga hati yang dia donorkan bukan menyelamatkan nyawa malik tapi hanya memberi waktu berkumpul dengan nya beberapa tahun saja .


Erik sopir pribadi Uti Aisyah sangat cemas melihat nya mendorong Ayunan itu , usianya sudah terlalu tua kalau sampai kelelahan dia pingsan .


__ADS_2