Reynald Sang CEO

Reynald Sang CEO
Bab 81


__ADS_3

"Lepaskan tanganku, Rashaad! Kau mau membawaku kemana?!". Ujar Anggi berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Rashaad, namun pria itu malah semakin menggenggam erat dan menarik pelan tubuh Anggi agar mengikutinya.


Tak lama Anggi menyadari kalau Rashaad membawanya kembali ke lantai 31, di mana kamar hotel Rashaad berada. "Duduklah". Ujar Rashaad saat keduanya sudah masuk ke dalam kamar.


Bukannya langsung duduk, Anggi berdiri melipat kedua tangannya seraya menatap Rashaad dengan tajam. "Rasanya situasi kita saat ini bukan untuk sekedar mengobrol santai. Kamu harus menjelaskan padaku tentang perkataanmu di hadapan para orang tua tadi!". Sungut Anggi kesal.


Rashaad mengangguk-anggukkan kepala. Ia yang sudah duduk lantas berdiri menghampiri Anggi dan menarik bahu Anggi pelan untuk segera duduk berhadapan dengan dirinya.


Rashaad menatap Anggi dengan tatapan yang tak pernah Anggi lihat selama ini. Tatapan kalut terbalut kesedihan dari seorang Rashaad yang selalu ceria.


Anggi merasa situasi di antara dirinya dan Rashaad sangat asing. Belum pernah situasi aneh seperti sekarang terjadi antara dirinya dan Rashaad. Keduanya jarang bertengkar, jarang ada hal yang membuat Anggi dan Rashaad berbeda pendapat.


Anggi tak melepas tatapannya ke arah Rashaad. Menunggu pria itu membuka suara. Rashaad hanya menoleh sekilas melihat Anggi lalu membuang lagi pandangannya ke sembarang arah. Terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Rashaad...." Panggil Anggi tak sabar melihat sikap diam Rashaad.


Rashaad menghela napasnya pelan sampai akhirnya berkata, "Aku melihat kau dan Reynald di pantai malam itu".


"Dan seharusnya kau tidak perlu tahu soal ini..." tambahnya lagi.


Deg!


Jantung Anggi berdegup kencang. Sedikit demi sedikit semuanya mulai membentuk gambaran yang jelas. Menjawab sikap Rashaad yang terlihat berbeda dua minggu terakhir ini.


Rashaad menelisik raut wajah Anggi yang berubah pucat pasi. Seperti membaca pikirannya, Rashaad lalu berkata, "Akhirnya setelah aku melihat kalian berdua malam itu, pagi hari aku bertemu dia di kantorku, aku merasa dia selalu berubah saat aku menyebut tentang kau..."


"Kau tahu kan aku orang yang sangat penasaran? Sampai akhirnya aku menelfon dia beberapa hari kemudian setelah kunjungannya ke Abu Dhabi dan kami sepakat bertemu di negaramu sekaligus mengurus perjanjian kerja sama dengan tim legal".

__ADS_1


"Jadi kamu tahu.....?"


Rashaad mengangguk seraya tersenyum kecil. "Reynald pria yang baik. Dan kau mau tahu apa yang dia katakan padaku saat aku berkunjung ke Jakarta?".


Anggi menggeleng dengan ekspresi "Peduli amat, aku tidak mau tahu".


Rashaad terkekeh pelan. "Dia bilang kalau aku harus menjagamu dengan baik. Dia merasa tenang setelah mengetahui seperti apa orang yang akan menikah dengan Anggi-nya..."


Anggi terperangah, tidak percaya mendengar Rashaad berkata seperti itu.


"Dan kalau aku mau jujur, aku juga sebetulnya ingin tahu tentang Reynald.. Cinta pertama dari perempuan yang paling aku sayang.Yang mampu membuat kau pergi sejauh apapun, tapi hatimu masih jauh tertinggal di sana".


Anggi menggeleng pelan. "Itu dulu.. Itu zaman aku kuliah. Kamu tahu kan semua orang pasti punya cerita bodoh di masa mudanya? Dan kebetulan saja itu Reynald! Ada alasan kenapa Tuhan tidak pernah kasih jalan untukku agar bisa bersama dengannya!".


"Dan demi Tuhan Rashaad... Reynald saat ini suami orang!"


Anggi tiba-tiba syok mendengar berita terbaru tentang Reynald. Dan justru itu dari Rashaad? Yang benar saja!


"Bagaimana kau tahu itu? Aku tidak melihat berita apapun! Kami jangan mengada-ngada!".


"Untuk apa aku berbohong? Dia partner bisnisku, tentu saja aku akan paling tahu lebih dulu berita apapun terkait partnerku. Berkasnya sudah masuk ke pengadilan namun memang masih di tutup dapat dari publik". Ujar Rashaad.


Anggi terdiam dan menatap Rashaad. "Kenapa kamu harus ngasih tahu tentang ini? Kenapa? Aku lebih baik tidak tahu..."


"Justru aku pikir kau harus tahu, supaya kau bisa melakukan hal yang paling benar".


"Apa yang benar? Justru yang benar itu sekarang kita berada di tengah-tengah orang tua kita dan membicarakan tentang rencana pernikahan!".

__ADS_1


"Itu kan masih rencana." Sahut Rashaad. "Itu belum terjadi. Masih ada waktu untuk berbuat benar".


Anggi semakin bingung. "Kamu jangan gila ya! Aku tidak mengerti, buat apa sih kamu bilang semua ini sama aku? Kamu mau kita batalin? Kamu ingin aku sama Reynald?!". Ujar Anggi dengan nada satu oktaf lebih tinggi.


"Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran kamu sekarang ini Rashaad!"


"Justru karena aku pikir kau harus tahu semuanya. Aku tidak mau alasan kau akhirnya bersama denganku karena kau berpikir sudah tidak ada jalan untuk mundur... Demi Tuhan Anggi... Kita mau nikah... Aku mau banget. Tapi caranya tidak seperti ini, aku ingin ketika kita akhirnya kau denganku adalah untuk alasan yang benar..."Ujar Rashaad dengan intonasi yang mulai naik juga. "Karena hatimu untukku..." tambahnya pelan.


Anggi merasa matanya sudah panas sekali hingga akhirnya Ia menangis. "Rashaad.. Aku.... Aku selalu mikir kamu adalah hadiah Tuhan untuk aku. Tuhan ngasih aku orang yang jauh lebih baik.. Kamu! Kenapa sih kamu bikin ini jadi sulit untuk aku? Kamu mau aku gimana?".


Mata Rashaad terlihat berkaca-kaca. Pria itu tidak pernah menangis atau seperti ini sebelumnya di depan Anggi. "Kau tahu kan aku tidak pernah ingin menjadi seorang yang picik. Aku bisa saja langsung mengikatmu ke dalam pernikahan dan tidak peduli apakah hatimu untukku atau tidak. Tapi setelah itu apa? Bahkan 2 tahun kita bersama, hatimu masih untuk dia".


"Aku memposisikan diriku dalam posisi Reynald. Kami sesama pria bisa memahami bahkan jika tidak ada satupun orang yang mengerti rasa sakit yang dia alami. Dan bagaimana sulitnya melawan diri sendiri untuk tidak mencarimu, menahanmu atau melakukan sesuatu agar kau tetap di sisinya".


"Kau mau tahu lagi apa yang dia bilang padaku? Dia bilang aku tidak boleh menjadi pengecut dan harus selalu menjaga Anggi-nya sebaik mungkin lebih dari penjagaan dirinya untukmu".


"STOP RASHAAAADDD!!! Please stop...." Ujar Anggi hingga menangis tersedu-sedu. "Ngapain sih kamu seperti ini? Kamu harusnya abaikan aja dan tidak perlu membeberkan semuanya!"


"Aku harus, atau aku akan merasa bersalah seumur hidup padamu atau Reynald".


"Terus sekarang apa? Kamu mau aku ngapain? Kamu mau aku telfon Reynald dan bilang terima kasih karena sudah menyampaikan pesan puitisnya untukku melalui kamu? Iya?!"


Rashaad terdiam sejenak hingga akhirnya dia beranjak dan mencium kening Anggi cukup lama. "Sebaiknya rencana pernikahan ini kita tunda dulu, sampai kau yakin dengan hatimu sendiri.."


Tangis Anggi kembali pecah hingga tak bisa berbicara. Rashaad memeluknya dengan sangat erat. "Ini yang terbaik untuk kita semua".


•••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡••••••••

__ADS_1


Maapp lg terserang flu🤧🤧🤧


__ADS_2