REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
42 pria dingin


__ADS_3

Di saat amin sudah pesimis , pintu ruang interview tiba tiba terbuka dan keluar seorang wanita dengan wajah kecewa .


"Siti aminah ."


Bersamaan dengan itu terdengar namanya di panggil lewat pengeras suara .yang terpasang di setiap sudut lorong lobby perusahaan . Amin sangat senang dan merasa beruntung .


Tapi kali ini dia tidak mau berpikir panjang dan menyia nyiakan waktu lagi . Ia segera mengeluarkan map berwarna coklat dari dalam tasnya dan segera masuk ke ruangan interview .


Dua puluh menit kemudian Amin keluar ruangan dengan senyum di sudut bibirnya , yang tentu bisa di tebak bahwa dia mendapatkan hal yang di inginkan .


Dengan latar belakang pendidikan yang di miliki oleh Amin . Dan pengalaman pekerjaan nya juga , susah bagi HRD untuk menolak Amin . Sehingga HRD mempertahankan amin lebih dulu .


Sebenarnya Amin telah melewatkan panggilan pertamanya untuk interview , bersyukur di panggilan ke dua ia berada di tempat dan mampu melewati pertanyaan pertanyaan dan lolos tes dengan sempurna . Mulai besok ia akan bekerja sebagai sekretaris Direktur .ini sungguh berita yang sangat bahagia .


"Hallo bibi indah , aku di terima bekerja di menteng group ." Orang pertama yang Amin hubungi adalah bibi indah . Karena hanya bibi indah lah orang yang dia punya di ibu kota .


"Alkhamdulillah Min , bibi ikut bahagai , bibi akan masak sedikit kita rayakan ini bersama , bekerjalah dengan tenang , bibi akan jaga Maxsim , dia anak yang penurut ." ucap Bi indah dari balik telepon .iya juga ikut bahagia dan ingin merayakan kabar baik itu .


Amin tersenyum lembut mendengar nama Maxsim . Saat pulang ia ingin membelikan sesuatu untuk putranya itu .


" bibi indah sampaikan pada Maxsim , pulang nanti aku akan belikan eskrim kesukaan nya ." ucap Amin .


"es krim vanila mama ." ucap Maxsim dari sebrang , dengan suara cadelnya .dia menyebutkan es krim kesukaan nya . Amin tersenyum tak berdaya .


"Baik es krim vanila , Axsim tidak boleh nakal ya , jangan buat nenek indah capek ." pesan Amin , setelah mengakhiri panggilan nya amin segera mematikan telepon nya dan langsung ia menyimpan nya ke dalam saku celananya . Amin segera ke lobby tempat resepsionis untuk mencari linda dan kebetulan mereka berpapasan .amin pun melemparkan senyuman nya .


"selamat siang linda , terimakasih atas pinjaman bajunya , saya akan kembalikan setelah saya cuci ." ucap amin .

__ADS_1


"kelihatan nya bahagia sekali , interview nya pasti lancar ." tebak linda , Amin tersenyum canggung dan mengangguk .


"ini semua berkat kamu ,yang mau meminjamkan baju padaku , jika tidak ,mungkin interview ini tidak akan berjalan dengan lancar . Oh iya aku ganti dulu bajuku ...


"Tidak perlu ," potong linda .


"kamu bisa kembalikan kapan kapan ,mulai besok kamu kan kamu kerja di sini , jadi kita bisa bertemu setiap saat .apa lagi pakaian kamu kan basah , nanti kamu akan sakit kalau kamu pakai baju basah ." ucap linda .


Amin diam sejenak kemudian mengangguk ." baik lah aku akan kembalikan besok setelah aku cuci " ucap Amin .


***


Keesokan harinya amin telah berangkat ke kantor lebih pagi , jam kantor buka pukul 08 :00 tapi Amin telah sampai di kantor tepat jam 07 : 30. Kebetulan sekali ia bertemu dengan linda di lobby perusahaan . Sekalian ia mengembalikan bajunya linda yang kemarin di pinjam kan padanya .


" Pagi linda ." sapa Amin.


"Tidak begitu juga sih lin . Kan baru kerja banyak yang belum tau ,jadi datang lebih awal jadi tidak akan buru buru ." linda menganggukan kepala .


"oh iya ini lin ,terimakasih , sudah aku cuci kok ." ucap amin .


"Sama sama min ." .


"O iya di mana ya ruang Director Adi suyono ." tanya Amin . Kemarin pihak HRD memberi tau dirinya akan bekerja sama dengan Director Adi , tapi mereka tidak memberi tau amin di lantai berapa tinggal .


"oh Director Adi ada di lantai 49 ." ucap Linda .


"terimakasih ya lin ." Amin segera pergi dan menuju ke sebuah lift di sana ada dua baris lift . Ia tidak tau kalau dua lift itu di khususkan untuk karyawan dan untuk pejabat tinggi . Dan sialnya amin menekan tombol lift khusus pejabat tinggi .

__ADS_1


Saat linda melihat Amin salah masuk lift ia keluar dari meja kerjanya . Tqpi tatapan matanya melihat bayangan pria tampan pakai tuxedo hitam , baru saja melewati masuk kedalam pintu perusahaan .


Dengan langkah kaki yang tegas , rahang yang menawan serta tatapan yang sedingin malam , membuat linda terpaku di tempat dan membungkuk memberi hormat .


"selamat pagi presdir King ." ucap Linda .


King hanya melirik sebentar menatap linda tanpa menghentikan langkah kakinya . Atau sekedar merespon sapaan linda . Dengan ekpresi dingin ia berjalan menuju ke lift . Walau demikian linda tetap senang dan bangga karena presdirnya yang terkenal Arogan itu mau meliriknya .


Bagaimana tidak , pria yang menjadi idola seluruh wanita seibu kota itu mau meliriknya berarti dia menganggap dirinya ada . Bahkan belum tentu artis dan model papan atas akan mempunyai nasib seperti dirinya .yang hanya profesi sebagai resepsionis .


"Sudah tampan , kaya raya dan berkharisma lagi ..." linda menatap King dengan kagum . Hatinya berbunga Ia berharap suatu hari nanti ada pria yang mungkin setara dengan king yang mampu mendampinginya .


"Hah... Sayangnya semua hanya hanyalan ku saja ..." gumam Linda dengan menghela nafas , tiba tiba ia ingat dengan amin , wajahnya membeku seketika .


"ah tidak ..Amin ." pekik linda dalam hati .


Sementara Amin yang telah berada di dalam lift telah menekan angka 49 berulang kali tapi sepertinya tidak berfungsi .pintu lift tidak kunjung tertutup . Sempat terbersit dalam pikiran amin kalau lift nya sedang bermasalah . Hingga sebuah suara bariton berdengung di telinganya .


"Apa yang kamu lakukan di sini ." Amin segera menutup kedua telinganya . Ia melihat seorang pria berbadan tinggi warna kulit sawo matang kumis tipis dengan rambut yang klimis yelah berdiri di depan .


Amin baru mengangkat wajahnya setelah telinganya sudah normal kembali . Amin terkejut melihat laki laki di depan nya yang tiada lain adalah Haris .sopir mobil yang mencipratkan air jalanan ke badan nya kemarin .


Haris sendiri juga sempat terkejut melihat wanita di depan nya adalah wanita culun kemarin yang ada masalah dengan dirinya . Haris masih ingin bicara tapi niatnya urung saat mendengar bunyi ponsel berdering .


Haris menoleh ke belakang melihat King yang sedang bicara lewat telpon , sepertinya telepon yang sangat penting , dan king memberi isyarat padanya agar segera masuk ke dalam lift , Haris tau apa maksud bisnya ia segera mengeluarkan kartu ID nya untuk mengaktifkan kinerja lift .


Amin terbelalak matanya , setelah melihat Haris mengesekkan kartu itu . Liftpun langsung bekerja .

__ADS_1


__ADS_2