
Di bab sebelumnya perkataan Aslan ada yang kena bintang-bintang ya.. Ini makna bintang yang sebenarnya... 😂
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Fara menautkan alisnya. Kenapa rasanya dia menjadi tergoda seperti ini?
Dia semakin menundukkan kepalanya. Katanya menyenangkan hati suami dapat pahala. Iya memang, tapi dia masih ragu. Bagaimana rasanya? Penasaran juga. Akhirnya dia semakin mendekatkan kepalanya.
Melihat wajah Fara yang semakin dekat saja sudah mampu membuat aliran darah mengalir dengan deras di tubuh Aslan. Jantungnya berdetak tak karuan. Apalagi saat bibir itu sudah terasa bermain dan menghisapnya kecil, Aslan tak bisa lagi menahan suara nikmatnya. "Ah, sayang lebih dalam lagi."
Aslan sama sekali tak menyangka Fara berani melakukan ini. Ternyata benar seperti dugaannya, Fara sebenarnya sangat agresif. Jika sudah tidak ada tembok malu yang menghalangi Fara pasti Fara akan melakukan lebih-lebih dari yang seperti Aslan inginkan.
Mendengar suara de sa han Aslan yang semakin keras seolah menambah semangat Fara. Tapi tiba-tiba dia menghentikan gerakannya. Tersadar dengan apa yang telah dilakukannya. Dengan cepat dia melepas bibirnya lalu berbaring dan memunggungi Aslan.
Memalukan sekali.
"Sayang, kenapa?" tanya Aslan sambil mendekatkan dirinya. Dia kini meliat Fara memejamkan matanya. Aslan bisa menebak, pasti Fara merasa malu dengan apa yang baru saja Fara lakukan. Mood Fara memang bisa berubah dengan cepat.
"Gak usah malu. Aku malah seneng banget kamu agresif kayak gitu." Aslan mencium pipi Fara tapi tidak ada reaksi apapun dari Fara.
Bibir Aslan kini menyusuri tengkuk leher Fara. Tangannya sudah bergerilya memberi stimulasi pada Fara. Menyusuri dada Fara yang bulat dan padat itu lalu semakin ke bawah dan menysusuri perut Fara yang sudah kembali datar seperti sedia kala.
Baru kali ini Fara membuka matanya. "Ih, Mas. Tangannya jangan nakal gitu."
Aslan hanya tersenyum. Dia tahu tubuh Fara sangat mengharap sentuhan dari Aslan. Bibir boleh menolak tapi reaksi dari tubuh Fara begitu hebat.
Apalagi saat Aslan melepas celana Fara dan dia melakukan seperti yang dilakukan Fara. Menyusuri lembah kenikmatan itu dengan bibirnya. Menyapunya dengan lidah dan sesekali menghisapnya.
Hal itu jelas membuat Fara terasa melayang tinggi. Suara de sah nya semakin keras. Gerakannya sudah tak terkontrol. Aslan benar-benar sudah membuatnya basah dan tak tahan lagi untuk melanjutkan ke sesi berikutnya.
"Sayang, aku masuki ya." Aslan sudah tidak bisa menahannya lagi. Karena tidak ada penolakan dari Fara, dia memposisikan dirinya dan menghentakkan miliknya yang membuat Fara memekik.
"Mas, kok dimasuki."
__ADS_1
"Bentar aja sayang. Punya kamu udah basah kok. Pasti kamu juga udah pengen kan."
"Tapi gak gini..." kalimat Fara terhenti karena ciuman dari Aslan. Sistem kerja otaknya seketika berhenti. Untuk saat ini dia hanya ingin menikmati permainan Aslan. Dia hanya bisa pasrah dan men de sah betapa lihainya Aslan menjelajah tubuhnya. Aslan selalu berhasil membuatnya melambung tinggi seolah enggan untuk berpijah lagi. Mau lagi, lagi, dan lagi.
"Sampai kamu keluar, aku udahin." Aslan menahan tubuhnya dengan kedua tangannya. Dia kini menatap wajah cantik Fara yang memerah karena dipenuhi gairah. Satu hal yang sangat dia sukai adalah saat Fara sangat menikmati permainannya.
"Ahh, Mas..." Fara membuka matanya dan menatap Aslan. "More faster."
Begitulah awalnya menolak tapi sekarang justru meminta lebih. Rasanya Aslan semakin di mabuk cinta. "Yes, baby." sesuai permintaan Fara, dia semakin mempercepat gerakannya tapi dia harus bisa mengolah rasanya, kali ini jangan sampai kelolosan lagi.
Tubuh Fara bergetar beberapa kali dengan suara yang semakin keras pertanda Fara sudah mencapai puncaknya. Setelah Fara melemas buru-buru Aslan melepas miliknya. Lebih baik dia memainkannya sendiri daripada kecebongnya lepas lagi di dalam karena dia masih ingin melihat Fara sukses tanpa menambah beban hidupnya lagi.
Dia tuntaskan hasratnya dengan satu tangan sedangkan satu tangannya memainkan buah sintal Fara. Dengan erangan keras, Aslan sampai di puncaknya dan kumpulan kecebong itu tumpah di atas perut Fara.
Setelah tuntas, Aslan meraih tisu dan membersihkan perut Fara. Dia masih saja mengulum senyumnya sambil menatap Fara yang sekarang terdiam menatap Arya yang masih tidur lelap.
"Thank you my wife." Aslan merebahkan dirinya dan memeluk Fara. "Aman, calon adiknya Arya untuk sementara aku lap tisu." kekeh Aslan.
"Tetep aja, besok-besok aku gak mau lakuin lagi." mode Fara kembali seperti semula.
"Takut aja Mas Aslan kebablasan."
"Ih, nggak. Ya udah besok aja yuk ke dokter." kata Aslan.
"Ntar aja sekalian."
"Pancing-pancing lagi aja deh, pasti nanti Mamanya Arya mau lagi dan minta more faster lagi." goda Aslan sambil mencubit pipi Fara.
Pipi Fara semakin merona merah. Dia kini memutar tubuhnya dan menatap Aslan. "Gak boleh, aku batesin tembok biar gak terpancing."
"Gak mungkin, pasti aku bisa mendapatkanmu." Aslan mencium singkat bibir Fara. "I love you."
"I love you too." Fara semakin mengeratkan pelukannya. Terasa nyaman saat berada di dekapan Aslan. Meski dada itu berkeringat tapi aroma maskulin menguar dan membuatnya semakin nyaman.
__ADS_1
"Untung Arya gak dengar perang kita barusan."
"Arya kalau tidur kayak Mas Aslan."
"Loh, gak kebalik."
Fara tertawa kecil karena perkataan Aslan memang benar adanya. Tapi sedetik kemudian dia terdiam, lagi-lagi dia teringat Tasya. Sekarang Fara benar-benar merasa takut kehilangan Aslan. "Mas jangan sampai tergoda pelakor ya."
"Astaga sayang, aku gak mungkin kayak gitu. Udah, jangan bahas hal kayak gitu lagi ya. Aku mendapatkan hatimu sangat susah, aku gak mungkin membuat kamu kecewa." kata Aslan sambil mengusap punggung polos Fara.
"Iya, aku percaya. Tapi namanya manusia pasti juga ada rasa takut."
"Iya, gak papa. Wajar. Itu tandanya kamu cinta banget sama aku. Thanks for your love and for all."
"Same-same."
Aslan tersenyum mendengar jawaban Fara. "Kamu lucu ya ternyata. Makin gemesin."
"Kucing orange jauh lebih lucu dan nggemesin."
Mereka berdua sama-sama tertawa. Indahnya saat cinta itu saling berbalas. Mereka bisa menikmati momen indah itu.
Beberapa saat kemudian Arya terbangun dan menangis karena haus.
"Niat mau tidur siang tapi gak jadi." kata Fara yang sudah memakai baju santainya lalu menggendong Arya.
"Ya bentar lagi kamu tidur aja gak papa, Arya biar main sama aku. Mumpung aku libur juga. Kamu istirahat saja." Aslan duduk di sebelah Fara yang mulai mengasihi Arya. Dia pijat perlahan sepanjang bahu Fara agar rasa lelah itu hilang.
Fara hanya tersenyum. Aslan memang suami idaman.
💞💞💞
.
__ADS_1
Mau cari kucing orange dulu siapa tahu bisa berubah jadi Aslan.. 😂😂