Reynald Sang CEO

Reynald Sang CEO
Bab 17


__ADS_3

"Aku mau dia". Ucap Reynald seraya menunjuk ke seorang wanita.


Sontak saja seluruh mata tertuju pada seseorang yang berdiri keheranan karena setiap orang memandang ke arah nya dengan tatapan tak percaya.


"Bro...Kau jangan bercanda! Lihat! 5 orang wanita ini yang harus kau pilih!". Ujar Gavin sambil menunjuk para wanita yang berdiri dengan pakaian minim.


"Tapi aku mau dia". Ucap Reynald singkat dengan nada tak terbantahkan.


"Kau gila? Dia itu hanya waitress! Bukan wanita yang bisa kau pakai!". Gavin merutuk kesal.


"Maaf aku menyela pembicaraan kalian, tapi benar kata Gavin kalau dia tidak bisa menemani mu. Di club ini aku memang menyediakan wanita yang bisa menemani malam para tamu. Tapi aku juga melindungi pegawai ku yang lain, yang murni bekerja tanpa embel-embel lain". Jelas sang owner club, David.


Reynald menyandarkan tubuh nya ke sofa seraya bersedekap dada dan menatap tajam pada David. Tatapan nya lalu beralih pada waitress yang Ia tunjuk tadi yang tak lain adalah Anggi.


Reynald merasa terselamatkan tatkala mahasiswi itu masuk begitu saja dengan membawa dua buah botol wine pesanan Gavin. Terlintas dengan cepat Ia menunjuk Anggi. Tak ada alasan apapun lagi.


"Kita tanyakan saja pada dia. Mau atau tidak menemani ku semalaman". Ujar Reynald seraya mengedikkan dagu ke arah Anggi.


Seluruh mata tertuju kembali ke arah Anggi. 5 wanita penghibur yang sedari tadi berdiri pun berbisik-bisik tak percaya dengan situasi yang tengah terjadi.


"Yang benar saja.. Masa waitress seperti itu di pilihnya?".


"Harga diri ku serasa di injak-injak melihat ini".


"Apa bagusnya dia?"


Tak henti kelima wanita itu terus menggunjing sambil melemparkan tatapan sinis pada Anggi.

__ADS_1


"Anggi, maaf jika kau terlibat dalam situasi ini. Biar saja ini aku yang urus. Kau kembali lah bekerja". Ujar David pada Anggi.


Anggi mendongakkan kepala menatap bos nya lalu beralih melihat Reynald yang tengah menatap nya tajam.


"Dia tidak boleh pergi sebelum menjawab pertanyaan ku.."


"Bro.. Biarkan dia pergi. Kau tidak lihat dia sangat takut melihat mu!". Bisik Gavin.


Reynald mendelik kesal pada Gavin.. Jika bukan karena ulah Gavin, situasi ini tidak akan ada! Reynald menggerutu dalam hati.


"Aku harus menemani seperti apa?". Tanya Anggi akhirnya memberanikan diri bicara.


"Ummh.. Itu... Kau harus.. Yah.. Melakukan pekerjaan yang seperti kelima wanita itu.. Kau tau kan maksudku?". Ucap Gavin tak enak hati. Gavin menyikut lengan Reynald.


Anggi bukan tak tau apa-apa. Ia sudah tau maksud nya. Tapi ini gila dan Ia tak menyangka seorang CEO sekaligus mentor yang Ia hormati ternyata kehidupan nya seperti ini. Sering memakai jasa wanita penghibur.


"Rey.. Lebih baik kau pilih saja di antara 5 wanita itu. Mereka jauh lebih baik dan terjaga daripada waitress itu. David selalu memastikan mereka semua bersih. Jika kau memakai waitress itu, siapa yang tau dia tidak bersih?". Gavin masih berusaha membujuk Reynald.


"Bagaimana? Apa kau mau menemani ku malam ini?". Reynald malah bertanya pada Anggi dan menghiraukan Gavin.


Anggi menatap Reynald dalam-dalam dan menghembuskan nafas dengan perlahan. Ia menatap satu per satu orang yang ada di dalam ruangan.


"Baiklah aku mau". Jawaban Anggi tentu saja membuat gaduh kelima wanita penghibur itu.


Anggi menghembuskan nafas pelan. Bisa di pastikan mulai saat ini Ia tidak akan bisa bekerja dengan tenang di club ini. Para wanita penghibur itu pasti akan menyebarkan berita malam ini ke seluruh pegawai club.


"Anggi. Kau yakin? Kau tidak perlu melakukan nya kalau tidak mau". Ujar David tak percaya dengan keputusan Anggi.

__ADS_1


David mengenal Anggi cukup baik dan gadis itu tidak pernah aneh-aneh. Maka dari itu David merasa keberatan.


Anggi mengangguk pelan. "Saya yakin, Pak".


David menghela napas dan menatap pada Reynald. "Kau tidak mau merubah pilihan mu?". Ujar David.


Reynald beranjak berdiri dan mendekat ke arah David. "Aku tidak mau merubah apa yang sudah ku pilih".


Reynad lantas menyisir penampilan Anggi yang sekilas pakaian yang membalut tubuh gadis itu nampak sama saat Ia bertemu di pesta ulang tahun Gina, kakak nya Gavin.


"Kau tenang saja. Aku akan membayar 10 kali lipat dari yang seharusnya". Ucap Reynald.


"Bukan itu masalah nya....."


"Gavin yang akan mengurus pembayaran nya. Aku pergi". Reynald memotong ucapan David dan segera menarik tangan Anggi untuk ikut keluar bersamanya.


•••


Di sepanjang lorong ruang VIP, Anggi berjalan dengan kewalahan karena Ia di tarik Reynald yang melangkah dengan lebar sedangkan saat ini Ia sedang memakai rok span ketat dan heels.


Anggi menatap tangan Reynald yang masih menggenggam tangan nya. Jantung nya berdegup kencang tak karuan. Ia tak tau harus menjelaskan seperti apa pada pria yang sedang menarik diri nya ini. Ia merutuki kebodohan nya beberapa menit yang lalu. Saat ini Ia menyesal telah menyetujui tawaran gila itu. Ia tidak benar-benar serius. Tidak!


Di parkiran Reynald lantas melepas genggaman tangan nya pada Anggi. Tak lama seorang petugas valet parking menghampiri Reynald dan memberikan kunci mobil milik pria itu.


Reynald mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dan memberikan nya pada sang petugas valet. Pria itu lantas segera melangkah menuju mobil nya. Baru beberapa langkah Ia berhenti dan menengok ke belakang.


"Sedang apa kau diam di situ? Ayo cepat masuk!". Titah Reynald saat menyadari Anggi hanya berdiri di tempat.

__ADS_1


•••••••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡•••••••••••••••


__ADS_2