Reynald Sang CEO

Reynald Sang CEO
Bab 44


__ADS_3

Balai Indah


Anggi dan Renata baru saja memasuki parkiran sebuah gedung megah yang biasa di jadikan perhelatan acara-acara besar. Wisuda yang di laksanakan oleh Universitas Anggi memang sudah langganan di adakan di Balai tersebut.


Anggi mematut riasan wajahnya di sebuah cermin kecil.


"Kau sudah sangat cantik". Puji Renata sesaat setelah memarkirkan mobil.


"Aku tidak percaya diri Mbak dengan tampilan seperti ini..." Ucap Anggi serius.


"Astaga Anggi... Kau benar-benar sangat cantik dan sempurna saat ini! Percaya padaku!". Sahut Renata meyakinkan Anggi.


"Ayo sudah kita turun dulu.." Ajak Renata seraya membuka pintu mobil.


Anggi pun menyusul Renata keluar dan membenahi sedikit rok kebaya yang membalut ketat kaki jenjangnya dengan potongan di belakang untuk memudahkan Ia berjalan.


Dua wanita yang seperti kakak adik itu berjalan bersisian. Tatapan para pria tak luput dari keduanya. Renata yang memang memiliki tubuh bak model dengan rambutnya yang lurus sebahu serta selalu modis dalam setiap kesempatan tak ayal menjadi pusat perhatian adalah hal biasa baginya.


Namun berbeda dengan Anggi. Ia yang tidak terbiasa menjadi pusat perhatian merasa sangat risih ketika banyak pasang menatap ke arahnya.


"Jangan menunduk. Kau tahu? Jika Reynald melihatmu seperti ini, dia pasti akan memarahimu". Ucap Renata.


Anggi menoleh pada Renata yang tetap berjalan tegap menuju sebuah ballroom.


Anggi lantas mengeluarkan sebuah undangan bukti bahwa Ia adalah peserta wisuda pada panitia yang berjaga di depan pintu. Tak lama Anggi dan Renata pun di persilakan masuk.


Di dalam sudah banyak para mahasiswa yang duduk dengan memakai toga. Anggi lantas mengeluarkan baju serta toga miliknya sendiri dan langsung memakainya di bantu oleh Renata.


Acara wisuda sebentar lagi akan di mulai. Masing-masing peserta wisuda sudah harus duduk di kursinya masing-masing.


"Aku duduk di bagian pendamping ya. Kau jangan gugup!". Ucap Renata pamit untuk duduk di kursi bagian belakang khusus para pendamping peserta wisuda.


Anggi menggenggam tangan Renata. "Makasih ya Mbak ada di sini temanin aku..." Ucap Anggi tulus yang di angguki oleh Renata.


Tak lama acara pun segera di mulai. Sambutan dari Rektor Universitas Tribisnis dan beberapa guru besar menjadi pembuka acara wisuda.

__ADS_1


Waktu pun berlalu hingga acara utama di mulai. Satu per satu wisudawan dan wisudawati di panggil ke panggung. Anggi mengedarkan pandangannya ke arah kursi para pendamping di mana ada seluruh sanak keluarga para peserta wisuda.


Anggi menyipitkan matanya berusaha mencari keberadaan Reynald. Namun tak di dapatnya sosok pria tampan itu atau Ia yang melewatkannya? Maklum saja seluruh area pendamping tak bisa di sisirnya ke setiap sudut dari tempatnya duduk saat ini.


Tak lama dari sebuah microfon terdengar nama Anggi di panggil dan di persilakan ke atas panggung. Sontak saja Anggi di landa gugup hingga tangannya berkeringat. Ia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Anggi pun segera berdiri dan melangkah pelan menuju area panggung.


Seorang pemandu acara menyebutkan bahwa Anggi lulus dengan predikat Cumlaude dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Anggi yang berdiri di panggung dan di berikan sebuah piagam serta beberapa hal lainnya pun tersenyum bahagia. Apalagi saat Ia mendapati gemuruh tepuk tangan dari peserta wisuda lainnya.


Tak lama Anggi pun berhadapan dengan Rektor Universitas Tribisnis dan Rektor tersebut memindahkan tali toga Anggi yang tadinya di sebelah kiri menjadi ke sebelah kanan. Inilah prosesi yang di tunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa.


Tak terasa sudah empat jam acara wisuda di selenggarakan dan kini para pendamping serta para wisudawan mulai terlihat sibuk berfoto bersama. Anggi hanya berdiri mematung di tengahnya keramaian orang. Melihat satu per satu para orang tua yang hadir di hari penting anak-anak mereka.


Bibirnya mengulas senyum manis tatkala beberapa teman yang Ia kenal menyapa dan memberikan selamat pada dirinya hingga tak sadar Renata sudah berdiri di samping.


"Kau sangat menawan di panggung tadi". Ujar Renata.


Anggi menoleh terkejut ke samping dan sontak saja memeluk Renata. "Aku mencari-cari Mbak dari tadi!". Ujar Anggi merajuk.


"Maaf tadi aku ada panggilan alam sebentar hehehe". Sahut Renata terkekeh.


Renata mengedikkan dagu nya ke arah Anggi. "Dia di belakangmu". Ucap Renata.


Anggi lantas membalikkan tubuhnya ke belakang dan mendapati Reynald yang sedang mengobrol dengan salah seorang dosen. Diam-diam pria itu terlihat melirik ke arah Anggi yang sedang memperhatikan dirinya dan melemparkan senyuman maut pada Anggi.


Hingga tak lama Reynald terlihat berpamitan pada dosen tersebut dan melangkah menghampiri Anggi dan Renata.


"Selamat kau sudah lulus dengan membanggakan" Ucap Reynald mengulurkan tangan ke arah Anggi.


Anggi mengerutkan dahi bingung menatap tangan Reynald dan beralih menatap pria itu yang tengah mengangkat sebelah alisnya.


Anggi pun menerima uluran tangan Reynald hingga keduanya saling berjabat tangan.


Ah ya.. Anggi baru sadar bahwa mereka perlu bersikap layaknya dua orang asing di tengah keramaian. Bukan sebagai sepasang kekasih.


"Hey.. Tunggu.. Lihatlah.. Itu Reynald Zaynvankoch kan CEO muda itu?".

__ADS_1


"Astaga.. Itu memang dia!".


"Apa ada kerabatnya yang sedang di wisuda sama seperti kita?".


Terdengar beberapa seruan dari para wisudawan yang menyadari keberadaan Reynald di tengah-tengah mereka. Hingga akhirnya orang-orang silih berganti meminta foto bersama dengan Reynald. Namun tentu saja sebelum meladeni semua orang, Reynald lebih dulu meminta Renata untuk mengambil foto dirinya berdua dengan Anggi berulang kali.


"Kita pulang saja". Ucap Renata memecah keheningan Anggi saat menatap ke arah Reynald yang di kerubungi oleh wanita yang bergantian minta foto.


Anggi mengerucutkan bibirnya kesal. "Apa dia dari duku seperti itu, Mbak?". Tanya Anggi.


"Seperti itu bagaimana?".


"Meladeni para wanita...." Ujar Anggi kesal.


Renata sontak tertawa. "Apa kau cemburu? Hahahahaha".


"Ish.. Mbak kok malah tertawa sih!".


"Ya lucu saja... Menjadi Reynald itu sulit kau tahu? Dia memang bukan artis. Tapi dia CEO yang terkenal di dunia bisnis. Tentu saja teman-temanmu dari fakultas yang sama denganmu mengenalnya. Apalagi Reynald pernah memberikan seminar. Dia memang perlu bersikap baik".


"Jangan cemburu.. Hanya di kerubungi wanita seperti itu tidak akan membuat Reynald berpaling darimu". Ucap Renata menghibur Anggi.


Gadis itu hanya mencebikkan bibirnya. Menyadari bahwa ucapan Renata memang benar namun tetap saja hatinya kesal ketika melihat kekasihnya berdekatan dengan wanita lain.


"Mbak, lebih baik benar kita pulang saja lebih dulu. Aku lelah".


"Hey.. Jangan lelah dulu. Kita bahkan masih ada satu acara besar lagi hari ini.. Tepatnya malam ini". Ucap Renata seraya melangkah keluar dari ballroom.


"Acara apa, Mbak? Setahuku tidak ada acara apa-apa lagi".


Renata menghentikan langkahnya dan berpaling menatap Anggi.


"Acara ulang tahun Reynald yang ke 30 tahun". Ucap Renata mengulas senyum namun membuat Anggi terkejut setengah mati.


••••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡•••••••••••••

__ADS_1


__ADS_2