Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 76


__ADS_3

Beberapa hari sudah dilalui Fara sebagai mahasiswa. Dia semakin berhati-hati karena semakin hari ada saja yang mengirimi dia pesan manis. Bahkan sampai dia berganti nomor pun, orang yang tak dikenal itu masih saja mendapatkan nomornya.


Fara berjalan dari gerbang kampus ke kelas saja seperti ada yang mengikutinya. Dia mempercepat langkah kakinya menuju kelas tapi tiba-tiba langkah kakinya berhenti saat ada Vero. Dan orang itu selalu ada dimana-mana. Entah saat dia dari toilet atau sekadar menyapanya di pagi hari.


Fara menghela napas panjang saat telah duduk di dalam kelas. Beberapa hari ini juga Fara tidak memgobrol dengan sahabat-sahabatnya karena jam masuk mereka yang berbeda.


Setelah kelas usai, Fara berniat mencari Ayla. Dia menuju fakultas boga, untunglah Ayla juga baru keluar dari kelas.


"Ay," Fara melambaikan tangannya pada Ayla agar Ayla mendekatinya.


"Fara, kelas lo udah selesai?" tanya Ayla sambil berjalan mendekati Fara.


"Iya, kita ke kantin yuk ngobrol." kata Fara.


"Mending lo cepat pulang aja." kata Ayla karena dia merasa situasi saat ini tidak aman. "Soalnya gue juga mau pulang."


"Ay, lo kenapa? Dari kemarin gue hubungi gak bisa, padahal gue mau cerita sesuatu sama lo."


Ayla menengok ke kanan dan kiri takut jika ada yang mengawasinya. "Kita cerita di rumah lo aja. Nunggu Lili sebentar terus kita semua ke rumah lo."


Setelah Lili datang, mereka bertiga segera berjalan menuju gerbang kampus karena Fara sudah meminta jemput Pak Yanto.


Mereka segera naik ke dalam mobil dan beberapa saat kemudian mobil itu melaju.


"Kalian berdua tahu gak nomor-nomor yang gue blokir itu?" kata Fara sambil menunjukkan ponselnya pada kedua temannya.


Ayla dan Lili melihat nomor-nomor itu dan mencocokkan dengan yang ada di ponselnya.


"Kita gak tahu. Kenapa isi pesannya ucapan sweet semua gini?" Ayla dan Lili membaca semua pesan itu.


"Gue udah ganti nomor pun dia masih bisa loh nge chat gue. Bahkan dia punya foto-foto gue. Gue takut banget." kata Fara, meski Aslan sudah janji akan mengusutnya tapi jika pelaku itu belum ketemu, dia belum bisa merasa tenang.


Ayla dan Lili saling tatap lalu mereka turun dari mobil setelah mobil itu berhenti. Mereka masuk ke dalam rumah Fara dan berkumpul di ruang tengah.


"Mbak, Arya tidur?" tanya Fara pada baby sitter yang mengasuh Arya.


"Iya, baru saja tidur."


"O ya sudah."


Setelah baby sitter itu berlalu Fara melanjutkan obrolannya dengan kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Kira-kira siapa yang neror gue? Mas Aslan udah coba lacak nomor-nomor itu tapi semua pakai data palsu." kata Fara lagi.


"Gak salah lagi, ini perbuatan Vero. Psycho banget tuh orang." Ayla mengepalkan tangannya. "Sayang gue gak punya kekuatan buat lawan dia dan kita juga gak punya bukti apa-apa."


"Iya, dan Vero punya geng yang kuat di kampus kita." imbuh Lili. "Gue takut aja mereka berkomplot buat neror lo."


"Kalian yakin?" tanya Fara lagi. Karena memang belum ada bukti-bukti yang kuat.


"Sorry gue belum cerita sama lo soal ini. Jadi beberapa hari yang lalu waktu gue antar lo ke gerbang, dia ngikutin kita. Gue disergap sama dia dan diancam agar gak ikut campur sama masalah lo. Untung waktu itu ada cowok yang nolong gue." cerita Ayla. "Serem banget dia. Lo suruh Pak Aslan usut tuntas masalah ini. Jangan sampai ada korban-korban selanjutnya."


"Iya, Mas Aslan lagi memproses ini semua. Gue jadi was-was banget kalau kayak gini. Jadi takut gue ke kampus." Fara menyandarkan dirinya. Dia harus bisa lebih berhati-hati lagi.


Mereka lanjut mengobrol masalah itu sambil makan.


"Kalian biar diantar Pak Yanto aja ya pulangnya." kata Fara yang kini sudah menggendong Arya karena sudah bangun.


"Ya udah, sekarang kita mau pulang. Pokoknya lo harus selalu hati-hati."


"Iya. Makasih ya." Fara mengikuti langkah kedua temannya menuju teras depan sambil menggendong Arya.


"Arya aunty pulang dulu ya." Ayla mencium pipi Arya. "Dada Arya."


"Nggemesin banget."


Setelah Ayla dan Lili masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan rumah Fara.


Saat Fara akan menutup pintu ada seorang kurir yang datang mengantar sebuah paket. "Ada paket untuk Mbak Fara."


"Iya, saya Mas. Dari siapa ya?" seingatnya dia sedang tidak belanja online.


"Tidak ada nama pengirimnya." Setelah kurir itu mengambil foto sebagai bukti diterima, Fara masuk ke dalam rumah sambil membawa paket yang berbentuk kotak itu.


"Apaan sih ini?" Fara menurunkan Arya lalu membuka kotak itu. Dia mengambil sebuah lingerie berwarna merah yang sangat sexy. "Lingerie?" kemudian dia ambil kartu ucapan yang ada di dalamnya.


Pasti kamu cantik pakai ini. Nanti malam pakai ya.


Love you, from A.


Fara tersenyum, "Mas Aslan ngapain pakai nama inisial? Mungkin biar berasa romantisnya kali ya."


Fara menggelar lingerie itu di tubuhnya. "Ya ampun ini lebih parah dari yang kemarin-kemarin di beli. Minim dan tembus pandang semua. Mandi dulu terus coba." Fara menggendong Arya dan menitipkannya terlebih dahulu pada pengasuhnya lalu dia segera mandi.

__ADS_1


Selesai mandi dia mencoba lingerie sexy itu. Dia pandang tampilannya dicermin. "Kalau kayak gini sih yang ada Mas Aslan minta nambah terus." Fara tersenyum kecil karena dia memang terlihat sangat menggoda saat memakai lingerie itu.


Fara mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Aslan.


"Mas Aslan pulang jam berapa?"


Beberapa saat kemudian Aslan membalasnya.


Bentar lagi sayang, mau titip sesuatu.


Fara tersenyum lalu mengambil foto dirinya dengan gaya sexy berniat menggoda Aslan.


"Sexy banget kalau beliin."


Foto dan pesan itu terkirim pada nomor Aslan.


Emoticon love berjajar dari Aslan.


Tapi aku gak beliin loh. Hmmm, bilang aja kalau kamu yg beli tapi malu. Langsung gas otw pulang.


Seketika Fara terpaku menatap pesan itu. Dia melepas lingerie itu dan memakai kembali baju santainya.


"Jadi ini bukan dari Mas Aslan terus dari siapa? Inisial A? Siapa?"


Beberapa saat kemudian ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.


Fara semakin merasa kesal. Dia mengangkat panggilan itu dan membentaknya.


"Kamu siapa! Jangan pernah ganggu hidup aku lagi!"


"Makasih fotonya. Sexy banget. Ahh, Ahhh, jadi pengen coba sama ibu muda yang sexy. Ah, ah.."


Fara merinding dibuatnya. Lelaki diseberang sana sedang men de sah menikmati foto yang baru saja dia kirim ke Aslan. Darimana dia mendapatkannya?


Fara mematikan ponselnya dan melemparnya ke ranjang.


💞💞💞


.


Like dan komen ya...

__ADS_1


__ADS_2