
"Apa?!".
"Kau serius?".
"Kau tidak berbohong kan?".
Pertanyaan demi pertanyaan di dapatkan oleh Reynald saat pria itu berterus terang jika diri nya kini resmi menjalin kasih dengan Anggi pada Renata, Andre dan Gavin malam ini.
Raut wajah ketiga nya benar-benar terkejut. Mereka tak percaya begitu saja. Apalagi Anggi sangat jauh dari kriteria Reynald. Sama sekali berbeda dengan Clara, kekasih (mantan?) yang hilang entah kemana.
Bukan Anggi tak cantik. Anggi memiliki wajah yang manis dan membuat orang betah berlama-lama menatap nya. Tubuh yang ideal dan tinggi di atas rata-rata. Hanya saja selayaknya gaya mahasiswi pada umumnya. Anggi termasuk mahasiswi yang cuek dalam kesehariannya. Wajah nya hanya di hias oleh make up natural dan lipstick yang hampir semua koleksinya berwarna nude.
Berbanding terbalik dengan Clara. Semua orang tau siapa wanita itu dan apa pekerjaan nya. Tentu saja penampilan dan perawatan adalah nomor 1.
Reynald terkekeh geli melihat raut wajah terkejut tiga orang di hadapan nya saat ini.
"Kenapa kalian harus terkejut seperti itu? Ini hal yang normal tidak perlu dipertanyakan". Ucap Reynald.
"Tapi masalah nya ini diluar ekspektasi ku. Apa kau sedang bermain-main untuk sekedar mengisi waktu?". Tanya Andre.
"Lepas dari Clara kau memacari mahasiswi.. Harusnya ini menjadi hot news kau tau!". Timpal Gavin.
"Apa gadis itu pelarian mu?". Ucap Renata serius.
Reynald menyilangkan kedua tangan di dada dan menatap satu per satu sahabat dan sepupu nya.
"Kau menyumpahi ku untuk jatuh cinta pada wanita lain, dan saat sumpah mu menjadi kenyataan, kau malah mempertanyakan nya?". Ujar Reynald menatap Renata.
"Dan kalian berdua..." Reynald lalu beralih pada Andre dan Gavin.
"Kalian meminta ku untuk move on, lalu kini aku sudah bisa move on... Kalian meragukan ku?". Ucap Reynald menatap silih berganti pada 2 pria itu.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan sebenarnya huh?". Reynald menggerutu.
Ketiganya terdiam saling melirik satu sama lain. Gavin menyikut lengan Andre namun pria yang terkenal datar itu mengacuhkan nya.
__ADS_1
"Aku hanya berharap kau tidak menjadikan gadis itu sebagai pelarian mu saja, Rey. Dia gadis baik dan polos. Aku tak tega jika kau menyakiti nya". Ucap Renata.
Gavin menganggukkan kepala. "Aku juga setuju dengan Renata".
"Apa karena dia anak Hendra Wibrata, CEO Maverick Company?". Tanya Andre tiba-tiba.
Reynald tersenyum meremehkan. "Tak ada hubungan nya dengan pria tua itu. Aku memang merasa nyaman pada gadis itu. Tingkah polos nya... Sikap gugup nya saat bersama ku... Itu menggemaskan di mata ku".
Renata dan Gavin melongo mendengar Reynald berkata layak nya pria yang sedang kasmaran. Namun Andre hanya diam saja tak berekspresi.
"Oh Astaga.. Kurasa dia benar-benar jatuh cinta kan?". Tanya Gavin pada Renata.
"Kurasa begitu...." Sahut Renata masih menatap ke arah Reynald.
"Oh! Hampir kita melupakan 1 hal tentang gadis itu!". Gavin menepuk kedua tangan nya ke udara membuat perhatian tiga orang di dekatnya reflek menatap diri nya.
"Tentang apa?". Tanya Reynald.
"Apakah dia putri yang selalu di agung-agungkan oleh Hendra Wibrata? Kau tau bukan... Pria tua itu selalu mendekati pria muda kaya raya untuk di jodohkan dengan putri nya. Kalau dia tau kau sekarang sedang berpacaran dengan putri nya, kau tidak akan kesulitan mendapat restu!". Ujar Gavin mengemukakan pendapat nya.
"Hendra mempunyai putri lain..." Andre bersuara.
"Aku melakukan penyelidikan lanjutan". Ucap Reynald.
"Hendra Wibrata memang memiliki dua putri. Namun berbeda Ibu. Kekasih ku lahir dari selingkuhan Hendra di masa lampau. Ibu nya sudah tiada sekarang". Jelas Reynald yang makin membuat Gavin melongo.
Andre dan Renata hanya diam saja karena keduanya sudah pasti tau mengenai informasi ini.
"Oh Tuhan.. Mengapa rumit sekali?". Ucap Gavin.
Reynald hanya mengedikkan bahu tak peduli. Ia meraih champagne di atas meja dan menyesap nya perlahan menikmati cairan alkohol itu melewati kerongkongan nya.
"Apa kah Anggi tau kau mempunyai mantan kekasih?". Renata sangat ingin memastikan hal ini pada sepupu nya apa pria itu jujur di awal atau menutupi nya.
Reynald mengangguk. "Aku memberitahu nya bahwa aku sudah jomblo selama 7 bulan". Ujar Reynald seraya meletakkan kembali gelas champagne nya ke atas meja.
__ADS_1
"Tapi apa kau memberitahu siapa mantan kekasih mu pada dia?". Timpal Gavin.
"Tidak. Dia tidak perlu tau sejauh itu. Dia hanya perlu tau bahwa aku menyukai nya. Kurasa itu sudah cukup kan?". Tanya Reynald seraya menatap silih berganti ke arah Gavin, Andre dan Renata.
Renata dan Gavin mengangguk setuju.
"Ya.. Kurasa jika gadis itu tau siapa mantan mu, dia mungkin akan merasa rendah diri dan menganggap kau hanya bercanda dengannya". Ucap Andre yang di angguki lagi oleh Gavin dan Renata.
•••
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Reynald baru saja mengendarai mobil nya keluar dari gedung tempat di mana lounge yang Ia sambangi berada.
Jalanan yang sudah lengang di saat seperti ini membuat pria itu memacu kendaraan nya di atas batas kecepatan normal. Reynald melewati gedung di mana penthouse nya berada. Ia tiba-tiba saja berniat ingin menyambangi rumah Anggi. Kekasih nya...
Ah.. Tiap kali Ia menyadari bahwa gadis menyedihkan itu kini menjadi kekasih nya, Reynald selalu tersenyum miring. Membayangkan kepolosan gadis itu... Reynald menggelengkan kepala pelan seraya mengulum senyum. Ia menyugar rambutnya dengan salah satu tangan nya sedangkan tangan lainnya tetap berada di kemudi.
Bagaimana bisa dirinya yang notabene seorang pria dewasa dengan kehidupan seksual yang aktif dengan mantan kekasih nya dahulu, kali ini malah bersanding dengan gadis polos seperti Anggi.
Tak berapa lama Reynald pun sampai ke rumah mungil Anggi. Ia memperhatikan rumah yang di tempati oleh kekasih nya itu.
Reynald lantas meraih ponsel nya dan mendial nomor 2 yang langsung terhubung ke nomor Anggi. Hanya dalam 2 kali nada panggil telfon pun di jawab oleh Anggi.
"Lagi apa?". Tabya Reynald tanpa basa basi.
"Aku lagi nonton film.. Kamu sudah pulang ke penthouse?"
"Aku lagi di depan rumah mu.. Bisa kah kau keluar sebentar?". Ucap Reynald.
Tak menunggu lama pintu rumah pun terbuka dan nampak Anggi yang sudah memakai piyama bergambar mickey mouse keluar lalu melangkah menghampiri Reynald.
Gadis itu mengerutkan kening menatap Reynald yang masih mengenakan kemeja dan celana kerjanya.
"Kenapa kau tidak bilang mau kemari?". Tanya Anggi.
Reynald tersenyum seraya tangan nya menyisipkan rambut yang berantakan di sisi wajah ke belakang telinga hingga membuat gadis itu tertegun dengan perlakuannya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melihatmu sebentar saja malam ini sebelum aku pulang...."
••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡••••••••