REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
68 Temani aku makan malam ini.


__ADS_3

"Bagaimana keputusan dari Ridwan ." tanya king .


"mereka belum bisa memberi keputusan . Kabarnya paman Rizal , Ayah dari presdir Ridwan sedang jatuh sakit . Dan harus menjalani perawatan


di rumah sakit , jadi Presdir Ridwan meminta waktu satu minggu lagi sambil menunggu keadaan paman Rizal membaik ." jelas Haris .


King tersenyum sinis mendengar laporan dari Haris ." kamu percaya , ini pasti hanya akal akalan mereka saja ." ucap King .


"Jadi apa yang harus kita lakukan tuan , apa kita batalkan saja ." tanya Haris .


Saat King akan menjawab pertanyaan Haris , pintu ruangan terbuka dan munculah amin dan kedua penata rias mendampingi amin .


""Presdir King ...Bagaimana menurut anda ?." tanya penata rias dengan sedikit gugup ,walau mereka telah melaksanakan dengan semaksimal mungkin . Tapi tetap harus menanti jawaban dari King , kalau King suka mereka akan aman , kalau king tidak suka maka tamatlah riwayat mereka .


King menelisik Amin dari atas sampai bawah .postur tubuh Amin memang sangat bagus sehingga gaun berwarna Dusty itu sangat bagus di pakai oleh Amin . Hanya kaca mata tebalnya yang sangat menganggu .


"Lepas kaca matanya ." pinta King ke0ada kedua tukang Rias .


Amin melebarkan bola matanya saat penata rias melepas kaca matanya . Dia akan mengatakan sesuatu ,tapi King telah mengusir mereka semua , menyisakan dirinya dan King .


"Kalian semua keluar ." pinta King .


Garis dan mereka berdua segera pergi tanpa menunggu perintah yang ke dua kalinya . Dalam sekejap ruangan itu hanya di isi oleh dirinya dan King . Ini yang membuat Amin semakin tidak nyaman .


Ketika king melangkah maju , Amin akan melangkah mundur , tapi ia lupa kalau di belakangnya adalah dinding .


"A...apa yang akan kamu lakukan .," tanya Amin dengan gugup .

__ADS_1


"Temani aku makan malam ini . Aku butuh pendamping untuk pergi ke pesta ." ucap King .


Amin diam mencerna kata kata King . Amin menggeser badan nya menjauhi King ,yang semakin mendekat ke arahnya .


"Presdir King , kamu bisa mencari wanita lain , untuk mendampingi kamu pergi ke pesta . Karena saya tidak punya pengalaman seperti ini . Takutnya saya hanya akan membuat anda malu ." Amin mencari alasan untuk menolak , walau sebenarnya benar yang ia katakan .


Alasan utamanya adalah Maxsim , Maxsim menunggunya di rumah jadi ia tidak boleh pulang larut malam. .tapi sayang sekali King tidak mau menerima penolakan .


"Kamu tidak perlu memikirkan reputasiku . Yang perlu kamu lakukan hanya pergi ke pesta itu dengan ku ." tegas king .


Amin terus berpikir untuk menemukan alasan menolak ajakan King . Tapi belum juga dia menemukan alasan , king telah menebak isi pikiran nya .


"Lebih baik kamu tidak usah susah susah cari alasan untuk menghindari aku . Itupun kalau kamu masih menginginkan bekerja di menteng group ." King mengeluarkan ultimatum nya , maka Amin juga tidak bisa berkutik .


Melihat Amin yang pasrah , king tersenyum tipis ." untuk sisa hari ini , kamu bisa tetap berada di sini ,tentang pekerjaan sudah di handle semua oleh Haris . Dan anggap saja ini kompensasi untuk malam nanti ."ucap King .


Setelah mengatakan itu king melangkah pergi meninggalkan Rooftop . Setelah kepergian King Amin ingin berteriak sekencang kencang nya . Tapi ia tau itu semua hanya akan sia sia , dari pada membuang buang waktu , Amin mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada bibi indah .


Amin juga sangat bersyukur walau usia Maxsim terbilang masih Balita , bayi di bawah usia lima tahun .tapi Maxsim anak yang pengertian dan menurut . Tapi ada waktunya kala Maxsim sangat cerewet dan mungkin itu akan sangat menganggu bibi indah .


Setelah mengirim pesan kepada bibi indah , amin merasa bosen dan membuka forum group di perusahaan , ada rasa penasaran dengan gosif gosif kantor .


Di mana tadi pagi mereka masih mengatai dirinya , entah sekarang apa yang sedang mereka bahas setelah kejadian di kantin siang tadi .


"Aneh ." ucap Amin .


Forum itu sangat adem ayem tidak ada kehebohan sama sekali , seperti hari hari sebelumnya .komentar komentar yang sebelumnya menyudutkan dirinya pun juga ikut lenyap.swmua telah terhapus .

__ADS_1


"Aneh sekali bukan ? Kenapa mereka menarik semua komentar komentarnya begitu cepat ." ketika amin sedang men scroll postingan postingan yang ada di ruang forum . Tiba tiba ia menemukan satu postingan yang sangat menarik perhatian nya .


Ternyata itu postingan yang di buat oleh King . King memberikan peringatan kepada seluruh karyawan nya .


"Pengumuman


Bagi seluruh karyawan di harap kan berbuat dengan bijak dalam memposting sesuatu . Jangan pernah membuat postingan yang tidak bermanfaat , kalau masih ada postingan yang tidak bermanfaat lagi , saya tidak akan segan segan untuk memecat mereka ." king juga mengklarifikasi ke salah pahaman yang ada akhir akhir ini .


Setelah muncul postingan itu tidak ada lagi yang berani untuk menuliskan komentar .


"Aku pikir dia akan membiarkan gosip itu berjalan begitu saja menyebar luas . Tak di sangka dia malah turun tangan sendiri menyelesaikan semua masalah yang terjadi akhir akhir ini . " amin langsung menutup ponselnya dan menyimpan kembali dengan senyum bahagia .


"Eh tunggu , " tiba tiba ekspresi di wajah amin berubah menjadi rumit .


"Dia melakukan ini , seharusnya bukan karena aku kan ." entah kenapa Amin sangat terlalu percaya diri .Dengan sikap King hari ini yang sangat perhatian pada dirinya . Membuatnya merasa kalau King menaruh perasaan padanya .


"Mana mungkin ,mustahil dia seorang Ceo , sementara diriku siapa , wanita malang , hamil di luar nikah tanpa tau siapa Ayah dari anaknya ." Amin kembali sedih , ia tahan untuk tidak meneteskan air matanya .


Amin sadar King melakukan semua untuk mempertahankan reputasi dirinya juga kebaikan perusahaan juga .


***


Sementara waktu berjalan dengan cepat , jarum jam telah menunjukan pukul enam sore . Amin berdiri menuju ke jendela , ia melihat keluar dan langit juga mulai berubah gelap dan udara sedikit dingin .


Pada saat itu terdengar suara langkah kaki datang dari luar , Amin segera berjalan meninggalkan jendela dan segera duduk di sofa .tak lama kemudian pintu terbuka , dan seperti yang di duga oleh Amin dia adalah King .


Namun King datang tidak seorang diri , dia datang bersama dua orang penata rias tadi . Sambil menenteng sebuah baju yang berwarna mirip dengan baju yang sekarang ia pakai . Mereka berjalan menghampirinya .

__ADS_1


"Nona mari kita ganti baju dulu ." ucap Wanita itu . Tentu saja Amin heran dengan ucapan itu .


" kenapa harus ganti baju kalau baju yang akan di pakai tetaplah sama modelnya . Tapi penata rias itu sepertinya tau apa yang di pikirkan oleh Amin . Dan segera menjelaskan


__ADS_2