Reynald Sang CEO

Reynald Sang CEO
Bab 33


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian...


"Jangan cemberut terus. Muka mu jadi jelek.." Ucap Reynald seraya melirik ke arah Anggi duduk di samping nya.


Keduanya kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Anggi untuk melihat hasil renovasi yang telah di lakukan oleh Reynald. Selama satu minggu Anggi terus saja meminta pulang ke rumah nya namun tak di izinkan oleh Reynald.


Anggi merasa dongkol manakala Reynald tak menepati janji nya seperti di awal bahwa Ia hanya perlu menginap sekitar tiga hari di penthouse. Saat hari keempat Anggi mengutarakan niat nya untuk kembali ke rumah, tentu saja dengan akal muslihat nya Reynald berhasil menahan Anggi untuk lebih lama tinggal di penthouse walau tak terjadi apapun di antara mereka.


Reynald tetap pergi bekerja seperti biasa ke kantor dan meninggalkan Anggi sendirian di penthouse. Yang di lakukan oleh Anggi di penthouse pun hampir sama dengan kekasihnya, hanya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi sidang skripsi beberapa hari lagi.


"Aku hanya sebal pada mu..". Ucap Anggi singkat.


"Kenapa kau harus sebal pada ku? Toh fakta nya aku memperlakukan mu seperti ratu dalam penthouse ku, kan?".


"Tapi kamu selalu mencium ku ketika bangun tidur, setelah mandi, dan sebelum tidur!". Ujar Anggi memberengutkan bibir.


Reynald terkekeh geli. "Aku hanya mencium mu. Tak ada hal yang ku lakukan lagi selain mencium mu, kan?".


"Atau... Kau mau kita melakukan apa? Hm? Katakan saja.. Aku siap..." Lanjut Reynald mengerlingkan mata.


Anggi memukul bahu Reynald dengan pelan. "Kamu mesum!". Ujar gadis itu kesal.


"Hey.. Hey.. Kenapa kau sebut aku mesum? Maksud ku kita bisa pergi nonton ke bioskop berdua, dinner romantis atau bepergian bersama".


"Memang apa yang ada di pikiran mu?". Tanya Reynald.


Anggi memalingkan wajah nya ke samping menatap pemandangan lalu lintas yang cukup lengang. Pipi nya bersemu merah tak bisa menahan rasa malu atas pikiran nya sendiri.


Reynald melirik Anggi dan mengulum senyum geli melihat tingkah kekasih nya. Lalu satu tangan Reynald yang bebas dari kemudi meraih kepala Anggi dan menyandarkan ke pundaknya. Ia mengelus rambut panjang Anggi dengan penuh kelembutan seakan gadis yang berada di samping nya sangat rapuh.

__ADS_1


"Aku tak akan melakukan apa pun kepadamu yang melewati batas.." Ucap Reynald pelan.


Anggi mendongakkan kepala menatap Reynald. "Bagaimana jika suatu hari kamu khilaf?".


"Hmm.. Pengendalian diriku cukup bagus selama kau di sisiku kan.. Jadi tak mungkin.." Ucap Reynald seraya menatap ke depan.


Rumah Anggi


Tiga puluh menit kemudian, keduanya telah sampai di perumahan tempat di mana rumah Anggi berada. Reynald memberhentikan mobil nya tepat di depan sebuah rumah yang terlihat cantik dengan gaya modern minimalis.


"Ayo turun". Ucap Reynald seraya membuka seatbelt nya dan segera keluar dari mobil.


Anggi lantas mengikuti Reynald dan dalam sekejap tertegun ketika melihat sebuah rumah yang ada di depan nya. Ia melirik ke kanan dan kiri rumah itu dengan bingung.


"Ini seharusnya rumah ku... Tapi kenapa jadi begini..." Gumam Anggi membalikkan badan nya dan mengedarkan pandangan nya ke jejeran rumah tetangga nya yang masih sama hingga membuat nya yakin bahwa yang di lihatnya saat ini adalah rumah mungil nya. Tempat ternyaman nya selama ini.


Anggi menatap Reynald dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata.


Anggi mengusap mata nya perlahan dengan punggung tangan nya dan terkekeh pelan.


"Jika seperti ini, setidaknya hati ku juga cukup tenang kalau kekasih ku tinggal di rumah yang lebih layak dan bagus". Ucap Reynald.


Anggi mengedarkan pandangannya dengan hati yang girang bukan main melihat rumah mungil nya di sulap menjadi sangat cantik.



Source: Pinterest


Pantas saja Reynald menahan dirinya selama satu minggu. Sekarang Ia bisa paham alasan pria itu. Karena tiga hari memang tidak akan cukup untuk merenovasi rumah nya hingga seperti ini. Reynald tetap tidak memasang pagar atas kemauan diri nya. Namun ternyata teras nya di buat dengan sangat cantik dan ruang untuk menerima tamu pindah ke teras tersebut.

__ADS_1


Garasi nya pun tak banyak berubah, hanya saja sudah terpasang kanopi yang terbuat dari batu alam dan aksen kayu di atasnya.


"Ayo masuk.. Kau lihat dalam nya". Ajak Reynald sembari menggenggam tangan Anggi melangkah masuk.


Di dalam rumah tak banyak yang berubah karena memang hanya atap dapur saja yang perlu di ganti. Namun ternyata warna dinding nya semua mengikuti warna dinding luar dan lampu yang memancarkan warna putih kekuningan hingga memberikan kesan hangat.


Furniture pun ada beberapa yang di ganti oleh Reynald. Sofa ruang tamu yang tadi nya cukup usang namun masih empuk untuk di duduki sudah di ganti menjadi sofa yang baru berwarna putih gading. Reynald pun memasang kitchen set minimalis di dapur Anggi lengkap dengan seluruh peralatan untuk bertempur di dapur.


Anggi pun membuka kamar mandi yang ternyata sudah di pasang shower lengkap dengan water heater. Ubin nya sudah di ganti baru dan di beri hiasan batu alam berwarna krem persis seperti tiang kanopi rumah. Ember air lengkap dengan gayung love nya pun raib entah kemana.


"Bagaimana? Apa kau suka dengan rumah mu sekarang?". Tanya Reynald seraya menyelipkan kedua tangan nya ke dalam saku celana.


Anggi sontak saja menghamburkan dirinya memeluk Reynald dengan erat dan di balas oleh Reynald.


"Terima kasih.. Aku... Hiks.. Aku tak tau harus berterima kasih seperti apa padamu.." Ujar Anggi sembari menangis haru.


Reynald membelai kepala Anggi dengan lembut. Siapa pun yang melihatnya mungkin bisa melihat ketulusan dari pria itu.


"Tidak perlu berterima kasih. Ini sudah sepantasnya ku lakukan. Aku hanya ingin membuat mu nyaman".


Anggi mengendurkan pelukan nya dan mendongakkan kepala menatap Reynald.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua ini? Aku tidak punya uang banyak jadi tidak bisa membelikan mu barang mewah atau mengajak mu makan di tempat mewah...". Anggi menatap intens ke dalam manik mata Reynald yang tengah mengulum senyum.


"Kau bisa balas hanya dengan ini...." Ucap Reynald seraya mendekatkan wajah nya perlahan.


Anggi yang tau maksud Reynald pun segera memejamkan mata dan menyambut bibir lembut pria itu. Perbedaan tinggi keduanya yang cukup jauh membuat Anggi harua berjinjit.


Reynald melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Anggi. Memagut bibir gadis itu dengan lembut hingga memberikan gelenyar aneh di tubuh Anggi hingga membuat Anggi aktif membalas ciuman yang diberikan oleh Reynald.

__ADS_1


••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡•••••••••


__ADS_2