REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
52 , menyaksikan Drama


__ADS_3

Ridwan menggelengkan kepala ." Aku tidak akan lepaskan , selama kamu tidak mau bicara dengan ku ." ucap Ridwan .


Amin baru menyadari sekarang , jika sifat asli Ridwan yang begitu kekanakan , benar benar menjengkelkan .


"Mari kita masuk lagi ke restoran dan kita bicara dengan tenang ." ajak Ridwan yang berhasil membuat Amin terpaku .


Mungkin , ini memang waktu yang tepat untuk bicara dengan jelas , bahwa hubungan mereka telah berakhir . Setelah itu sama sama fokus dengan kehidupan masing masing tanpa harus mencampuri urusan masing masing .


"Baiklah , mari kita bicara ." jawab Amin . Ridwan tertegun sejenak tidak percaya dengan jawaban Amin , ia tidak percaya Amin benar benar mau bicara dengan nya .


Senyum di wajah Ridwan mengembang sempurna dan dalam waktu singkat berubah menjadi semangat .


"Asistens Haris , anda jangan khawatir tentang dia , saya akan mengantar dia kembali ke perusahaan ." ucap Ridwan sambilmenjulurkan kepalanya ke dalam mobil bicara pada Haris . Yang masih setia duduk.di belakang kemudi dengan tangan di atas setir .


Tapi haris tidak menjawab ia hanya melihat tuan nya dari kaca spion , minta jawaban dari tuan nya .


"kita kembali sekarang ." jawab King .


"Baik ." jawab Haris . Amin segera menutup pintu mobil.dan sekilas menatap wajah bosnya yang kelihatan sedikit tidak senang .


"ada apa dengan nya , apa aku telah menyinggung nya ? Gumam Amin sambil menggelengkan kepala , ia tidak mau berpikir yang macam macam . Siapa yang tidak kenal King rafael putra samudra . Yang tiap hari memasang wajah datar , dingin dan arogan . Malah akan kelihatan aneh bila melihat dia tersenyum .


Di dalam mobil King melirik dengan ekor matanya , ke arah Amin dan Ridwan yang mulai masuk kembali ke restoran .


"Jalan ." ucap King mengejutkan Haris dan segera haris menginjak pedal membawa tuan nya kembali ke perusahaan .


***

__ADS_1


Di dalam restoran Ridwan telah memesan makanan , ia melakukan seperti dulu saat ia dan amin masih pacaran . Ridwan sengaja memesan kan semua makanan kesukaan Amin .ia ingin menunjukan kepada amin jika ia masih mengingati semua apa yang wanita itu sukai .


Tapi hal ini malah membuat Amin menjadi risih , tinggal satu ruangan dengan Ridwan .


"Bukan nya kamu ingin bicarakan sesuatu , aku tidak punya banyak waktu dan aku harus cepat kembali ."ucap Amin , sambil memikirkan suasana hati Bosnya yang sangat buruk . Saat tadi melihat nya di depan restoran .meski sudah berusaha untuk tidak memikirkannya .tapi ia khawatir king akan melampiaskan itu kepada dirinya .


Dan amin ingin segera mengakhiri pertemuan itu , tapi malah berbanding terbalik dengan Ridwan yang ingin menahan Amin lebih lama lagi .jika bisa dapat menerima keberadaan nya .


"Ayo kita makan dulu , bukankah ini semua makanan kesukaan kamu ." ucap Ridwan . Dengan telaten mengupaskan udang untuk Amin . Ini cukup mengingatkan Amin pada masa pacaran dulu , dan sesaat membiat Amin melunak .


Tapi tidak selang beberapa saat Amin ingat kalau Ridwan telah beristri , mengingat itu wajah Amin berubah datar .


"Jika kamu tidak ingin bicara , maka biarkan aku pergi ."ucap Amin . Dengan cepat Ridwan menahan Amin yang akan bangkit dari tempat duduknya .


"Baik baik mari kita bicara jangan pergi ." ucap Ridwan memohon .


"Maaf , setelah kamu pergi melanjutkan study mu ke luar negri , aku benar benar kesepian , kamu tau ." ucap Ridwan memulai cerita kisahnya setelah kepergian amin melanjutkan study S1 ke luar negri .Hinga hadir sosok wanita lain dalam hidupnya hingga membuat dirinya terlena .


Di tengah tengah aktivitas dirinya mengejar gelar sarjana , dia masih tetap berusaha mempertahankan hubungan mereka , tapi siapa yang mengira , Ridwan di negara kelahiran nya bersenang senang dengan wanita lain dengan alasan kesepian .


Amin terus memperhatikan acuh dan tak acuh mendengar Ridwan masih merangkai kata kata untuk membuat cerita . Entah itu benar atau tidak ceritanya , itu sudah tidak ada hubungan nya lagi dengan dirinya . Sungguh ia sudah tidak perduli lagi .


Amin menyetujui untuk bicara sama dengan Ridwan karena satu tujuan . Untuk memperjelas jarak di antara mereka selanjutnya .mengingatkan Ridwan agar tidak lagi menganggunya .


"Ridwan , terimakasih masa lalu yang kau berikan padaku , dan yang membuat jarak di antara kita hari ini adalah dirimu sendiri , aku hargai . Dan sekarang kamu telah beristri . Sehingga kelak ku minta pada mu , apabila bertemu lagi dengan ku , anggap saja kita tidak saling kenal ."


"Amin , kamu tau aku dulu sudah terbiasa hidup bersamamu , tiba tiba kamu pergi , kamu tau betapa sulitnya aku menjalani hidup dan hari hariku ." Ridwan terus bercerita . Tentang sulitnya kehidupan dia hinga terpaksa ia harus menikah dengan wanita lain .

__ADS_1


Tapi Aminah tidak perduli . Semenjak ia menerima pesan yang di kirim oleh Ridwan beberapa tahun yang lalu . Amin telah anggap hubungan mereka telah berakhir .


"Ridwan ..!


Sebuah teriakan keluar dari luar ruangan , Amin mengangkat wajahnya lalu melirik Ridwan yang bersikap begitu tenang seperti tidak terpengaruh oleh teriakan itu .


"Abaikan saja ." ucap Ridwan .


Aminpun berusaha mengabaikan nya , akan tetapi pada saat yang sama tiba tiba pintu terbuka dan muncul seorang wanita dengan dres selutut berwarna toska .


"Apa ini urusan yang kamu bilang sangat penting itu .? Bertemu dengan perempuan lain ." ucap amanda dengan mata merah menyala menatap tajam kaarah wanita di depan Ridwan .


" kamu ...." amanda diam seketika , kata katanya seakan tercekat di tengorokan , saat tau siapa wanita yang ada di depan Ridwan .


"Aminah ."


"Amanda ."


Amin tidak percaya dengsn apa yang di lihatnya . Ia mengedipkan matanya berulang ulang .tapi ia masih sulit mencerna apa yang terjadi sebenarnya .


"Kenapa ? kamu terkejut ? Apa Ridwan tidak memberitau mu , kalau Amandalah menantu dari keluarga Rojak yang sesungguhnya ." amanda tersenyum mengejek kepada Amin .


Ridwan marah dan menarik tangan amanda


"Amanda bayu , apa kamu tidak bisa diam ." gertak Ridwan . Amanda meringis menahan cengkeraman tangan Ridwan yang kuat , mata amanda berkaca kaca , dan menatap Ridwan dengan kecewa .


"Ridwan , aku adalah istrimu , sedangkan dia hanya masa lalumu ."ucap amanda

__ADS_1


Ridwan berdecak ." apa yang kamu lakukan di sini ? Bukan nya aku menyuruh kamu untuk tetap di sana , sekarang cepat kembali dan tunggu aku di sana ." Ridwan meninggalkan Amanda di sebuah kafe dan pergi karena ada urusan mendadak .


Amanda telah menunggu Ridwan dua jam Ridwan tidak kembali kembali , dan ponselnya di matikan membuat amanda frustasi , sehingga amanda menghubungi Alex asisten Ridwan .


__ADS_2