Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 69


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Fara segera membasuh dirinya lalu memakai pakaian longgarnya. Kemudian dia merebahkan dirinya di sebelah Arya. Badannya terasa lelah dan sangat mengantuk. Tak butuh waktu lama dia sudah tertidur dengan satu tangan yang menggenggam tangan Arya.


Melihat Fara yang tidur dengan damai, hati Aslan menjadi tenang. Sebenarnya dia sempat khawatir Fara terkena baby blues karena masalah ini. Tapi setelah sampai di rumah Fara jauh lebih tenang. Sepertinya Aslan memang harus menjauhkan Fara dari lingkungan toxic.


Aslan terus memandangi wajah Fara. Dia usap lembut puncak kepala Fara agar tidurnya semakin nyenyak.


Beberapa saat kemudian ponselnya yang berada di atas nakas bergetar. Aslan segera mengambil ponselnya dan keluar dari kamar.


"Iya, hallo Pa?... Iya, tadi ada masalah sama Tasya. Pa, lebih baik kerjasama itu dibatalkan saja. Lebih baik aku kehilangan materi daripada harus bertengkar dengan Fara." Aslan menghela napas panjang mendengar penjelasan dari Papanya. Memang tak mudah memutuskan kerjasama secara sepihak. Sayangnya, dari awal Aslan sama sekali tidak tahu tentang proyek itu. "Ya udah, Pa. Nanti aku coba bantu." Aslan mematikan ponselnya. Dia berdiri dan kembali ke dalam kamar.


Setelah menaruh ponselnya di atas nakas, Aslan merebahkan dirinya di samping Fara. Dia lingkarkan tangannya di perut Fara. "Aku sayang kamu." bisik lirih Aslan di dekat telinga Fara. Dia cium dalam aroma rambut Fara lalu dia ikut memejamkan matanya.


Selang satu jam berlalu Fara membuka matanya, dia melihat Arya yang masih tertidur dengan nyenyak. "Masih nyenyak pasti tadi kecapekan." Fara melepas genggaman tangannya lalu dia menggeser tubuhnya dan menatap Aslan yang tertidur di sebelahnya. Dia telusuri wajah tampan yang damai di alam mimpi itu dengan jemarinya.


"Dulu aku sangat membenci Mas Aslan tapi sekarang aku justru sangat takut kehilangan," gumam Fara. Dia kira Aslan masih tertidur dengan nyenyak tapi ternyata Aslan justru mencium tangan Fara lalu menggigit kecil jari Fara.


"Mas," seketika Fara memukul dada Aslan karena terkejut.


"Beraninya kalau lagi tidur." Aslan semakin mengeratkan pelukannya. "Kok cuma satu jam tidurnya. Arya aja belum bangun."


"Iya, gak tahu tiba-tiba kebangun. Arya tidurnya nyenyak banget pasti dia kecapekan." kata Fara sambil memutar badannya kembali agar tidak memunggungi Arya.


"Iya, dari pagi sampai siang memang baru tidur."


Fara kini memainkan tangan Aslan yang ada di perutnya.


"Sayang kamu udah gak marah?" tanya Aslan saat mendapat sentuhan dari Fara.


"Ya masih."


"Kok masih marah sih?" Aslan justru menciumi rambut Fara. "Jangan marah dong. Aku kasih balon nih biar gak marah."


"Emang aku anak kecil." Fara merebahkan dirinya dan menatap Aslan yang sedang menegakkan kepalanya.


"Balonnya beda. Bikin nagih."


Tiga detik kemudian Fara baru mengerti maksud Aslan. "Ih, kirain apaan."


Aslan masih tersenyum menatap Fara. Senyum yang pernuh arti tentunya.


"Gak mau. Aku baru keramas. Belum sholat Ashar juga." kata Fara yang sudah tanggap dengan tatapan Aslan.

__ADS_1


"Iya, iya. Tapi nanti malam ya." Aslan menggodanya dengan satu kedipan mata yang sudah mampu membuat rona di pipi Fara.


"Oke, tapi awas kalau sampai tergoda pelakor apalagi sampai disentuh-sentuh kayak tadi."


"Gak akan. Pawang singa cuma kamu seorang. Nanti coba gaya baru yuk, kamu yang di atas naikin singa." kata Aslan menggoda Fara.


Satu cubitan mendarat lagi di pinggang Aslan. "Omes banget sih."


"Gak papa dong omes, kan sama istri. Emang kamu gak kecanduan sama ekor singa?" Aslan semakin menggoda Fara. Dia sangat suka melihat pipi merona Fara yang malu-malu mau itu.


"Ih, apaan sih."


Aslan masih saja menggoda Fara yang membuat Fara tertawa dan kembali mencubit Aslan.


...***...


Malam hari itu, Fara sedang duduk di depan laptopnya. Dia membuka situs pendaftaran online kampusnya karena baru saja dia mendapat info dari Ayla jika pendaftaran mahasiswa baru sudah dibuka.


"Memang sudah dibuka pendaftarannya?" tanya Aslan sambil menimang Arya yang sudah kenyang setelah meminum ASI.


"Sudah Mas. Aku coba daftar dulu biar lusa tinggal registrasi saja."


Fara memasukkan biodata dirinya lalu men-scan beberapa dokumen sekolahnya.


Beberapa saat kemudian, Aslan masuk ke dalam kamar dan sudah membawa segelas coklat hangat lalu dia letakkan di atas meja.


"Sudah berhasil?" tanya Aslan.


Fara menatap layar laptopnya dengan serius, setelah berhasil akhirnya Fara bisa bernapas lega. "Alhamdulilla berhasil."


Satu kecupan mendarat di pipi Fara. "Nih, coklat hangat, biar gak tegang lagi."


Fara tersenyum lalu meminum coklat hangat yang dibuatkan Aslan sampai habis. "Makasih Mas."


"Sama-sama."


"Ternyata dulu aku gak jadi kuliah ada hikmahnya yang sekarang benar-benar aku rasakan."


"Apa?"


Fara berdiri lalu memeluk Aslan. "Aku mendapat support dari Mas Aslan sepenuhnya. Belum lagi perhatian Mas Aslan. Rasanya aku jadi benar-benar punya power untuk melanjutkan kuliah. Makasih."

__ADS_1


"Sama-sama." Aslan mencium singkat bibir Fara. "Justru aku sangat senang melihat kamu semangat lagi seperti ini."


"Sebagai ucapan terima kasih aku." Fara mendorong tubuh Aslan hingga tubuh mereka berdua jatuh di atas ranjang. Dia naik ke atas ke tubuh Aslan dan memancing gairah Aslan. "Mas Aslan mau aku menunggangi singa kan? Nih," Fara menggerakkan pinggulnya di atas milik Aslan yang mulai menegang.


"Ah, sayang." Aslan setengah duduk dan menyambar bibir Fara. Dipancing seperti ini jelas gairahnya semakin membara.


Kini mereka saling bekerja sama untuk membuka baju. Kali ini bukan Aslan yang memulai foreplay, tapi Fara.


Fara menciumi tubuh Aslan dari leher lalu turun ke dada dan sampai perut.


Aslan hanya memejamkan matanya merasakan sensasi yang diberikan Fara dengan bibir yang terus berdesis nikmat.


"Mana pengamannya?" tanya Fara.


Aslan membuka matanya dan tersenyum menatap Fara. Dia sangat suka sekali dengan keagresifan Fara yang seperti ini.


"Di dalam laci nakas."


Fara mengambilnya satu bungkus lalu membuka dan memasangnya.


"Sayang, kalau kamu kayak gini aku semakin jatuh cinta sama kamu."


"Iya kah?" Fara memposisikan dirinya dan memasukkan milik Aslan secara perlahan.


"Ah, iya sayang."


"Anti pelakor ya." Fara mulai menggerakkan pinggulnya.


"Anti banget. Sering-sering gini ya. Kalau kamu lagi pengen langsung aja. Gak usah nunggu aku yang minta" kata Aslan, wajahnya kini sudah memerah merasakan kenikmatan dari Fara.


"Ih, maunya."


Aslan terus men de sah merasakan sensasi yang diberikan Fara. Dia menambah gerakan Fara dari bawah. Peluh mulai membanjiri tubuh mereka. Hingga mereka mencapai puncak nirwana bersama.


Begitulah rasanya mau lagi, dan lagi.


💞💞💞


.


Tuh kan, habis ngambek anu lagi.. 😂

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2