
"Tuan ."
King tidak perduli dengan panggilan Haris ia dengan segera membaca tahap demi tahap dari kalimat demi kalimat .
Di mulai dari foto , nama hingga tanggal lahir .
Air muka King terus berubah tidak bisa di prediksi . Ia membaca sekali lagi informasi tentang anak laki laki yang bernama Maxsim samudra usia tiga setengah tahun lahir bulan juni .
"Haris apa informasi ini akurat .?.
Haris mematung beberapa saat ." A...akurat Tuan . Maxsim samudra putra Nona Amin , usia tiga setengah tahun , lahir di jogya pada bulan juni .
King melipat lembaran informasi itu sambil memberi peringatan kepada Haris ." Haris jangan pernah bahas masalah di depan Mimin . Jangan sampai dia tau , kalau kita telah mengetahui identitas dia ."
Haris terkejut dengan sudut pandang Tuan mudanya juga reaksinya yang begitu tenang . Ia sempat khawatir kalau tuan nya akan marah dan kecewa dengan Amin .ternyata Tuan nya masih berusaha menerima keadaan Amin .
"Apakah tuan muda menganggap semua wanita seperti bundanya ," gumam Haris dalam hati .
"Haris , apa kamu dengar ." panggil King dengan nada suara tinggi m
"Mwngerti Tuan ."
"Sekarang kamu boleh pergi ." ucap King .
Haris menundukkan kepala dan berlalu dengan hormat .
Untuk yang kesekian kalinya king menatap kertas di tangan nya .." Maxsim Samudra ..
"Apa karena hal ini dia begitu cemas saat aku mau mengantarnya pulang . ? Aneh rasanya tidak ada rasa marah dan kesal , King juga tidak terusik dengan kenyataan Amin telah memiliki seorang anak .
Tapi yang menjadi pertanyaan di kepala king " siapa Ayah dari anak Amin , sementara status di biodata CV nya Amin belum pernah menikah ."
__ADS_1
***
Di.luar ruangan haris masih tergiang ngiang dengan apa yang di ucap kan oleh king . Dia di minta menyembunyikan masalah ini dari siapa pun termasuk Amin juga . Jangan sampai tau kalau tuan nya telah mengetahui rahasia yang telah di sembunyikan nya .
"Tuan menerima nona Amin apa adanya , tentu ini sangat baik . Tapi bagaimana dengan nyonya besar . Apakah Nyonya besar bisa menerima status nona Amin .? Walaupun sebelumnya beliau telah memberi restu . Tapi dengan fakta baru Nona Amin dengan adanya Maxsim samudra . Sepertinya mustahil nyonya besar mau memberikan restunya .tapi kenapa nama belakang dia sama dengan Tuan muda , takdir atau hanya kebetulan ." gumam Haris
"Ahh kenapa aku jadi ikut memikirkan hal ini . Selama nyonya besar tidak tau hal ini , pasti semua akan baik baik saja ." Haris mengangguk samar seperti ada yang menanyakan pendapatnya .
Akan tetapi baru saja ia akan melangkah tiba tiba ada suara dingin yang menusuk telinganya .
"Apa yang baik baik saja .? Apa yang nyonya besar tidak tau ?!
Punggung Haris langsung berkeringat dingin mendengar suara yang tidak asing . Dengan perlahan tapi berusaha tenang Haris membalikan badan nya .
"Nyo ..nyonya besar anda datang , sejak kapan .?
Uti Aisyah datang dengan duduk di kursi roda yang di dorong oleh Diana . Uti Aisyah berdecak .
"Ha ha ha ha ...." tawa Haris garing . "kalau begitu saya pamit dulu., karena nyonya besar sudah datang , silahkan masuk Tuan muda ada di dalam ." ucap Haris dan segera akan melangkah pergi , tapi Uti Aisyah menghentikan langkahnya .
"Kamu mau pergi kemana , beri tau dulu apa yang tidak aku mengerti ." ucap Uti Aisyah .
Punggung Haris semakin basah , ia tersenyum masam sambil berusaha memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan ." emm ...itu Nyonya besar ....
"Uti kenapa kamu di sini , apa yang kamu lakukan .." Suara King bagai pertolongan untuk Haris , King datang dari belakang Uti Aisyah .
Uti Aisyah memberi kode pada Diana agar di sorong masuk ke ruangan cucunya sambil ngomel ." cucu tidak tau diri , nenek sendiri datang ke perusahaan tidak boleh .?
"Kamu pergi dari rumah begitu saja tanpa kabar ,siapa yang tidak khawatir . Adikmu juga tanpa hujan tanpa angin dia pergi ke jogya mau apa , mau nerusin bisnis di sana .''omel uti Aisyah . Tidak lagi menghiraukan Haris dan membiarkan dia pergi .
King juga memperhatikan Haris , setelah haris pergi dari sana , ia segera menutup pintu ruangan nya .
__ADS_1
"Tidak ada yang terjadi Uti , semua baik baik saja . Apa Uti membutuhkan sesuatu sehingga datang ke sini .?"
"Ya , sebenarnya ada yang ingin Uti bicarakan , ini tentang pesta ulang tahun perusahaan .Kita hitung usia perusahaan dari masa kejayaan Ayahmu hingga dirimu .jadi perusahaan menteng samudra telah berdiri sekitar empat puluh tahun .tapi sayang Ayahmu tidak bisa memaafkan kesalahan nya terhadapmu ,princess dan bundamu .sehingga dia begitu cepat pergi menyusul mereka ." ucap Uti Aisyah sedih .
"Uti apabila kamu tau ,sekarang diriku.ada di posisi Ayah dulu , bagaimana reaksi Uti , Aku sekarang hanya berharap wanita itu adalah Mimin , karena aku melihat anak itu seperti memiliki ikatan yang sama .".
"King..
"Untuk masalah itu , Uti tidak usah khawatir semua sudah di persiapkan ." ucap King .
Uti Aisyah menyipitkan matanya ."Bagus , kalau begitu kamu harus merayakan semeriah mungkin . Dan uti ingin saat pesta ulang tahun kamu memperkenalkan Amin di depan semua orang . Uti ingin kamu segera meresmikan hubungan kalian agar tidak menimbulkan fitnah ."
King mengerutkan keningnya , ia tak menyangka Neneknya mempunyai pikiran yang sama dengan apa yang ada dalam pikiran nya .
"Kenapa kamu diam ? Tidak setuju dengan usul Uti , Aku ingin jadi bujang lapuk , gunakan masa lalu sebagai pelajaran bukan sebagai momok ." Uti Aisyah salah menanggapi ekspresi King .mengira cucunya menolak mengumumkan hubungan nya dwngan Amin .
"Tidak Uti , tentu aku sangat bahagia mengumumkan itu . karena Uti mengusulkan masalah ini,aku juga hanya bisa menuruti Uti , kalau begitu Uti juga harus mengatakan nya sendiri pada Amin ."ucap king tersenyum
"Kenapa bukan kamu sendiri yang mengatakan nya ," bentak Uti Aisyah dengan nada suara yang tinggi .
King hanya mengangkat kedua bahunya , Uti Aisyah mendengus ." Tidak di sangka ternyata kamu juga bisa jadi begitu pengecut , apa kamu tidak berani mengatakan nya secara langsung .? King hanya tersenyum .
"Baiklah demi melihat buyut aku , aku akan membantu mu ,bicara dengan Amin ."
"Diana , ayo kita pergi." Diana swgera memutar kursi roda Uti Aisyah . King segera menahan tangan nya .
" Tunggu uti , sekarang kondisi Uti masih lemah , tidak boleh pergi keluar sembarangan ." ucap King sambil memberi kode kepada Diana yang langsung bisa Diana mengerti..
"Benar , Apa yang di katakan Tuan muda , nyonya besar . Lebih baik kita atur waktu dulu besok atau lusa,akan lebih baik lagi nyonya besar menemui nona Amin tanpa harus duduk di atas kursi roda ,bagaimana ." Diana mencoba ikut membujuk .
Uti Aisyah mengetuk dagunya ." Hemm benar apa katamu . Besok aku akan datang lagi menemuinya di kantor .
__ADS_1