
Reynald yang terbangun dari tidurnya begitu terkejut saat matanya terbuka menatap punggung polos seorang wanita yang tertidur di sampingnya. Terlebih lagi saat Ia menyadari bahwa dirinya pun polos tanpa sehelai benang pun membalut tubuhnya dari balik selimut.
Reynald lalu terlentang dengan kedua tangannya di jadikan bantalan kepala. Ia menatap langit-langit kamar hotelnya seraya mengingat kembali malam panasnya dengan Anggi. Istrinya.
Bibir Reynald menyunggingkan sebuah senyuman kecil saat menyadari bahwa Anggi telah resmi menjadi istrinya. Gadis menyedihkan yang pertama kali Ia lihat saat memberikan seminar di kampusnya. Gadis yang membuatnya takluk dan tidak bisa mencintai siapapun selain dirinya.
Anggi yang masih tertidur lelap menggerakkan tubuhnya kini menghadap Reynald. Di tatapnya wajah Anggi dengan perasaan penuh suka cita.
Reynald menyusuri wajah Anggi dengan ujung jarinya. Mengagumi keindahan paras manis wanita itu. Perlahan Reynald mengecup pelan kening Anggi dan membisikkan sesuatu.
"Terima kasih telah memilihku"
Anggi menggeliatkan tubuhnya. Matanya terlihat mengerjap berulang kali mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk pada pupilnya. Hingga Anggi menyadari bahwa Reynald sedang menatapnya dengan tersenyum dengan jarak yang sangat dekat.
"Pagi Rey..." Ucap Anggi dengan suara serak khas bangun tidur.
Reynald mengusap rambut Anggi dengan kepalanya yang bertumpu pada salah satu tangannya. "Panggil aku sayang..."
"Hmm?" Anggi yang belum sepenuhnya tersadar belum memahami maksud Reynald.
"Jangan panggil aku dengan Reynald atau Rey lagi.. Panggil aku dengan sayang, honey, beb atau mungkin Mas? Aah... Tidak.. Tidak.. Mas tidak cocok untukku hehee" Reynald terkekeh.
"Sayang...."
"Pagi sayang" Ucap Anggi dengan lugas menatap Reynald.
Seakan terbius oleh suara serak Anggi dan panggilan sayang padanya. Reynald dengan cepat merubah posisinya hingga berada di atas tubuh Anggi. Mengungkung tubuh wanita itu.
"Katakan sekali lagi" Titah Reynald.
"Sayang.. Kamu kesayanganku" Ucap Anggi pelan.
Keduanya bertatapan dengan sangat dalam. Seakan ada daya tarik menarik hingga sulit untuk berpaling.
"Sial! Kau menjadi candu untukku!" Geram Reynald lalu mencium bibir Anggi dengan gahar.
Mendapat serangan tiba-tiba, Anggi lantas berusaha mendorong tubuh Reynald. "Rey.. Kita belum mandi!" Ujar Anggi saat berusaha memalingkan wajahnya.
Reynald bertumpu pada kedua telapak tangannya. Menatap Anggi yang masih berada dalam kurungan tubuhnya. "Apa kau bilang tadi? 'Rey'?" Tanya Reynad seraya mengangkat sebelah alisnya.
Anggi menjadi gelagapan. "Tidak.. Maksudku sayang. Ya.. Sayang."
"Ini sudah pagi sayang dan kita harus mandi lalu menemui orang-orang di bawah".
Reynald menyeringai. Tangannya dengan cekatan masuk menyelinap ke balik selimut. Anggi tiba-tiba saja terkesiap dan menahan tangan Reynald yang sudah berada di atas lembah hangatnya.
"Apa masih sakit di sini sayang?"
"Ku-kurasa tidak..." Ucap Anggi pelan.
"Aaarrkkkhhh" Anggi melenguh dengan membuka setengah mulutnya.
Reynald menyeringai melihat ekspresi istrinya itu saat jari jemarinya bermain di lembah hangat nan sempit. "Kurasa kau sudah menyadari betapa nikmatnya penyatuan itu bukan?"
Reynald menarik jarinya dari dalam lembah hangat itu dan segera mencecapnya ke dalam mulut. Merasakan cairan kenikmatan istrinya. "Baru kusentuh sedikit saja kau sudah basah"
"Kau mesum! Jorok sekali!"
Reynald dengan gesit merubah posisi mereka hingga kini Anggi duduk di atas tubuhnya. "Tidak jorok jika kau merasa nikmat sayang"
Reynald mengangkat sedikit pinggul Anggi dan mengarahkkan senjatanya ke dalam lembah hangat yang basah itu.
"Aaaahh" Lenguh Anggi saat merasakan benda tumpul yang panjang terasa memenuhi dirinya.
"Bergeraklah sayang.. Puaskan dirimu dengan milikku" Ucap Reynald membantu Anggi untuk bergerak perlahan dengan memegangi pinggul istrinya.
•••
__ADS_1
6 ****Jam Kemudian****
"Gara-gara kamu mengurungku di kamar, kita tidak ikut sarapan bersama dengan semua orang."
"Dan lihat sekarang.. Sudah jam berapa ini? Kita bahkan melewatkan makan siang!" Anggi terus saja menggerutu dengan menghentakkan langkahnya kesal.
Reynald benar-benar buas. Pria itu menggempurnya hingga tubuhnya lemas serasa tak bertulang. Mereka melakukannya bukan hanya di atas tempat tidur. Namun Reynald benar-benar menjadikan semua sudut hotel menjadi saksi bisu peraduan tubuh keduanya.
"Mereka akan paham sayang.. Kita ini kan pengantin baru". Ucap Reynald terkekeh.
"Ya. Pengantin baru tepatnya berlaku hanya untukku. Untukmu kan sudah yang kedua kalinya" Ujar Anggi gamblang tanpa bermaksud apapun.
Reynald menahan laju langkah Anggi dengan gesit dan menatapnya sangat serius. "Pernikahanku dengan Clara tidak sepeeti pernikahan pada umumnya. Kau sudah tahu tentang hal itu"
Anggi menatap Reynald sejenak lalu mengulas senyum lebar. Ia mengalungkan tangannya pada leher Reynald. "Aku tahu sayang... Aku tidak memiliki maksud apapun dalam ucapanku tadi"
"Memang benar kan pernikahan ini yang pertama untukku dan semoga juga yang terakhir".
Reynald menarik tubuh Anggi hingga sangat menempel pada tubuh gagahnya. Ia mengecup bibir Anggi dengan lembut lalu menatap istrinya itu dengan tatapan yang teduh. "Ini akan menjadi yang terakhir sayang.. Ini yang terakhir untukku dan juga untukmu".
Prok.. Prok.. Prok..
Terdengar suara tepuk tangan. Reynald melirik ke arah depan. Anggi membalikkan tubuhnya. Terlihat Rashaad, Andre, Gavin dan Renata sedang berjalan beriringan menuju ke arah mereka berdua.
"Wah.. Wah.. Berapa aku harus membayar biaya sewa agar aku masih bisa tinggal di dunia ini?" Ucap Gavin menatap silih berganti pada Reynald maupun Anggi.
"Pengantin baru memang merasa dunia hanya milik berdua. Manusia lainnya mungkin mereka anggap makhluk astral". Cibir Renata.
"Kau iri?" Timpal Rashaad.
Renata melotot pada Rashaad. "Siapa bilang aku iri!"
Andre mengibaskan tangannya berusaha mendiamkan. "Aku bisa gila di kelilingi oleh kalian bertiga!" Sahut Andre dengan tampang coolnya.
"Jessy mencari kalian dari pagi. Dia ingin bermain dengan kedua Ibunya. Clara bilang dia sudah harus pulang nanti malam karena ada jadwal syuting dan tidak bisa izin lagi". Andre menjelaskan.
"Dia sedang di bujuk oleh Clara bermain di pantai". Jawab Renata.
"Baiklah ayo kita kesana" Ujar Anggi seraya menggamit lengan Reynald.
Anggi dan Reynald mengedarkan pandangannya saat menyusuri pantai dan melihat Jessy juga Clara yang sedang membangun sebuah istana pasir. Keduanya lantas menghampiri.
"Mama! Daddy!" Teriak Jessy saat menyadari kehadiran mereka berdua.
Clara lalu bangkit dan menepuk-nepuk tangannya membersihkan tangannya dari butiran pasir. "Kalian datang..."
Anggi mengulas senyum hangat. "Maaf kudengar Jessy sejak pagi ingin bermain ya"
"Tidak masalah. Aku paham soal itu hehehhee" Ucap Clara terkekeh pelan.
"Aku ingin ke kamar Mama dan Daddy! Tapi Mommy melarangku! Semua orang melarangku!" Jessy mengadu dengan wajah cemberut.
"Maaf ya.. Tadi mama bangunnya kesiangan" Ucap Anggi seraya membungkuk menghadap Jessy.
"Apa Mama boleh ikut main sekarang bersama Mommy juga?"
"Tapi Mommy bilang harus cepat pergi...." Ujar Jessy pelan menatap Clara.
"Kata benar-benar harus pulang hari ini?" Tanya Reynald menatap Clara.
Clara mengangguk. "Ya Rey... Aku harus langsung ke lokasi syuting. Aku sudah izin 2 hari untuk menghadiri pernikahanmu dan tidak enak untuk mengundur lagi" Jelas Clara.
Reynald mengangguk paham. "Pakailah pesawat jet ku untuk kepulanganmu sekarang".
"Eh.. Tidak perlu! Managerku sudah mengirimkan tiket pesawat untukku" Tolak Clara.
"Itu lebih cepat dan nyaman".
__ADS_1
"Benar kata Reynald.. Kamu bisa menghemat energi tidak perlu repot". Timpal Anggi.
"Benarkah tidak masalah?" Tanya Clara memastikan.
Anggi tersenyum dan mendekat ke arah Clara. Menggenggam kedua tangan wanita itu. "Tidak masalah sama sekali. Kamu Ibu yang melahirkan Jessy. Anak dari suamiku saat ini. Bukankah sebaiknya kita perlu menjalin hubungan yang baik demi Jessy? Aku tidak peduli dengan masa lalu suamiku dengan dirimu. Semua orang pasti tahu karena sudah ada bukti hidupnya yaitu Jessy. Aku bahkan belum berterima kasih dengan tulus karena kamu bersedia hadir dalam pernikahan kami".
Clara tertegun mendengar ucapan itu dari Anggi. Matanya berkaca-kaca dan menatap Reynald. "Aku mengerti sekarang kenapa kau sangat mencintainya". Ujar Clara.
Reynald terkekeh pelan.
"Baiklah kalau begitu. Aku harus siap-siap dulu". Ujar Clara lalu beralih pada Jessy. Membelai pelan kepala putrinya dengan penuh cinta.
"Jes, janji pada Mommy kau harus nurut dengan Daddy dan Mama Anggi, oke?"
"Mommy akan syuting selama 3 minggu dan setelah Mommy pulang nanti, kita pergi bersama!"
"Dengan Mama Anggi juga?" Tanya jessy.
Clara mendongak menatap Anggi dengan tersenyum. "Tentu saja! Mama Anggi akan ikut dan kita akan bersenang-senang!".
Jessy lantas mengangguk antusias membuat tiga orang dewasa yang melihatnya mengulas senyum. Clara pun lantas segera pamit undur diri melangkah pergi kembali ke hotel.
Reynald duduk bersila di atas pasir menatap Anggi dan Jessy yang mulai asik membangun kembali istana pasir. Bibirnya mengulas senyum hangat manakala melihat keakraban istrinya dengan putri kecilnya. Reynald sangat bersyukur untuk itu. Tak ada penolakan apapun dari Jessy saat Reynald menyampaikan ingin menikahi Anggi dan menjadikannya sebagai Ibu sambung untuknya. Jessy justru bahagia karena gadis kecil itu selalu merasa sedih saat harus meninggalkan Reynald sendirian saat Ia menginap di tempat Clara.
Reynald menghela napas. Melemparkan tatapannya ke laut lepas.
Apa arti kebahagiaan itu?
Meraih sesuatu? Mendapatkan sesuatu yang benar-benar kau inginkan? atau..... Tidak menginginkan apapun sama sekali?
Pada akhirnya untukku bahagia itu adalah berani mengambil resiko untuk sebuah pilihan. Dan untuk itupun selalu ada harga yang harus dibayar untuk sesuatu bukan?
'God's will'. Setelah melalui segalanya... Aku selalu belajar pasrah bahwa segala rencana pasti berpulang pada Sang Pemilik Kehidupan. Ada alasan kenapa kita berjodoh dengan seseorang untuk beberapa waktu dan tidak untuk waktu yang lain.
Aku belum pernah merasa sepasrah tapi sekaligus juga sekuat sekarang. Aku pasrah saat kenyataan menghantam diriku untuk melepaskannya dan menjadi seorang lelaki yang bertanggung jawab untuk perbuatanku di masa lalu. Aku pasrah menghadapi tahun demi tahun yang tidak mudah itu hingga aku berada di titik "aku merelakannya".
Namun semesta selalu bersemangat membuat hatiku porak poranda. Aku melihatnya kembali. Kami berdua di pertemukan kembali. Lagi-lagi aku pasrah saat melihatnya bersama lelaki lain yang jauh lebih baik dariku. Aku bekerja keras membuang perasaanku dan menerima kehidupan yang kujalani.
Tapi.... Entah mulai darimana, aku memilikinya lagi. Dia kembali padaku dan memilihku yang sangat banyak kekurangan ini. Aku tidak pernah merasa seyakin ini tentang seseorang. Bahkan sekalipun yang terburuk datang untuk kami berdua, aku tidak akan menyesalinya dan akan tetap menggenggam tangannya.
Setelah sampai sejauh ini, aku yakin kalau kita semua punya kekuatan untuk memilih. Menyimpan impian atau membuatnya menjadi nyata. Walau lewat jalan misterius dari Tuhan atau keberuntungan.
Jadi, apakah memilikinya kembali merupakan keberuntunganku atau Tuhan memang menyayangiku?
Reynald melemparkan sebuah senyuman tulus penuh rasa cinta saat melihat Anggi menatap ke arahnya. Wajah Anggi yang terlihat berkilau di bawah sinar matahari sore hari dengan rambut panjangnya terkibas berantakan di hantam oleh angin pantai yang menerpa.
Reynald menadahkan wajahnya ke atas menatap langit yang sudah menampakkan semburat tipis keemasan.
Kurasa.... Keduanya. Aku beruntung sekaligus Tuhan menyayangiku.
•••••••••••••••••••••• T H E E N D ••••••••••••••••••••••••••
Halo!
Terima kasih untuk readers setia yang sampai bab akhir tetap mengikuti cerita ini! Ah.. Aku sangat terharu!
Maaf jika Reynald kembali bersama Anggi.. Maaf jika Rashaad tidak bersama Anggi.. Apapun itu, alurnya sudah kubuat dari awal hehee😁😘
Aku sangat berterima kasih untuk dukungan kalian.. Likes.. Comments.. Votes... Gifts.. Itu membuatku semangat dan kadang senyum2 sendiri lho bacainnya! 😘
Sampai jumpa di cerita yang lain yaaa.. (entah kapan, aku lagi mikirin mau ambil dari salah satu tokoh yang ada di sini atau murni benar2 baru. Ada masukan?)
Tapi yg pasti.........
Selamat liburan akhir tahun untuk kalian semua yang mungkin udah ada yg mau siap2 liburan hehehehe..
Regards, bellejambes💖
__ADS_1