Reynald Sang CEO

Reynald Sang CEO
Bab 6


__ADS_3

Pukul 5.30 pagi, Reynald sudah berganti pakaian dari piyama menjadi setelan pakaian training. Dia beraiap untuk pergi berolahraga lari pagi ini seorang diri. Ini lah yang selalu di lakukan olehnya setelah kekasihnya, Clara meninggalkan diri nya secara tiba-tiba.


Ia tidak memilih lari dari rasa frustasi dengan minuman keras atau mengunjungi tempat hiburan setiap malam. Ia justru memilih untuk melelahkan tubuh nya melalui berolahraga dengan intensitas yang tinggi. Reynald, bukan lah pria yang polos.


Dengan jabatan nya sebagai seorang CEO, Tentu saja Ia mengenal minuman keras dan sesekali meminumnya hanya ketika momen tertentu dengan para kolega bisnis. Ia juga terkadang berkumpul dengan teman di sebuah club elit. Namun logika nya masih berjalan dan mengatakan, Ia tidak cukup bodoh untuk merusak diri nya sendiri dengan bermabuk-mabukan setiap hari karena di tinggal kekasih.


Reynald kemudian meninggalkan penthouse nya dan segera menuju lift. Security yang melihat Reynald pun menyapa dengan segan ketika sang pemilik satu-satu nya penthouse di gedung tersebut melewatinya. Reynald hanya mengangguk tipis.


Di luar gedung, dengan cahaya yang masih cukup temaram namun sudah cukup menerangi. Reynald merentangkan tangan nya dan menghirup udara pagi sebanyak yang Ia bisa hirup.


Ah.. Aku butuh udara seperti ini setiap harinya!


Reynald menadahkan kepala nya ke atas dan menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya.


Reynald segera berlari kecil ke arah trotoar. Ia sungguh menikmati momen sendiri seperti ini tanpa siapapun yang menemani, tanpa pekerjaan yang membebani dan tanpa pikiran frustasi mengenai Clara, sang kekasih.


1 jam sudah Ia berlari berkeliling di sekitar Central Business District. Ia tak pernah berlari jauh dari gedung apartemen karena kuatir akan ada yang mengenalinya.


Reynald lalu kembali ke penthouse dan segera membuka kaus training yang membalut tubuh kekar nya. Ia pun melepaskan celana nya dan segera melemparkan keduanya ke dalam keranjang laundry. Hanya memakai boxer ketat Ia pun naik ke lantai dua penthouse untuk menuju kamar pribadi dan segera mandi.


Tak lama kemudian, Ia turun kembali ke area pantry untuk membuat cappucino. Ia meraih ponsel yang di taruh nya di atas meja dan menekan nomor seseorang.


"Ndre, bisa kau gantikan aku untuk pergi rapat hari ini dengan Marick Company?". Ucap Reynald setelah telepon terhubung.


"..................."


"Tidak.. Tidak.. Kau hanya perlu meninjau progress project nya saja. Kau tidak perlu mengambil keputusan apapun, tenang saja". Ujar Reynald lagi.


"............."


"Ok.Terima kasih!". Reynald pun segera mengakhiri sambungan telepon.


Satu masalah teratasi...lalu sekarang.... hmmmm


Batin Reynald seraya lanjut menghubungi seseorang lagi.


Reynald melangkah ke arah balkon penthouse nya seraya membawa secangkir cappucino yang telah di buat tadi dan tangan kiri sedang menggenggam ponsel yang di tempelkan ke telinga menunggu seseorang unfuk mengangkat panggilan nya.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali kau jawab telfon??". Ujar Reynald kesal setelah panggilan terhubung.


"................."


"Satu jam lagi datang ke penthouse ku! Aku sedang malas datang ke kantor hari ini".


"..................."


"Jangan lupa kau bawa dokumen yang harus aku tanda tangani!".


Klik! Reynald menutup telfon begitu saja. Di simpan nya ponsel ke atas meja bundar dan Ia menyeruput pelan cappucino seraya memandang sejauh yang Ia bisa pandang.


Flashback


"Rey.. Apa arti diri ku untuk mu?". Tanya Carla ketika mereka selesai dengan kegiatan panas di malam hari.


Reynald mengerutkan kening tak mengerti dengan pertanyaan Clara. "Tentu saja kau kekasihku. Untuk apa kau menanyakan nya?".


Clara tersenyum yang di lihat oleh kedua mata Reynald merupakan senyuman termanis yang pernah Ia lihat dari seorang wanita.


"Apa kah kau akan menikahiku?". Tanya Clara lagi.


"Aku mencintai mu..." Ucap Clara seraya menenggelamkan kepalamya ke dalam dada bidang milik Reynald.


Reynald mengusap kepala kekasih nya itu dengan lembut. "Aku berkali-kali lipat mencintai mu..."


Flasback Off


Prraaangggg!!!


Bunyi gelas yang beradu dengan tembok dan pecah cukup memekakkan telinga. Reynald menatap nanar pecahan gelas yang tidak bersalah itu. Hati nya sungguh tidak karuan jika Ia mengingat kembali kilasan masa lalu bersama Clara.


Sulit....


5 bulan sudah berlalu dan segala usaha telah Ia coba. Namun tetap saja Ia belum menemukan titik terang di mana keberadaan wanita itu.


"REYNALD! Astagaaaaa kau ini benar-benar!". Renata yang baru saja datang dan melihat pecahan gelas berserakan juga tembok putih yang kini bercorak cokelat karena cappucino benar-benar menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Mau berapa lusin lagi gelas dan piring yang jadi korban mu?". Tanya Renata lagi.


Ia merogoh ponsel dari dalam tas nya dan menelfon seorang cleaning service pribadi yang selalu membersihkan penthouse milik Reno setiap hari nya namun di saat sang tuan rumah tak berada di tempat.


"Cepat datang ke penthouse". Ujar Renata singkat dan langsung mengakhiri panggilan telfon.


"Apa kah ada kabar terbaru mengenai Clara?". Tanya Reynald tanpa melihat ke arah sepupunya.


Renata pun duduk di kursi sebelah Reynald dan menghembuskan napas nya. "Belum ada".


"Kira-kira kemana dia, Ren? Aku sudah memikirkan banyak tempat yang mungkin akan dia datangi untuk menenangkan diri dari rutinitasnya, tapi tak ada satupun jejak nya di semua tempat itu". Reynald menoleh dan menatap Renata dengan redup.


"Ini sudah 5 bulan, Rey. Lepaskan saja dia.. dengan begitu hidup mu akan lebih tenang".


"Bagaimana biss semudah itu..." Ujar Reynald menggerutu.


"Kau tidak pernah tau bagaimana rasanya jatuh cinta karena kau masih jomblo. Clara adalah wanita pertama yang membuat ku jatuh cinta dan kami telah bersama 3 tahun. Tidak ada wanita lain yang bisa menandingi banyak nya memori ku dengan dia". Lanjut Reynald.


"Aku memang jomblo. Tapi, aku tidak bodoh. Wanita yang mencintaimu tidak akan mungkin meninggalkan mu begitu saja!" .Ujar Renata gemas pada sepupu nya..


"Ahh.. sudah lah! Jika aku di minta datang ke sini hanya untuk melihatmu meratapi nasib, lebih baik aku pergi". Renata pun bangkit dari duduk nya.


"Tunggu". Reynald menahan.


"Apa lagi? Oh ya aku lupa.. dokumen yang harus kau tanda tangani...." Renata menyerahkan sebuah map berwarna hitam pada Reynald.


"Sudah selesai kan tugasku? Nanti akan ada cleaning service yang datang sebentar lagi untuk membersihkan ulahmu ini".Ujar Renata.


"Tolong kau atur 1 pertemuan tambahan di jadwalku". Ucap Reynald tiba-tiba.


"1 pertemuan dengan siapa maksudmu?".


"Anggi.. Ya... Namanya Anggi". Ucap Reynald mengangguk-angguk seraya mencoba mengingat sebuah nama.


Renata mengerutkan kening. "Anggi? Anggi mana maksudmu?".


"Anggi.. Si gadis menyedihkan. Mahasiswi yang datang ke kantorku".

__ADS_1


•••••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡••••••••••••••


Like, Komen, dan tambahkan ke favorit ya!😘


__ADS_2