Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 77


__ADS_3

Fara mematikan ponselnya dan melemparnya ke ranjang. "Gila!"


Dia tak habis pikir, bagaimana mungkin ada seseorang yang terobsesi dengannya sampai seperti itu.


Beberapa saat kemudian Aslan masuk sambil menggendong Arya, dia melihat Fara yang sedang terduduk sambil menautkan alisnya. "Sayang kenapa?" tanyanya.


"Mas," seketika Fara memeluk Aslan dari samping. "Ada yang mengirim lingerie itu, aku kira dari Mas Aslan soalnya berinisial A."


Aslan mengambil kartu ucapan dan membacanya. "Apa motif dari dia sebenarnya?" Aslan mengeraskan rahangnya lalu membuang lingerie dan kartu ucapan itu ke tempat sampah.


"Mas, kenapa dia juga bisa tahu foto yang aku kirim ke Mas Aslan." cerita Fara.


"Hem? Maksud kamu?"


"Jadi barusan ada yang telepon aku dari nomor yang tidak dikenal. Dia bilang. Ih, menjijikkan banget deh pokoknya. Aku gak mau jadi ajang fantasi cowok lain." Fara sampai tidak sanggup menceritakannya. Dia kini meraih Arya dan memeluknya.


Aslan mengambil ponsel Fara dan mengotak-atiknya. Sepertinya ada yang memasang penyadap di ponsel Fara. "Far, ponsel kamu pernah dipinjam siapa?" tanya Aslan.


Fara menggelengkan kepalanya tapi sedetik kemudian dia teringat tentang Vero yang pernah memperbaiki ponselnya. "Vero, ya Vero yang pernah memperbaiki hp aku karena dia pernah nabrak aku dan hp aku jatuh terus layarnya retak."


"Gak salah lagi, pasti hp kamu udah dipasang penyadap. Biar besok aku bawa ke karyawan IT aku." kata Aslan dan kini dia mematikan ponsel itu.


"Terus gimana Mas, foto aku udah terlanjur dia lihat semua." Fara semakin panik. Banyak foto-foto koleksi pribadinya di ponsel tu termasuk fotonya bersama Aslan.


"Aku akan usut tuntas masalah ini. Kamu tenang saja ya, aku akan selalu menjaga kamu." Aslan mengusap puncak kepala Fara berharap memberinya ketenangan.


Fara menganggukkan kepalanya.


"Jangan pakai hp itu lagi, aku juga sudah suruh anak buah aku buat cari tahu siapa Vero sebenarnya. Berani sekali dia menjadikan kamu sebagai objek fantasinya." Aslan kini melepas jas dan sepatunya.


Beberapa saat kemudian ada panggilan masuk dari anak buah Aslan ke ponselnya. Aslan segera mengangkat panggilan itu. Wajah Aslan semakin keruh, dia kini mengeraskan rahang bawahnya.

__ADS_1


"Lacak terus masalah ini. Dia semakin membahayakan istri aku. Nanti Doni suruh ke rumah untuk cek hp yang kena sadap."


Aslan mematikan ponselnya lalu dia mengusap rambut Fara lagi.


"Nama panjang Vero adalah Alvero. Jadi benar inisial A itu dari dia."


Fara melebarkan matanya. "Tuh, Mas. Gimana kalau aku ketemu dia di kampus."


"Untuk sementara aku sudah suruh bodyguard untuk menjaga kamu selama di kampus. Aku masih mencari barang bukti agar dia bisa ditangkap. Banyak kasus penyimpangan yang dia lakukan. Dia ketua club penyuka sesama jenis, dan entah kenapa dia bisa terobsesi juga sama ibu muda."


Fara semakin merasa pusing memikirkan itu semua. Ini lebih bahaya dari pada pelakor atau pebinor.


"Jangan terlalu stress. Kasihan nanti Arya jadi ikut sedih." Aslan menundukkan pandangannya dan mencium pipi Fara.


Fara hanya menganggukkan kepalanya pelan.


"Besok aku beliin lingerie yang lebih sexy dari itu." bisik Aslan di dekat telinga Fara.


Aslan mencium lagi pipi Fara lalu dia berjalan menuju kamar mandi. "Mau mandi dulu. Panas banget hari ini."


Tentu bukan hanya cuaca yang panas, tapi juga perasaan Aslan. Dia tidak akan melepas siapapun yang mengusik hidup Fara.


...***...


Keesokan harinya Fara merasa enggan masuk ke dalam kampus. Dia masih saja duduk di mobil Aslan walau mobil Aslan sudah berhenti di dekat gerbang kampus.


"Jadi ke kampus gak?" tanya Aslan. "Kalau gak jadi aku antar lagi ke rumah."


"Iya Mas." kemudian Fara mencium punggung tangan Aslan sebelum turun.


Aslan mencium kedua pipi Fara. "Kalau ada apa-apa langsung chat aku ya."

__ADS_1


Fara mengangguk. Tentu ponsel yang dipakai Fara sekarang baru. Ponsel lamanya sedang dalam tahap pemerikasaan dan akan dijadikan sebagai barang bukti.


Dia turun dari mobil. Menoleh ke kanan dan ke kiri berharap dia tidak bertemu dengan Vero. Untunglah, kali ini aman. Dia berjalan menuju kelasnya dengan langkah jenjang. Beberapa saat kemudian kelas dimulai. Selama di kelas, Fara aman.


Setelah kelas selesai, Fara mengemasi bukunya dan bersiap untuk pulang.


"Far, pinjam buku yuk ke perpustakaan buat ngerjain tugas." ajak Ana salah satu teman kelas Fara.


"Oke, tapi bentar aja ya, soalnya gue gak bisa lama-lama." kata Fara sambil berjalan beriringan dengan Ana.


"Iya, gak papa. Pengen cepat-cepat ketemu baby di rumah kan?"


"Iya." mereka masih asyik mengobrol sampai di perpustakaan.


Setelah sampai di perpustakaan mereka mencari buku yang dibutuhkan.


"Far, ini kayaknya lengkap." kata Ana sembari mengambil buku tebal yang berisi ratusan halaman itu.


Fara ikut melihat isi dari buku itu saat Ana membuka halaman secara acak.


Tiba-tiba saja ada yang memukul kepala Ana dari belakang hingga membuatnya terjatuh dan hampir pingsan.


Fara melebarkan matanya. Dia menoleh ke belakang tapi saat dia akan berteriak lelaki itu membekap hidung dan mulut Fara dengan sapu tangan yang telah disemprot obat bius.


Seketika Fara tidak sadarkan diri, buru-buru pria itu mengangkat tubuh Fara dan berjalan keluar lewat pintu belakang perpustakaan.


"Fara," Ana setengah tersadar melihat tubuh Fara yang diangkat oleh seseorang. "Fara dibawa siapa? Tolong!"


💞💞💞


.

__ADS_1


Like dan komen ya...


__ADS_2