Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 100


__ADS_3

"Mama..."


Mendengar suara lemah itu seketika Aslan menatap Fara. "Sayang," Aslan tersenyum dengan air mata haru yang masih saja mengalir saat melihat kedua mata Fara kini terbuka dan menatapnya. "Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar sayang."


Fara hanya terdiam sambil menatap Aslan.


Aslan menekan tombol emergency untuk memanggil Dokter agar segera memeriksa keadaan Fara setelah sadar.


Beberapa saat kemudian Dokter dan suster segera datang.


"Dok, istri saya sudah sadar."


Dokter segera melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Fara.


Aslan menunggu hasil itu dengan cemas. Semoga tidak ada masalah yang serius lagi.


"Tensinya masih sangat rendah, masih tetap harus istirahat total. Kemungkinan juga masih sulit bergerak karena badan sangat lemas dan peredaran darah belum lancar akibat hipotermia. Nanti bisa kita doping dengan makanan dan minuman yang mengandung zat besi selama masa pemulihan."


Aslan menganggukkan kepalanya. "Iya Dok, terima kasih."


Setelah Dokter itu keluar, Aslan berjalan mendekat dan duduk di dekat brangkar Fara.


Fara hanya menatapnya tanpa bersuara.


"Aku sangat bersyukur kamu sudah sadar. Dua hari ini hidup aku terasa hancur melihat kamu terbaring lemah tak berdaya."


"Dua hari?" tanya Fara dengan suara yang sangat lemah. Dia tidak merasa sudah pingsan selama dua hari.


"Iya, sudah dua hari."


"Arya dimana?" tanya Fara.


"Arya di rumah Mama. Baru saja dia ke sini. Besok biar Arya ke sini lagi, dia kangen banget sama kamu."


Fara hanya mengangguk pelan lalu dia mengalihkan pandangannya dari Aslan.


"Fara, aku..." Aslan menghentikan kalimatnya sejenak. "Aku minta maaf atas semua yang sudah aku lakukan sama kamu. Aku tahu pasti kamu gak mudah memaafkan dan menerima perbuatan aku di masa lalu. Aku memang pria be jat dan breng sek yang sebenarnya tidak pantas buat kamu. Aku yang salah, menutupi semua ini dari kamu."


Fara sama sekali tak merespon perkataan Aslan. Dia masih menatap kosong satu sudut lain.

__ADS_1


"Tapi aku benar-benar sudah melupakan masa lalu aku. Dulu, setelah putus dengan Tasya, aku benar-benar bertobat. Aku sudah tidak mau lagi melakukan dosa itu. Hingga akhirnya aku bertemu dengan kamu dan aku jatuh cinta lagi sama kamu, begitu sulit untuk memenangkan hati kamu, hingga membuat aku tidak mengungkit sedikit pun masa lalu aku. Tapi semua itu justru salah besar. Hanya karena ketidak-jujuranku, hubunganku dan kamu hampir saja hancur."


Fara masih saja terdiam. Dia tidak merespon perkataan Aslan yang panjang lebar itu.


"Sayang, apa aku bisa memperbaiki hati kamu yang telah hancur. Iya, aku tahu, kaca yang sudah hancur tidak mungkin bisa aku perbaiki seperti semula tapi apa kamu mengizinkan aku untuk mengganti kaca yang telah pecah itu dengan yang baru. Aku janji, aku akan selalu menjaga hati kamu."


Aslan meraih pipi Fara agar Fara mau menatapnya. "Setelah kamu sembuh, kamu boleh hukum aku. Kamu boleh pukul aku sepuas kamu, tapi aku mohon jangan pergi dari hidup aku. Aku gak bisa hidup tanpa kamu."


Fara hanya menatap sayu Aslan. "Mas, peluk aku..."


Satu permintaan yang membuat dada Aslan bergetar. Dia tersenyum dengan air mata yang kembali menetes. Kemudian dia peluk tubuh Fara yang masih sangat lemas itu. Dia kini menangis di pundak Fara. "Aku sangat takut kehilangan kamu untuk selamanya. Makasih kamu sudah berjuang dan makasih kamu sudah mengizinkan aku memperbaiki semuanya. Meskipun aku tahu kamu belum bisa memaafkan aku, tidak apa-apa. Aku akan terus menjadi yang terbaik buat kamu."


Fara mengangguk pelan. "Aku sudah memaafkan Mas Aslan."


Dan sebuah kalimat itu begitu menyentuh hati Aslan. Aslan semakin menangis di bahu Fara. "Makasih..."


"Mas, jangan menangis lagi."


Aslan melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata yang masih saja mengalir. "Biarkan aku menangis sepuasnya hari ini, karena setelah ini aku tidak akan membiarkan ada tangisan dalam pernikahan kita."


Fara tersenyum kecil, matanya kini juga berkaca menatap Aslan.


"Maaf, permisi."


Aslan segera mengusap air matanya dan berdiri.


"Segera dimakan ya, agar cepat pulih. Jangan lupa setelah makan, obat dan vitaminnya diminum."


"Baik Sus, terima kasih."


Setelah suster itu keluar, Aslan menaikkan brangkar Fara agar posisi tidur Fara setengah terduduk.


"Rasanya tubuh aku kayak gak punya tulang sama sekali, lemas dan sulit digerakkan." Bahkan untuk mengangkat tangannya sendiri saja rasanya begitu berat.


"Iya, kamu kemarin kehilangan banyak darah dan hipotermia jadi lemas di badan kamu akan hilang agak lama."


Fara meraba pelan perban di kepalanya. Dia baru mengingat kejadian yang dia alami sebelum dia pingsan.


"Untung ada Kak Ferdi yang mendonorkan darah buat kamu."

__ADS_1


"Kak Ferdi?"


"Iya, tadi pagi juga Kak Ferdi ke sini lihat keadaan kamu. Sebentar lagi biar aku hubungi untuk memberi tahu kabar kamu. Sekarang kamu makan, Arya sudah kangen mau main sama Mamanya." Aslan mengambil segelas susu terlebih dahulu untuk diminum Fara. Setelah meminum dua teguk, Aslan menaruhnya kembali di atas meja lalu dia meraih semangkok bubur yang masih hangat itu. Dia mulai menyuapi Fara secara perlahan.


"Makan pelan-pelan saja yang penting habis."


Fara mengangguk pelan. Dia memakan pelan suapan dari Aslan.


"Mas, sebentar lagi video call sama Arya ya. Aku kangen."


"Iya, sayang."


"Sebenarnya sebelum hujan turun aku mau jemput Arya, tapi waktu itu pandanganku berkunang-kunang, kepala aku pusing. Saat aku akan melangkah aku justru terjatuh dan kepala aku terbentur batu nisan Mama."


Aslan hanya terdiam mendengarkan cerita Fara sambil menyuapinya saat suaranya terjeda.


"Setelah itu badan aku terasa lemas dan semua gelap. Sebelum aku sadar, aku bertemu dengan Mama. Mama yang meyakinkan hati aku dan Mama menenangkan hati aku dengan pelukannya. Aku ingin tetap bersama tapi Mama melarangku karena ada Arya dan Mas Aslan yang sedang menungguku." cerita Fara lagi.


"Alhamdulillah, kamu masih mau kembali bersamaku. Padahal aku sudah berjanji akan selalu menjaga kamu tapi aku selalu gagal menjaga kamu. Sudah kesekian kalinya kamu masuk ke rumah sakit. Setelah ini aku gak mau lagi lihat kamu terluka. Cukup ini yang terakhir."


Fara hanya tersenyum kecil. Beban di hatinya kini terasa hilang saat dia ikhlas menerima masa lalu Aslan.


.


💞💞💞


.


Sudah 100 episode saja cerita ini dengan total 100rb kata lebih.. 🥳🥳


Masih ada yg setia baca gak?


Gimana kesannya? Pasti berbelit kayak sinetron ya... 😂😂😂


Kapan nih tamatnya??


Mungkin akhir bulan ini ya, paling tidak masih 20 bab lagi.. 🙃


Akan ada satu kejutan lagi di saat menjelang akhir..

__ADS_1


Thank u yang udah setia... 😚


__ADS_2