Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 103


__ADS_3

Setelah beberapa kejadian dan masalah-masalah berat telah berhasil Fara dan Aslan lewati, kini hidup mereka sudah bahagia, tentram dan harmonis. Mereka menikmati pertumbuhan Arya dari hari ke hari yang semakin pintar dan mandiri. Kini Fara juga semakin disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya.


Tak terasa kuliah Fara sudah semester 6. Dia kini sedang sibuk mempersiapkan bahan untuk skripsinya.


Arya yang sudah berumur tiga tahun sudah tidak terlalu mengganggu Fara. Dia sudah lebih mandiri, meski tetap diawasi pengasuhnya.


Hampir setiap hari Fara menatap layar laptopnya sampai larut malam. Dia sibuk mengerjakan tugas akhir dan mempersiapkan skripsinya.


"Far, kalau capek istirahat dulu." kata Aslan.


"Iya Mas, bentar lagi." Tiba-tiba saja Fara menghentikan ketikannya. "Astaga, besok kan aku mau nyiapin kejutan pesta bridal shower buat Ayla. Aku lupa lagi belum beli hadiah." Fara menyimpan hasil ketikannya terlebih dahulu lalu mematikan laptopnya.


Dia kini berdiri sambil memikirkan hadiah yang cocok untuk Ayla yang beberapa hari lagi akan menikah.


"Kamu udah punya anak, mau ikut-ikutan bridal shower." kata Aslan yang kini sudah duduk di atas ranjang sambil bersandar pada headboard.


"Yang ikut bridal shower emang harus lajang? Enggak kan? Bridal shower kan dirayakan dengan teman dekat. Bahkan aku nanti juga akan jadi bridesmaid." Fara tersenyum kecil. Dia ikut bahagia dengan pernikahan Ayla.


"Siapa calon suami Ayla?" tanya Aslan.


"Seorang pemilik perusahaan."


"Oo, jadi sama yang itu. Pintar juga pilih calon suami." kata Aslan. Dia memang pernah beberapa kali bertemu dengan calon suami Ayla saat ada acara dengan rekan bisnisnya.


Fara tersenyum lalu duduk di samping Aslan. "Iya. Kisah mereka itu dramatis banget. Aku jadi ikut baper kalau ingat kisah mereka tapi syukurlah mereka berakhir dengan bahagia."


"Dramatis mana sama kisah kita?" Aslan merengkuh pundak Fara dan mengusap lengannya.


"Ih, yang penting sekarang kita sudah bahagia." Fara menyandarkan dirinya di bahu Aslan.


"Iya, Alhamdulillah." Satu kecupan kini mendarat di puncak kepala Fara. Dia sangat bersyukur bisa sampai di detik ini bersama Fara.


Fara memainkan ujung baju Aslan. Dia masih berpikir hadiah apa yang cocok untuk Ayla. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia turun dari ranjang lalu membuka lemarinya. Dia mengambil tiga lingerie yang masih baru.


Aslan yang melihat Fara sedang menggelar lingerie seketika tersenyum. "Mau pakai itu? Ya udah yuk, gas poll."


"Ih, ini mau aku kasih ke Ayla. Ini masih baru belum pernah aku pakai. Nih, labelnya aja masih ada." Kini Fara mencari sebuah kotak untuk membungkus lingerie itu.


"Kamu sih, aku beliin banyak tapi jarang dipakai."


"Kan enak langsung polos." Fara tertawa kecil lalu mengambil kotak yan berada di atas lemari. Dia masukkan lingerie itu ke dalam kotak lalu dia ikat dengan pita yang cantik. "Tapi yang dibelikan Mas Aslan udah dipakai semua. Yang ini iseng-iseng aku beli sendiri."


"Ya udah sini polosan lagi."

__ADS_1


"Ih, lagi tanggal merah, tunggu dua hari lagi." Setelah selesai membungkus kadonya Fara naik ke atas ranjang dan mencium pipi Aslan. "Cepat tidur Mas."


"Iya." Aslan mematikan lampu, lalu merebahkan dirinya di sebelah Fara. Dia peluk tubuh Fara dari belakang. "Arya udah besar, aku jadi kangen suara tangisan bayi."


"Hmm, kode nih. Nanti setelah skripsi aku selesai, kita program lagi adiknya Arya."


"Siap, laksanakan!"


Fara semakin tertawa mendengar jawaban Aslan yang sangat berseangat. "Semangat banget."


"Iya dong. Harus bersemangat membuat adik lagi."


Fara membalikkan badannya lalu menenggelamkan wajahnya di dada Aslan. Beberapa saat kemudian mereka sudah terlelap dalam tidurnya.


...***...


Sepulang kuliah, Fara langsung ke rumah Ayla. Dia sudah membuat janji dengan Lili dan teman dekat Ayla lainnya untuk membuat kejutan bridal shower buat Ayla.


Kebetulan Ayla sedang bertugas di kafe Ayahnya, jadi Fara dan teman-temannya bisa menghias kamar Ayla dan tentu tak lupa menjajar kado-kado mereka.


"Far, lo ngasih kado apa?" tanya Lili.


"Ada deh, pokoknya berguna banget buat malam pertama." Kata Fara sambil tertawa lebar.


"Gue dong, nih gue pesan cupcake khusus buat Ayla," kata Rossa teman satu jurusan dengan Ayla yang sangat dekat.


Lili dan Fara seketika tertawa melihat cupcake naughty itu. "Astaga, bentukannya."


"Udah siap dicoblos." Fara tertawa sampai mengeluarkan air mata karena hiasan cupcake itu sangat intim dengan kata-kata udah siap dicoblos, Mas.


"Kayaknya Ayla udah pulang deh. Kita siap-siap." kata Lili yang mendengar suara motor Ayla berhenti di depan rumah.


"Ini serius Nia gak datang?" tanya Fara.


"Iya kayaknya. Kalau udah menyangkut soal hati kayaknya berat sih. Padahal kan Ayla gak jadi nikah sama yang ditaksir Nia." cerita Lili singkat.


"Sebenarnya kan bukan salah Ayla juga."


"Ya, mungkin Nia masih mau menata hatinya."


"Ssstt, suara langkah kaki Ayla mendekat."


Setelah Ayla membuka pintu, mereka memberi kejutan pada Ayla. "Surprise..."

__ADS_1


Ayla menutup mulutnya dengan mata yang berkaca, "Ya ampun, kalian semua..." Ayla langsung berhambur memeluk mereka semua. "Makasih ya."


"Kita semua kan bestie."


Ayla melepas pelukannya lalu duduk di tengah ranjang bersama sahabat-sahabatnya. Semua sahabatnya mulai beraksi mencoret wajah Ayla dan mendadaninya lucu. Karena setelah ini mereka tidak bisa melakukan hal-hal konyol lagi.


Ayla hanya pasrah dan tertawa menerima setiap perlakuan dari sahabat-sahabatnya.


"Ini bunga dari kita, cupcake dan kado."


Ayla menerima sebuket bunga itu lalu berfoto bersama. Kemudian dia tertawa dengan keras saat melihat bentuk cupcake itu. "Woy, cupcakenya."


Rossa mengambil satu cupake spesial. "Nih, cobain dulu sebelum lo cobain punya suami lo." Rossa memaksa Ayla memakan satu cupcake yang berbentuk spesial.


"OMG, gue gak tahu cara makannya. Fara tolong ajarin gue cara makan ini."


"Bentuk cupcake itu sih kecil. Aslinya gede dan panjang, jangan kaget lo ntar." Mereka semua kembali tergelak mendengar perkataan Fara.


"Tapi gue penasaran hadiah dari Nyonya Aslan ini apa?" Bukannya Ayla yang penasaran tapi justru Lili yang sedari tadi sangat penasaran.


"Biar Ayla yang buka." Fara meraih kotak berpita itu agar dibuka Ayla.


Ayla segera membukanya. Mata Ayla dan semua orang yang berada di kamar itu membelalak melihat pemberian dari Fara. "OMG, Sexsoy amat." Ayla menggelar lingerie berwarna merah yang sangat transparant lalu memakainya tanpa melepas bajunya. "Udah siap gue buat malam pertama."


"Waduh, kalau kayak gitu si kakak bisa langsung gas semalaman."


Mereka kembali tertawa sambil sibuk berfoto.


"Makasih ya kalian semua memang besti yang paling baik. Sudah membuat hari ini sangat spesial."


"Sama-sama. Semoga kamu juga selalu bahagia dengan suami kamu nanti."


"Iya, amin..."


💞💞💞


.


.


Yee, selamat Ayla udah siap lepas lajang..


Untuk sementara nama suami Ayla disamarkan dulu ya... 😂

__ADS_1


__ADS_2