
"Reeeeyyyyy!"
"Jeeessss!"
Clara yang baru saja kembali pulang ke penthouse setelah 1 minggu berada di lokasi syuting langsung berteriak memanggil suami dan anaknya. Ia menaruh kopernya begitu saja di tengah ruangan dan segera naik ke lantai 2 dimana kamar Reynad berada.
Clara membuka pintu perlahan dan mengintip ke dalam. Sebuah senyuman terbit di bibirnya saat melihat dua orang yang di cintainya ternyata sedang santai di atas kasur dan menonton sebuah siaran kartun dari TV kabel.
Clara mendorong pintu hingga terbuka lebar. Sontak saja Reynald dan Jessy menyadari kehadirannya. Jessy dengan cepat segera turun dari kasur dan berlari menghampiri Clara.
"Mommy! Mommy! Mommy!". Teriak Jessy seraya menghamburkan dirinya memeluk Clara.
Clara tertawa pelan melihat tingkah putri kecilnya. Ia membungkuk membalas pelukan Jessy dengan erat.
"Apa kau nakal selama Mom tidak ada?".
Jessy menggelengkan kepala. "Tidak, Mom. Aku jadi anak baik sesuai janjiku!".
"Oh ya? Anak pintar!".
Clara lalu beralih menatap Reynald yang sudah berdiri memperhatikan interaksi ibu dan anak di depannya saat ini. Clara menegakkan tubuhnya kembali dan melemparkan senyuman untuk Reynald seraya menghampiri pria itu.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku jika kau mau pulang?Aku bisa menjemputmu di bandara".Sahut Reynald seraya menatap Clara.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin pulang sendiri dan tidak mau merepotkanmu". Ujar Clara.
"Maaf kau harus menjaga Jessy selama 1 minggu. Aku pun tidak.bisa menyiapkan kebutuhanmu sehari-hari".
Reynald tersenyum tipis saat melihat raut wajah bersalah di muka Clara.
"Tak masalah Clara. Jessy anak yang patuh. Aku menikmatinya. Dan jangan persoalkan tentang diriku. Sekarang cepat bersihkan dulu dirimu. Kau baru saja pulang". Ujar Reynald sembari menatap istrinya.
"Baiklah, aku mandi dulu. Setelah mandi nanti kusiapkan makan malam".Tanpa menunggu lama, Clara segera keluar dari kamar Reynald dan turun menuju kamarnya.
Tiga puluh menit kemudian Clara sudah selesai membersihkan diri dan langsung bergegas menuju pantry untuk menyiapkan makan malam. Namun baru saja menginjakkan kaki di area pantry, Ia cukup terkejut saat melihat Reynald sedang menghangatkan beberapa makanan ke dalam microwave.
Clara mengulas senyum dan melangkah pelan ke arah Reynald, mendekap tubuh tegap pria itu dari belakang. Terasa tubuh Reynald membeku seketika dan tak lama tangan pria itu memegang tangan Clara yang sedang melingkari tubuhnya dan berusaha untuk melepaskannya.
"Aku merindukanmu, Rey" Lirih Clara.
__ADS_1
Reynald membalikkan tubuhnya dan menatap Clara sejenak tepat ke dalam manik mata wanita itu. "Kenapa tiba-tiba kau seperti ini?"
"Kau hanya 1 minggu pergi, bahkan sebelumnya lebih dari ini kau meninggalkan penthouse tapi tidak merindukanku bukan?".
Clara terkekeh pelan. "Aku selalu merindukanmu, kau tahu! Hanya saja rasanya saat ini rasa rinduku terlalu besar padamu hehehehe".
Reynald tak menanggapi apapun.
Clara yang merasa sedikit di abaikan berusaha mengusir kecanggungan di antara mereka. Ia lantas beralih menatap 3 macam menu makanan yang sedang di hangatkan oleh Reynald.
"Siapa yang memasak ini, Rey?"
"Mbak Husna yang memasaknya tadi pagi. Aku hanya tinggal menghangatkannya saja untuk makan malam" Jawab Reynald seraya membuka microwave.
Setelah makanan tersaji di atas meja makan, Reynald, Clara dan Jessy pun duduk di kursinya masing-masing. Clara mengambilkan makanan untuk Reynald dan Jessy satu per satu.
Tak banyak obrolan yang tercipta di tengah-tengah acara makan keluarga kecil itu. Hanya sesekali Jessy yang terdengar merengek karena tidak suka dengan menu sayur yang ada di piringnya namun tetap di paksa Clara untuk memakannya.
"Minum dulu air putihnya, Jes. Setelah itu kau boleh memakan kue strawberry yang Mommy bawa". Titah Clara.
Melihat Jessy yang langsung meminum air putih di gelasnya hingga habis tak tersisa membuat Clara terkekeh dan segera memotong kue untuk Jessy.
Reynald menggelengkan kepalanya pelan sembari mengusap mulutnya dengan serbet kecil berwarna putih.
"Aku nanti saja". Ujar Reynald.
Clara pun mengangguk dan beralih mengamati Jessy yang dengan lahap memakan kus strawberry yang berada di piringnya.
"Jes, selama Mommy pergi kau kemana saja dengan Daddy?". Tanya Clara membuka obrolan dengan putrinya.
"Mmmhh.."
Jessy nampak berpikir seraya mulutnya sibuk mengunyah kue yang memenuhi rongga mulut.
"Aku tidak pergi kemana-mana, Mom. Daddy selalu sibuk!". Ujar Jessy.
Clara tertawa pelan mendengar jawaban polos putri kecilnya. "Daddy mu memang menyebalkan bukan?". Seloroh Clara seraya mencubit lembut pipi Jessy.
Jessy mengangguk setuju dengan antusias. "Itu benar, Mom! Daddy bahkan tidak mau mengajakku berjalan-jalan ke luar kota". Gerutu Jessy mengadu pada Ibunya.
__ADS_1
"Aduh anak Mommy kasihan... Nanti kita pergi saja berdua ke mall bagaimana? Daddy tidak perlu di ajak. Hanya kita saja. Kau mau?".
Clara meletakkan sendoknya dan menatap Clara dengan raut wajah berbinar. "Aku lupa Mom!".
Clara menautkan keningnya bingung menatap Jessy yang dalam sekejap berubah menjadi senang.
"Lupa apa, Jes?"
"Aku dan Daddy sebenarnya ke mall juga! Aku main di playground, Mom!". Jawab Jessy.
Clara terkejut dan beralih menatap Reynald yang sedang menatap Jessy.
"Benarkah, Rey? Kau biasanya tidak mau menemani Jessy ke tempat permainan yang tertutup dan ramai seperti itu". Sahut Clara.
"Aku dan Daddy ke sana bersama Aunty Anggi juga Mom! Jadi Daddy hanya duduk saja dan Aunty Anggi yang menemaniku bermain". Jawab Jessy polos.
Clara semakin bingung mendengar penjelasan Jessy.. Tatapannya menatap Reynald dan Jessy secara bergantian.
"Aunty Anggi itu....." Clara terdiam sejenak berusaha mengingat sesuatu.
"Apakah dia Anggi yang tempo hari datang ke penthouse bersama tunangannya yang dari Abu Dhabi itu?". Tanya Clara beralih menatap Reynald.
Belum sempat Reynald menjawab, terdengar celotehan Jessy lagi.
"Iya, Mom. Aunty Anggi yang itu lho..."
"Aku dan Daddy berjalan-jalan bersama di mall seharian! Aku juga di belikan boneka barbie yang banyak sama Aunty. Lalu Aunty Anggi juga bermain barbie lagi denganku sampai malam di penthouse, Mom!".
Clara tertegun mendengar penuturan Jessy. Ia menyisir raut wajah Reynald yang terlihat kikuk dan kaku.
"Sayangnya Aunty Anggi udah pulang ke negaranya, Mom. Aku ikut mengantarnya di bandara sama Aunty Renata. Aku juga memberikan boneka barbie keaayanganku dan Aunty Anggi berjanji kalau aku boleh pergi menemuinya kapanpun aku mau". Lanjut Jessy.
Clara beralih menatap Reynald dan menatap pria itu dengan lekat.
"Apa kau mau menjelaskan sesuatu padaku, Rey?".
•••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡••••••••••
📌 Halo..Maaf.. Hampura.. Sorry.. Baru sempet update... Aku kebetulan lagi dinas kerja ke luar kota sampai jumat. Jadi pusing banget gak ada waktu nulis 😅 Tapi tetap aku usahain update lah sehari 1. Kalau malam gak capek banget ya aku lanjut nulisnya malam lagi.. Gitu aja sampai jumat🤭
__ADS_1
Mohon maklum ya dan terima kasih atas atensinya🥰