
"Semua pasti akan baik-baik saja." Kemudian Aslan melepas pelukannya karena seorang suster kini datang sambil membawa surat persetujuan yang harus ditandatangani Aslan.
Baru saja Aslan memegang bulpoin, tiba-tiba Fara memekik kesakitan.
"Mas," Fara menarik napas panjang dan dorongan dari dalam perutnya semakin terasa. Tiba-tiba ketubannya pecah dan merembes.
Aslan meletakkan kembali bulpoinnya dan menghampiri Fara. "Kenapa sayang?"
"Apa sudah ada dorongan dari dalam? Ketubannya sudah pecah." Dengan cepat Dokter itu mengecek pembukaan Fara. "Pembukaannya sudah lengkap. Suster, cepat siapkan peralatan bersalin!"
Ada perasaan lega bercampur tegang saat Fara sudah bersiap melahirkan secara normal. Dia terus menggenggam tangan Fara. Cengkeraman tangan Fara dan teriakannya membuat hati Aslan berkabut. Dia selalu tidak bisa menahan air matanya saat melihat perjuangan Fara yang begitu besar demi buah hatinya lahir ke dunia ini. Dia berjanji dalam hatinya akan selalu mencintai dan menyayangi Fara selamanya.
Beberapa saat kemudian, malaikat kecil yang sangat dinanti itu lahir ke dunia dengan tangisan yang menggema.
Fara menarik napas dalam lalu menghembuskannya. Semua rasa sakit dan khawatir kini telah hilang. Dia tersenyum menatap putrinya yang sudah di angkat dan dibungkus selimut lalu diletakkan di dadanya.
"Kamu berhasil sayang. Selamat..." Aslan mencium pipi Fara lalu dia melihat bayi merah yang kini bergeliat di dada Fara.
"Alesha." panggil Aslan sambil tersenyum. Kemudian dia mengusap lembut pipi merah itu dengan bibir yang sedang mencari sumber kehidupannya.
"Hai, Alesha sayang..." Fara menyentuh punggung putri kecilnya. Terasa sangat lembut.
Setelah selesai melakukan Inisiatif Me nyu sui Dini, Aslan meraih bayi mungil itu lalu mengumandangkan adzan secara lirih di telinga kanan kemudian iqamah di telinga kiri. Setelah selesai dia mencium kecil pipi putrinya. "Jadi anak yang berbakti pada orang tua ya. Terutama sama Mama, karena perjuangannya melahirkan kamu di dunia ini begitu besar. Tidak bisa diganti dengan apapun," bisik Aslan di dekat telinga putrinya.
"Pak Aslan tunggu diluar sebentar ya, kita akan melakukan perawatan pada ibu dan bayi."
"Iya, baik." Aslan menyerahkan putri kecilnya pada suster lalu dia keluar dari ruangan.
Bu Lani menunggu diluar dengan cemas. Dia bernapas lega saat melihat Aslan yang kini sudah keluar dari ruangan dan langsung memeluknua.
"Mama baru selesai beli makanan ternyata Fara sudah melahirkan. Alhamdulillah, diberi kelancaran dan tidak jadi operasi." Bu Lani mengusap punggung Aslan.
"Iya Ma." Kemudian Aslan melepas pelukannya lalu duduk dengan lemas di kursi tunggu. "Aku benar-benar gak tega melihat kondisi Fara tadi. Alhamdulillah, setelah aku memutuskan untuk operasi sesar ternyata Fara langsung diberi kemudahan dan melahirkan secara spontan."
__ADS_1
"Iya, yang terpenting Fara dan putrinya selamat dan juga sehat." Bu Lani mengambil nasi kotak yang baru saja dia beli. "Kamu makan dulu. Kamu seharian gak makan."
"Gimana aku mau makan Ma, lihat kondisi Fara yang kayak gitu," kata Aslan. Sejak tadi pagi satu suap nasi pun tidak masuk ke perutnya.
"Sekarang Fara dan anak kamu sudah lahir dengan selamat. Jadi sekarang kamu makan, jangan sampai kamu sakit karena sebentar lagi kamu juga harus bergadang setiap hari." kata Bu Lani sambil membuka kotak nasi itu. "Mau Mama suapi?"
Aslan menggelengkan kepalanya. "Aku makan sendiri saja, Ma." Aslan membuka kotak itu dan mulai menyendoknya. "Tapi Fara juga belum makan. Dia cuma makan sedikit banget."
"Iya, nanti setelah dipindah ke ruang rawat kamu suapi dia. Pasti lapar banget. Tenaganya sudah dikuras habis-habisan."
Aslan mengangguk pelan sambil menghabiskan makanannya.
Setelah dipindah ke ruang rawat, Aslan segera menemui Fara. Benar saja, Fara kini merasa sangat lapar. Satu porsi makanan sudah habis dimakan Fara. Dia masih menambah satu porsi makanan lagi yang dibawa mertuanya dan tentu saja dengan disuapi Aslan.
"Sudah kenyang belum?" tanya Aslan.
"Sudah Mas." Fara tersenyum kecil. Dia makan seperti orang kalap saja.
Dia mengambil air mineral dan membantu Fara minum.
Fara kini menatap Aslan yang selalu setia menemaninya. Dukungan dan perhatian Aslan yang selalu menguatkannya. "Makasih Mas Aslan selalu menemani aku."
Aslan hanya tersenyum sambil mengusap pipi Fara. "Justru aku yang harusnya makasih sama kamu. Perjuangan kamu tidak bisa hanya diganti dengan ucapan terima kasih. Kamu wanita yang hebat dan kuat. Aku sangat beruntung memiliki kamu. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintai dan menyayangi kamu. Aku juga akan selalu membantu kamu menjaga anak-anak kita. Kita rawat bersama sampai mereka sukses di kemudian hari."
Fara mengangguk pelan sambil tersenyum. Dia kini membayangkan, bagaimana kelak ketika anak-anaknya sudah sukses. Dia pasti akan menjadi sosok orang tua yang sangat bahagia.
"I love you..." kata Aslan. Ungkapan cinta yang tak pernah bosan dia ungkapkan di setiap harinya. Bahkan sekarang rasa cinta itu terasa semakin besar.
"I love you too.." balas Fara.
Mereka saling bertatapan dan tersenyum.
"Sekarang kamu tidur." Aslan mengusap rambut Fara agar dia cepat terlelap.
__ADS_1
Akhirnya kini Fara bisa tidur dengan nyenyak.
"Aslan, Mama pulang dulu ya. Biar Mama temani Arya di rumah," bisik Bu Lani agar tidak mengganggu tidur Fara.
"Iya, Ma. Besok ajak Arya ke sini ya."
"Iya, kamu bisa kan jaga Fara dan anak kamu?" tanya Bu Lani memastikan lagi.
"Bisa, Ma."
"Ya sudah. Kalau ada perlu apa-apa kamu telepon Mama ya."
"Iya Ma."
Setelah itu Bu Lani keluar dari ruangan Fara.
Kemudian Aslan berdiri lalu melihat putri kecilnya yang tidur dengan nyenyak di dalam box. "Cantik. Mirip Fara banget."
Setelah itu dia duduk di sofa. Rasanya dia sangat mengantuk tapi dia tidak bisa tidur. Ada rasa lega bercampur rasa bahagia.
Sekarang keluarga kita sudah lengkap. Ada Arya, anak pertama kita yang sangat pintar. Lalu Alesha, yang sangat cantik. Semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecil kita....
💞💞💞
.
Like dan komen ya...
Mampir ke karya author lainnya yuk..
Di sini ada Rendra, spin off dari Godaan Sang Mantan.
.
__ADS_1
Mampir dan baca ya.. Jangan lupa jadikan favorit..