Reynald Sang CEO

Reynald Sang CEO
Bab 9


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian


Suara musik bergema ke seluruh penjuru ruangan. Gemerlap bola lampu yang berputar berkelap kelip memancarkan berbagai warna di sebuah ruangan luas yang di sulap sedemikian rupa menjadi sebuah tempat pesta pada malam hari ini.


Para pramusaji hilir mudik mendorong trolli yang di atasnya terdapat beberapa gelas wine yang biasanya akan di ambil oleh para pengunjung pesta.


Malam ini adalah malam pesta ulang tahun seorang anak dari konglomerat terkenal di Ibu Kota. Perusahaan nya begitu menggurita di seluruh penjuru negara. Lini bisnis nya menjangkau banyak sektor industri. Tak heran, karena perusahaan keluarga tersebut sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu dan saat ini di pimpin oleh generasi ketiga.


Seorang wanita yang tengah memakai pakaian khas pramusaji yakni kemeja putih dengan rompi hitam dan rok span hitam dengan rambut di gelung rapih yang hanya menyisakan anak rambut yang menjuntai sedikit di dahi. Wanita itu mendorong trolli kesana kemari membawakan bergelas-gelas wine.


Langkah nya terhenti sejenak ketika melihat seseorang yang sangat di kenalnya. Walau dari kejauhan, Ia masih bisa mengenali siapa orang yang dia lihat.


Wanita itu memegang dada nya yang berdenyut sakit. Gelenyar perasaan kecewa menjalar di setiap sudut hati nya. Matanya berkaca-kaca tatkala orang yang Ia lihat sempat bersitatap dengan nya namun segera memalingkan wajah begitu saja tanpa berniat untuk menyapa.


Wanita itu segera melangkah kembali ke belakang di mana area bar khusus di sediakan. Ia perlu membawa kembali hidangan wine karena trolli nya kini hanya ada gelas-gelas bekas wine yang sudah di teguk habis oleh tamu.


Saat Ia menunggu bartender melaksanakan tugasnya, wanita itu mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku kemeja nya dan membuka galeri foto. Ia mengusap sebuah foto dari layar ponselnya. Foto seorang pria dan wanita yang tengah tersenyum manis.


"Oke.. sudah semua.. Kau bisa bawa wine-wine itu lagi ke dalam ruangan". Ujar sang bartender menginterupsi lamunan sang wanita.


Wanita itu pun segera memasukkan ponsel nya lagi ke dalam saku kemeja dan mengangguk pergi.


Ia mulai berkeliling kembali di dalam ruangan yang luas dan megah tersebut. Pakaian yang di pakainya saat ini begitu kontras dengan pakaian para tamu pengunjung yang mana mereka semua memakai tuxedo dan gaun pesta yang indah.


Andai saja.. Ia berandai-andai bagaimana penampilan nya jika memakai sebuah gaun pesta yang membalut tubuh nya.


"Tunggu.." Suara seorang pria menghentikan langkahnya.


"Aku mau ini".Lanjut pria itu lagi seraya mengambil 1 buah gelas wine dari atas trolli.


Wanita itu pun hanya mengangguk kan kepala. Ia sudah di berikan arahan oleh koordinator acara bahwa tidak boleh menatap para tamu pengunjung. Tugas nya hanyalah berkeliling mengantarkan wine dan membawa gelas kosong saja.


Wanita itu mulai melangkah lagi namun suara pria yang sama menghentikan langkahnya kembali. "Kau.. Anggi kan?".

__ADS_1


Wanita itu pun menadahkan kepalanya dan memberanikan diri menatap sang pria. Raut wajah nya terkejut bukan main saat melihat siapa pria yang ada di hadapan nya.


"Pak Reynald..." Ujar nya seraya sedikit menundukkan kepala sopan.


Reynald memperhatikan dari atas hingga bawah penampilan Anggi malam hari ini. Dahi nya mengerut heran.


"Kau sedang bekerja?". Tanya Reynald.


Anggi mengangguk tipis. "Iya, Pak". Jawab Anggi singkat.


Anggi menoleh kesana kemari takut diri nya di lihat oleh ketua koordinator karena telah melanggar aturan yang tidak boleh menatap apalagi hingga berbicara dengan tamu seperti yang Ia lakukan saat ini.


"Ada yang kau cari?". Tanyq Reynald ketika Ia melihat Anggi mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan.


Anggi menggelengkan kepala nya pelan. "Tidak..Hanya saja aturan nya saya tidak boleh menatap atau berbicara dengan para tamu, Pak".


Mendengar itu Reynald mendengus. "Siapa yang membuat aturan konyol itu? Memang nya kalian para pramusaji ini robot yang berlalu lalang saja tugasnya. Harusnya kalian ini menampilkan senyum terbaik dan memberikan kesan ramah pada tamu". Ujar Reynald.


"Ada apa, bro?". Tanya seorang pria menginterupsi obrolan Reynald dan Anggi.


"Apa pramusaji ini membuat masalah dengan mu?". Tanya pria itu lagi.


Reynald memandang pria itu lalu beralih melihat Anggi yang segera menunduk.


"Tidak ada.. Aku hanya meminta nya untuk memberikan segelas wine untuk ku". Ucap Reynald seraya mengangkat gelas nya.


Pria itu manggut-manggut dan beralih menatap Anggi. "Lanjutkan pekerjaan mu". Ucap ny dan dengan cepat Anggi pun berlalu tanpa berpamitan pada Reynald.


Gavin, rekan bisnis dan juga seorang sahabat bagi Reynald. Gavin merupakan adik dari sang pemilik acara malam hari ini.


"Kau sudah menemukan nya?". Tanya Gavin seraya sedikit berbisik pada Reynald.


"Belum.." Ucap Reynald sembari menggoyang pelan gelas wine nya.

__ADS_1


Gavin adalah orang yang tau selain Renata dan Andre mengenai hubungan antara Reynald dan Clara. Pria itu juga sempat membantu Reynald di 3 bulan pertama untuk mencari pujaan hati sahabat nya namun sama saja Ia pun kesulitan mencari jejak Clara.


"Aku harap dia segera kau temukan. Aku sudah menetap kembali di sini. Dua bulan ku di Moscow sungguh seperti neraka".Ujar Gavin berkeluh kesah pada Reynald.


"Setidaknya kau harus bangga pada diri mu kalau akhirnya kau bisa berguna bagi keluarga. Kau berhasil menyelamatkan perusahaan cabang di sana dalam waktu dua bulan. Aku senang akhirnya kau punya bakat yang lain bukan hanya menghabiskan uang saja hahahaha..." Reynald tertawa terbahak-bahak yang di tanggapi dengan sebuah tinjuan pelan di bahu pria itu.


Dua jam kemudian pesta pun telah usai. 80% tamu mengikuti acara hingga akhir dengan alasan pesta yang di adakan memang menarik dan nyaman untuk di nikmati namun ada juga beberapa tamu yang bertahan hingga akhir untuk mencari muka pada keluarga konglomerat yang mengadakan acara.


Reynald memutuskan untuk berpamitan pada ratu malam hari ini sebelum pulang. Pria itu menghampiri sekelompok orang di tengah ruangan.


"Gina, Selamat ulang tahun untuk mu". Ujar Reynald.


Gina menoleh pada Reynald dan mencium pipi kiri dan kanan pria itu. "Terima kasih tampan.. Aku senang kau datang malam ini".


Reynald mengangguk. "Aku pulang dulu.."


"Hei... Jangan lupa bulan depan kau harus datang ke pesta pernikahan ku!". Ujar Gina. "Dan berikan hadiah terbaik untuk ku hahhahaa". Wanita cantik itu tertawa lepas menampakkan barisan gigi nya yang rapih dan putih.


Reynald tersenyum seraya mengangguk dan segera undur diri.


Saat Ia telah sampai di depan lobby, Sang supir pribadi nya telah menunggu nya di samping mobil mewah milik nya. Reynald segera menuju mobil nya dan duduk di kursi belakang. Ia membuka jas tuxedo nya dan melepas dasi kupu-kupu di kerah kemeja hingga membuka dua kancing teratas.


"Langsung pulang, Pak". Ujar Reynald pada sang supir.


Mobil pun mulai melaju pelan dan tiba-tiba mata Reynald menangkap seorang wanita yang tadi di temuinya secara tidak sengaja di pesta.


Reynald memalingkan wajah nya melihat ke luar saat diri nya melihat Anggi berlari kecil menuju pinggir jalan dan menghampiri seorang pria yang berprofesi ojek online.


Mobil Reynald melewati Anggi dan ojek online itu dan Reynald masih menatap dari dalam mobil nya dengan kening bertaut bingung dengan apa yang di lihat nya malam ini dari seorang mahasiswi bernama Anggi.


•••••••••••••••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡••••••••••••••••••••


Like, Komen dan tambahkan ke favorit ya🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2