
Ridwan memijat keningnya mendengar ibu dan istrinya yang terus menerus bicara .
"Kalian tidak mengerti siapa pria di samping Aminah ." tanya Ridwan . Silvia menyipitkan matanya .
"memang dia siapa . Bukankah hanya pegawai kantoran biasa ." tanya silvia .
"Sepertinya dia hanya sekelas dengan manager ." sahut Amanda setengah mencibir .
Ridwan berdecak ." Kalian benar benar tidak tau apa apa .Dia presdir Directur utama menteng group . Pewaris perusahaan menteng group ."
Amanda dan Silvia terkejut sampai lupa menutup mulutnya ." King Rafael putra samudra , apa benar tadi itu orang nya ." Silvia menelan ludahnya dengan susah payah . Ia ingat pertanyaan apa yang di lontar kan oleh King . Dirinyalah perusak rumah tangga mereka .
"Mama untuk apa aku berbohong . Dia adalah King samudra putra Almarhum paman Rafael . Sekarang perusahaan kita masih butuh dukungan dari perusahaan dia . Maka itu sejak tadi aku meminta kalian untuk diam ." ucap Ridwan dan pergi meninggalkan mereka berdua .
Silvia mengerutkan keningnya , ia berpikir keras," bagaimana bisa Amin mempunyai hubungan dengan pria seperti King . Apalagi sesuai rumor yang beredar , King samudra sangat Anti dengan wanita ." ucap Silvia .
" kamu benar Mama , King samudra tidak mungkin memiliki hubungan dengan dia . Pasti amin yang menggoda nya dengan memakai tubuhnya ." ucap Amanda dengan tatapan kesal membayangkan wajah Amin sambil mengigit kuku kukunya .
"selain itu dia juga sudah memiliki Anak . mana mungkin king samudra bisa bersama wanita seperti dia ." tambah Amanda .
"anak ." Silvia menatap Amanda .
"Ya , amin sudah punya anak , aku bertemu dia saat di toko mainan saat itu ."
"Jika benar Amin sudah punya anak , mama percaya king tidak tau hal ini . Ketika kita memberi taunya dah dapat di pastikan King akan langsung membuangnya ." Silvia dan amanda saling pandang . Mata mereka berdua berbinar hanya dengan membayangkan rencana mereka . Sudah tidak sabar ingin segera melaksanakan nya dengan secepatnya .
***
Sementara Aminah dan King telah sampai di parkiran dengan tangan king yang masih melingkar di pinggangnya . Amin dengan cepat melepaskan tangan itu dan segera masuk ke dalam mobil .
Untuk sesaat king hanya menatap Amin , dan tak lama kemudian menyusul masuk ke mobil lewat pintu lain .
"Asisten Haris maaf membuat kamu menunggu terlalu lama ." ucap Amin.
Haris hanya tersenyum ringan tanpa mengatakan sesuatu , karena di samping Amin king sudah mengeratkan rahangnya .
__ADS_1
"Kamu hanya meminta maaf kepada nya saja ." sindir King .
Amin segera tau maksud ucapan King ." Presdir king ,maaf sudah menunggu lama dan terimakasih sudah membantu ."
"Aku tidak menerima ungkapan terimakasih secara lisan ." ucap King .
Mata Amin berkedip beberapa kali ." jadi apa yang harus aku lakukan ? Gumamnya pelan tapi masih bisa king dengar .
Dengan sengaja king menunjuk bibirnya . Amin yang tau maksud king langsung tersedak .
Uhuk....
"Nona Amin , di dalam tas ada air mineral ." ucap Haris tanpa melihat kearah Amin. Amin pun segera menoleh dan mengambil air mineral dari dalam tas yang ada di balik kursi kemudi
"Bagaimana ini , apa yang harus aku lakukan ." gumam amin tanpa sadar ia meremas botol air yang ia pegang dan belum sempat ia minum , hingga airnya tumpah .
"ehemm.."king berdehem .
"Kamu sudah memanfaatkan aku sebelumnya , apa kamu tidak mau bertanggung jawab .?
"Oh ayolah ini akan selesai dengan cepat ." gumam amin dalam hati sambil mulai menenangkan diri . Sebelum melakukan nya Amin meminta King untuk menutup mata . King melakukan perintah Amin ,tapi bagi King ungkapan terimakasih itu terlalu singkat .
King mengusap bibirnya dengan tersenyum begitu samar .
" tidak tulus , ulangi ! ." ucap king .
"Ulangi ." amin baru saja mendudukan kan pantatnya dengan tenang .tapi ucapan king barusan membuat tubuhnya bergetar .
"Apa sebenarnya yang dia inginkan ." batin Amin.
"Pejamkan lagi mata kamu ."
Karen sudah seperti ini , Amin tanpa banyak berpikir kembali mendorong wajahnya mendekat kan bibirnya ke bibir King . Tapi saat bibir mereka akan bersentuhan mata King terbuka .
King menahan tengkuk Amin dengan satu tangannya , Amin juga membuka matanya dan ingin menarik wajahnya .
__ADS_1
"Aku akan ajari kamu cara berterimakasih yang tulus ." ucap King memberikan tutorial cara berciuman yang baik . Lagi lagi Amin kesulitan bernafas , King memberinya waktu dan Amin secara bertahap mempelajarinya .
Haris yang paling menjadi orang yang sangat memprihatinkan dalam situasi ini , dia tidak berani bergerak bahkan untuk bernafas pun harus melakukan dengan perlahan dan tenang .
King melepaskan Amin setelah beberapa menit . Nafas Amin memburu dadanya naik turun dan wajahnya memerah seperti buah cery
"Sudah ingat ? Bagaimana cara berterimakasih . Lain kali lakukan seperti hari ini ." King mengusap lembut bibir Amin . Tatapan matanya tertuju pada Haris memberinya tanda untuk menjalankan mobilnya segera .
Amin kembali duduk di tempatnya semula , tapi masih tidak bisa mengendalikan diri sepenuhnya . Seolah pikiran nya masih kosong , sekali lagi hubungan tak jelas ini melangkah ke tingkat yang lebih tinggi .
Amin benar benar bingung , perkataan bibi indah malam itu terlintas kembali di benaknya . King mungkin tertarik dengan nya . Tapi akankah dia masih mau menerimanya saat kebenaran tentang masa lalunya terungkap nanti .? Juga statusnya sebagai ibu tunggal .? Si tambah dengan keberadaan Maxsim . Amin merasa ini.adalah Bom waktu yang sesungguhnya , yang suatu saat akan meledak .
Karena terlalu asyik melamun tanpa sadar Amin ketiduran di dalam mobil . Lagi lagi King dengan sabar menggendong Amin naik ke lantai dua , kedalam kamar pribadinya .
"Kamu mau tidur sampai kapan ? ." gumam King . Tapi gumaman king mampu membangunkan Amin
Amin segera membuka dan mengedarkan matanya , ia sadar dirinya sudah tidak ada di mobil lagi
"Presdir King , bukankah kamu sudah bilang akan mengantar kan aku pulang ." Rajuk Amin dan langsung bangun dari ranjang .King terkekeh dan mencoba membuka tirai jendela kamarnya .
"Lihat lah , apa kamu tidak mendengar nya , Di liar sedang turun hujan sangat lebat ." King menunjukan pada Amin kalau di luar sedang turun hujan .
"Tapi...
"Apa....apa.kamu menyembunyikan pria di rumahmu , sehingga kamu begitu ingin cepat pulang ." king mendekati Amin dengan tatapan tajam dan dalam.
"Tidak.." Amin segera menyangkalnya ." tidak ada pria lain ." tegas Amin.
Maxsim baru berusia tiga setengah tahun jadi tidak terhitung sebagai pria bukan ?.
"Kalau tidak ada , terus kenapa begitu ingin cepat pulang ."
Amin memutar matanya.dan memalingkan wajah ." kenapa pria ini jadi semena mena . Dia bahkan mulai mengurusi masalah pribadi aku ."batin Amin yang kembali naik ke atas ranjang .
Tiba tiba King ikut naik ke atas ranjang ,Amin terlonjak kaget hingga hampir terjatuh ke lantai .
__ADS_1
"pres ...presdir king...