
Ting.. Tong..
Ting.. Tong..
Bel penthouse Reynald berbunyi nyaring. Namun ternyata sang pemilik masih setia memeluk guling di atas kasur nya yang empuk dan nyaman.
Ting.. Tong..
Ting.. Tong..
Terdengar kembali bel pintu berbunyi berkali-kali. Reynald menggeliatkan tubuh nya lalu memeriksa jam weker yang berada di atas nakas dan terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
Reynald kembali meraih guling dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya yang kedinginan karena tersorot langsung AC.
Ting.. Tong..
Ting.. Tong..
Terdengar lagi bel berbunyi hingga membuat Reynald kesal bukan kepalang dan melemparkan bantal guling dan selimut ke sembarang arah. Ia lantas segera beranjak dari kasur dan melangkah keluar kamar dengan mengumpat.
"Sialan.. Siapa yang berani datang ke penthouse ku tengah malam begini dan mengganggu tidurku!". Reynald menggerutu seraya menuruni tangga ke lantai 1 penthouse nya.
Ketika Ia menginjakkan kaki di lantai 1, lampu utama pun segera menyala dan menerangi seluruh ruangan. Reynald langsung saja menuju pintu utama.
Reynald membuka pintu dengan raut wajah kesal. Namun mendadak Ia tertegun ketika melihat siapa yang berada di balik pintu penthouse nya tengah malam begini hingga mengganggu tidur nya.
Reynald tak berbicara sepatah katapun. Lidah nya kelu dan pikiran nya hilang entah kemana. Ia hanya menatap sesosok manusia yang ada di hadapan nya saat ini yang sedang tersenyum manis. Senyuman yang sangat Ia rindukan.
"Rey...." Ucap orang itu.
Satu kata saja yang terlontar dari mulut nya membuyarkan lamunan Reynald. Reynald mengusap wajah nya kasar. Ia berharap saat ini tidak sedang berhalusinasi. Namun berkali-kali Ia mengerjapkan mata, sosok itu nyata ada di hadapan nya.
"Kau... Ya Tuhan Clara.. Apa ini benar diri mu?" Reynald terperangah ketika kesadaran nya kembali penuh
"Boleh aku masuk?". Tanya Clara seraya tersenyum.
Reynald melangkah ke samping mempersilakan Clara masuk dan kemudian menutup pintu penthouse nya.
__ADS_1
Keduanya berjalan hinga ke ruang tengah. Hanya ada keheningan yang tercipta antara mereka berdua. Namun Reynald sungguh tidak bisa menahan nya lagi. Pria itu lantas menarik Clara ke dalam dekapan nya dan menyalurkan berjuta rindu yang di alami nya selama 5 bulan ini.
Clara membalas pelukan Reynald dan wanita itu menangis tersedu. "Maaf.. Aku minta maaf karena telah meninggalkan mu selama beberapa bulan ini, Rey.." Ucap Clara.
"Tak apa.. Kau sudah kembali.. Kau sudah bersama ku lagi. Itu sudah cukup". Ujar Reynald seraya menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Clara dan menghirup aroma tubuh wanita itu yang selalu Ia rindukan.
"Aku rindu padamu.." Ucap Reynald.
Clara melepaskan pelukan Reynald dan menatap pria itu dengan sendu. Reynald mengusap bekas air mata yang membasahi pipi kekasih nya dan tersenyum tipis.
"5 bulan aku tidak bertemu dengan mu, kau semakin cantik". Ucap Reynald memandangi wajah Clara.
Clara menatap Reynald dengan intens dan mendekatkan bibir nya ke bibir Reynald dan Cup!. Clara melabuhkan sebuah kecupan singkat pada Reynald.
Sontak saja Reynald menarik kepala Clara dan mencium wanita itu lagi. Reynald mencium nya dengan lembut dan penuh perasaan. Sentuhan dan gerakan lembut itu memberikan gelenyar nikmat pada keduanya hingga Reynald pun *3*****, m3nyesap dan menggigit pelan bibir Clara.
Reynald beranjak berdiri dengan perlahan seraya menarik tubuh Clara berdiri bersama. Bibir kedua nya masih bertaut seraya berjalan pelan melangkah menuju ke lantai dua.
Di dalam kamar Reynald mendorong pelan tubuh Clara hingga terlentang di kasur nya. Reynald melepas kaus yang melekat di tubuh dan melemparnya ke lantai. Ia lalu merangkak ke atas tubuh Clara dan mencium nya kembali dengan n4fsu.
Reynald menjelajah leher Clara. Memberikan kecupan-kecupan kecil yang berhasil membuat Clara mend3sah nikmat.
Reynald melepas pengait nya dan terpampang lah gunung kembar dengan pucuk yang sudah keras. Tanpa menunggu lama Reynald segera menghisap salah satu pucuknya dengan rakus seperti bayi yang kelaparan.
Salah satu tangan nya memainkan pucuk sebelah nya. Memutarnya, memilinnya dengan gerakan jari-jarinya.
"Hhmmmmpphhh...." Clara mend3sah kenikmatan tatkala merasakan lidah Reynald memainkan pucuk gunung nya dengan lihai. Merasakan lembut nya lidah pria itu menari-nari dan kadang menyesap nya dengan gemas.
Kini salah satu tangan Reynald mulai menjalar ke bawah menyelinap ke dalam rok Clara. Ia menaikkan rok nya hingga ke pangkal paha dan membuka dalaman yang melindungi sebuah hutan belantara. Oh tidak.. Bukan hutan karena milik Clara benar-benar licin tanpa di tumbuhi satu pohon pun.
Jari Reynald mengusap-usap bagian paling sensitif di sana membuat Clara menggelinjang nikmat sekaligus geli. Pria itu memasukkan satu jari nya ke dalam kawah hangat itu sedangkan mulut nya tetap bermain di pucuk gunung yang kenyal menggemaskan.
Reynald memainkan jarinya maju mundur dan sesekali memutar nya dengan lembut.
"Ohh.. Tidak.. Rey.. Astaga..." Racau Clara sudah dilanda penuh kenikmatan.
Reynald menarik jari nya dari kawah hangat tersebut dan memberikan nya pada Clara. Wanita itu lantas saja menyesap jari Reynald dan merasakan cairan diri nya sendiri. Melihat itu Reynald sudah tak sabar lagi. Ia pun melepas boxernya dan segera mengambil posisi di atas tubuh Clara.
__ADS_1
Jleb!
Senjata Reynald sudah memenuhi kawah hangat yang selalu di rindukan. Reynald memompa tubuh nya dengan tempo teratur membuat Clara mend3sah hebat.
"Aahh.. Ini nikmat sekali Rey.." Racau Clara seraya mengalungkan tangan nya di leher Reynald.
Reynald mempercepat tempo gerakan nya membuat Clara semakin tak karuan. Reynald merindukan wanita yang berada di bawah kungkungan tubuh kekar nya. Reynald merindukan tubuh wanita ini. Reynald merindukan segala hal yang ada di diri wanita ini.
Reynald dengan cepat membalikkan posisi Clara menjadi tengkurap dan pria itu lebih cepat memompa senjata nya keluar masuk kawah hangat yang memberikan remasan demi remasan pada senjata nya.
"Aahh Clara.. Aku mencintai mu". Ucap Reynald seraya memejamkan mata saat memuntahkan lahar kental nya di atas tubuh Clara.
"Aku mencintai mu.. Sungguh.. Jangan pergi lagi dariku".
"Aku mencintai mu.. Clara.."
"Clara.."
"Clara.."
"Tidak.. Claraaaaaaa!!!!".
Reynald berteriak hingga terbangun begjtu saja. Matanya berlarian kesana kemari mencari sesosok wanita yang tadi bersamanya. Nihil. Tidak ada siapapun di kamar nya. Reynald mengusap wajah nya kasar.
"Sial.. Apa kah aku bermimpi? Tapi tadi terasa nyata sekali.." Reynald bergumam sembari menarik rambut nya frustasi.
Reynald lalu menghempaskan selimutnya dan segera beranjak dari kasur. Namun baru selangkah Ia segera menyadari ada yang mengganggu diri nya.
Reynald mengusap boxer nya yang terlihat basah. Ia mengerutkan kening. "Apa kah aku ngompol?".
Reynald membalikkan selimut untuk melihat sprei nya namun tak ada bekas apapun di atasnya. Reynald lalu mengusap lagi boxer nya dan segera mencium aroma nya.
"Bau pandan?". Reynald blank..
"Sialan Clara.. Bahkan kau tidak ada pun masih membuat senjataku mengeluarkan lahar nya hanya dengan memimpikan mu. Sial! Sial! Siaaaallll". Reynald mengumpat seraya melangkah menuju bathroom untuk segera mandi.
•••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡•••••••••••
__ADS_1
Dukungannya doonggsss..
Like, komen dan tambah ke favorit ya!