
Keesokan harinya di sebuah Universitas swasta bergengsi di Ibu Kota. Matahari tepat berada di puncak kepala dan sinar nya sangat menusuk terasa panas di kulit. Anggi, yang di juluki sang gadis menyedihkan oleh Reynald tengah memasuki kawasan Universitas menggunakan sepeda motor milik nya yang berwarna merah.
Ia mengedarkan pandangan mencari lahan parkir. Tengah hari begini, banyak sekali mahasiswa yang masih berada di kampus untuk berbagai kepentingan.
Akhirnya setelah 10 menit berkeliling, Ia pun mendapatkan lahan parkir. Selesai memarkirkan sepeda motornya, Ia melepas helm dan bercermin di kaca spion. Ia membenahi sedikit tatanan rambutnya yang sedikit berantakan. Ia lalu mengeluarkan sebuah botol parfum dan menyemprotkan nya ke dua sisi bahunya karena kuatir bau asap kendaraan sepanjang perjalanan menempel di bajunya.
Anggi segera melangkah menuju ruang dosen di mana Ia akan bertemu dengan dosen pembimbing nya untuk menyerahkan beberapa hasil revisi yang sudah Ia kerjakan dua hari dua malam. Ya.... Ia tidak cukup tidur hanya untuk mengerjakan nya dan Ia berharap kali ini kerja keras nya baik tenaga, waktu dan pikiran bisa di terima oleh dosen pembimbing.
"Masuk!". Terdengar sebuah suara dari dalam.
Anggi pun memutar kenop pintu dan membuka nya perlahan.
"Permisi, Pak.." Ucap Anggi seraya melangkah masuk dan sedikit menundukkan kepala.
Dosen pembimbing nya pun mengangguk dan mempersilakan Anggi untuk duduk.
"Mana revisi milik kamu?". Tanya Dosen tanpa basa basi.
Anggi segera menyerahkan nya dengan gugup dan sang dosen pun segera memeriksa.
Anggi terlihat cemas di saat sang dosen pembimbing mengambil sebuah spidol warna hitam.
*Tidak.. Jangan....
Jangan lagi tolonglah*....
Anggi membatin.
Sreetttt.. sreetttt...
Bunyi gesekan antara ujung spidol dengan kertas merupakan sebuah bunyi yang beberapa bulan ini sangat horor untuk indera pendengaran nya. Lutut nya lemas tatkala Ia melihat hasil revisi nya kembali lagi di coret oleh dosen pembimbing.
"Seharusnya kamu bisa lebih menjabarkan di bagian ini.. Ini hanya keterangan luar saja yang kamu tulis.. lalu........." Ucap Sang Dosen tanpa melihat ke arah Anggi melainkan menatap lembaran kertas yang sedang Ia periksa.
Suara dosen pembimbing itu yang tadinya terdengar jelas lambat laun terasa sanga jauh sekali di indera pendengaran Anggi. Diri nya malah melamun hilang semangat. Lutut nya pun lemas tak terkira. Harus berapa lama lagi melalui semua ini, pikirnya.
__ADS_1
"Apa kamu mengerti?". Suara sang dosen menyadarkan Ia kembali dari lamunan.
Anggi dengan cepat mengangguk. "Mengerti, Pak".
"Kembali lagi minggu depan dan saya harap, saya tidak perlu mencoret-coret lagi di atas skripsi mu".Ujar sang dosen menatap ke arah Anggi dengan pandangan tajam dari balik kaca mata nya.
Anggi mengangguk pelan. "Saya akan berusaha lebih keras, Pak".
Anggi segera bangkit dari duduknya dan melangkah keluar ruangan. Di sepanjang lorong, Ia berjalan gontai. Pikiran nya berlarian kesana kemari.
Apa aku ini bodoh? Seberapa keras usaha ku, tetap saja akhir nya seperti ini. Harus bagaimana lagi? Aaahh..bahkan Pak Reynald pun tidak menghubungiku sejak hari itu.. sudah satu minggu.. apa aku nekat saja datang lagi ke kantornya?
Anggi membatin.
Ah sudahlah! Aku datangi saja. Dia sudah berjanji akan menjadi mentorku kan?
Anggi segera melangkah dengan cepat menuju lahan parkir dan begitu tiba tanpa buang waktu Ia langsung melajukan sepeda motornya menuju business district di Ibu Kota.
Perlu sekitar 30 menit berkendara dengan sepeda motor nya untuk sampai ke gedung kantor perusahaan milik Reynald. Anggi memarkirkan sepeda motor di belakang gedung.
Namun di sisi lain, keadaan memaksanya untuk mengesampingkan logika dan memasang muka tembok saja.
Anggi berjalan di sisi gedung untuk ke area lobby. Ia begitu gugup dan otak nya sedang menyusun alasan di hadapan resepsionis.
Tiba di depan pintu masuk Ia pun segera melakukan ritual masuk gedung perkantoran pada umumnya, setelah menerima kartu pengunjung yang di tukar dengan KTP nya, Anggi menarik napas dalam-dalam dan menatap resepsionis dari kejauhan.
Pelan tapi pasti langkah nya pun membawa diri nya semakin mendekat ke arah resepsionis. Namun tiba-tiba ponsel milik nya berbunyi nyaring. Anggi segera membalikkan badan ketika Ia di tatap oleh seorang resepsionis yang tempo hari mengantarkan nya ke ruangan Reynald.
Anggi mengerutkan kening saat melihat layar ponsel nya.
Siapa ini? Nomor asing...
Anggi menimbang-nimbang apakah Ia perlu mengangkat panggilan masuk itu atau tidak. Karena sesuai kebiasaan nya, Ia sangat tidak suka mengangkat panggilan dengan nomor asing.
Ponsel nya pun berhenti berdering. Namun tak lama kembali lagi masuk panggilan dengan nomor yang sama. Dengan penasaran Anggi akhirnya menerima panggilan itu.
__ADS_1
"Halo...." Ucap Anggi pelan.
"Halo.. Apa benar ini Anggi dari Universitas Tribisnis?".
Terdengar suara seorang wanita di seberang telfon.
"Ya benar. Ini dengan siapa ya?". Tanya Anggi.
"Saya Renata, asisten Reynald".
Deg! Anggi segera mengedarkan seluruh pandangan nya ke area lobby mengira orang yang sedang menelpon nya berada di sekitarnya.
"Oh iya mbak Renata.." Ujar Anggi canggung.
"Bisakah kamu datang ke kantor hari ini? Reynald memintaku untuk memanggil mu terkait dengan program mentoring yang akan Ia lakukan".
Terasa mendapat angin segar, Anggi pun mengangguk bersemangat.
"Bisa banget mbak! Kebetulan saya lagi ada di lobby!". Ujar Anggi.
"Di lobby? Kau sudah di gedung kantor?".
Mendengar nada heran dari Renata, Anggi segera menepuk mulutnya karena kelepasan bicara.
"Ya sudah sekalian saja kau datangi resepsionis dan berikan ponselmu ini. Aku akan bicara agar kau di antar ke atas".
Anggi pun segera melangkah mengikuti arahan Renata dan segera melangkah ke arah meja resepsionis.
"Permisi mbak, ini ada telfon dari mbak Renata". Ujar Anggi tanpa tedeng aling.
Resepsionis itu pun menerima telfon walau keningnya bertaut heran. Tak lama entah apa yang di bicarakan oleh Renata, resepsionis itu pun segera mengantarkan kembali Anggi ke lantai atas tepat nya ke ruangan Reynald.
•••••••••••••••♡♡♡♡♡♡♡♡♡•••••••••••••••
Like, komen dan tambahkan ke favorit ya hehe
__ADS_1