Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 108


__ADS_3

Area pa nas ya.. 😅


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Fara tersenyum miring, dia melepas piyama Alsan lalu mengikat kedua tangan Aslan di atas kepalanya. "Terima pembalasan dari aku..."


Aslan hanya mampu menelan salivanya. Apa yang akan dilakukan Fara padanya? Apakah pembalasan yang nikmat?


Fara membungkukkan dirinya dan mencium dalam bibir Aslan. Dia mulai menggerakkan pinggulnya, menggesek pan tat nya di atas milik Aslan yang sudah mengeras.


Beberapa saat kemudian Fara melepas ciumannya lalu dia turun dari ranjang dan mengambil sesuatu di lemari.


"Sayang..." panggil Aslan saat Fara justru masuk ke kamar mandi. "Sayang, aku udah gak sabar dengan permainan kamu. Kamu mau apa?"


Beberapa saat kemudian Fara keluar dengan memakai lingerie yang sangat sexy berwarna merah. Kedua dadanya hanya tertutup kain transparant dan terekspos dengan sempurna. Begitu juga dengan g-string yang dia pakai sangat terlihat jelas.


"Sayang, kamu sexy banget." kata Aslan. Tubuhnya semakin dipenuhi gairah.


Fara naik ke atas tubuh Aslan. Dia meliukkan badannya di atas Aslan dengan sesekali menggesekkan intinya di milik Aslan yang sudah meronta ingin keluar.


"Ough, sayang aku udah gak tahan."


Fara tersenyum miring. Dia semakin menggoda Aslan dengan gayanya yang sexy. Dia re mas kedua dadanya sambil men de sah sexy.


Aslan semakin tidak tahan. Dia ingin melepas ikatan tangannya tapi ikatan itu sangat kuat. "Sayang, aku mau mainin itu."


"Ini?" Fara semakin membusungkan dadanya. Dia pilin pu ting nya sendiri dan semakin mendesah. Dia goyangkan pinggulnya di atas Aslan.


"Sayang, masukin. Aku udah gak tahan banget."


"Tahan dulu. 30 menit lagi."


"Ah, sayang kamu gesek-gesek gitu mana tahan. Ayo masukin."

__ADS_1


Fara menggeleng pelan. Dia semakin menggoda Aslan. Dia buka g-stringnya lalu dia mainkan inti kenikmatannya di atas tubuh Aslan sambil men de sah nikmat.


"Ah, mas. Mas mau masukin Ini? Hmm, ah.. Dulu Mas Alsan paksa aku, sekarang harus bisa tahan dong."


Gairah Aslan sudah sangat terbakar melihat Fara yang semakin berani menunjukkan keerotisannya. "Hmm, sayang beneran udah gak tahan. Ayo..."


"Tahan dulu."


"Sayaangg.." wajah Aslan semakin memerah. Napasnya semakin berat saat Fara semakin memberi sentuhan di sekujur tubuhnya. "Sayang, udah, ampun.."


Fara menghentikan gerakannya. Dia melepas celana Aslan dan sesuatu yang sudah menegang sedari tadi menyembul dengan jelas. "Kali ini sekali tembak jadi gak?" tanya Fara. Satu tangannya kini mengusapnya.


Aslan memejamkan matanya merasakan usapan dari Fara. "Iya, satu kali tembak pasti jadi tapi kali ini prosesnya berkali-kali."


"Berkali-kali? Kuat berapa kali?" tanya Fara. Di malam yang menjelang pagi itu Fara benar-benar menunjukkan sisi liarnya.


"Ouh, sekuat kamu sayang."


Fara kembali menduduki Aslan. Dia masukkan milik Aslan lalu mulai bergerak naik turun.


Keringat kini membasahi tubuh polos mereka berdua. Fara semakin cepat menggerakkan pinggulnya di atas Aslan. "Ah, Mas..."


"Sayang, lepasin tangan aku. Kita ubah posisi."


"Tunggu dulu sampai aku keluar Mas." Gerakan Fara semakin menjadi. Dia benar-benar mengekspresikan semua hasratnya.


"Mas.." Fara membungkukkan badannya mencapai pelepasannya yang pertama. Kemudian dia lepas ikatan tangan Aslan.


Kini saatnya sang singa beraksi. Dengan satu gerakan, Aslan berhasil membalik tubuh Fara. Dia kini merobek lingerie yang masih terpasang di tubuh Fara.


"Nakal banget istri aku. Sekarang kamu rasakan kebuasan singa yang sebenarnya." Aslan menyusuri tubuh Fara dengan bibirnya. Sesekali dia gigit kecil yang membuat Fara melenguh. Kedua buah sintal itu tak terlewat dari kerakusannya.


"Mas, jangan digigit."

__ADS_1


Aslan kembali menghujam Fara dengan gerakan yang sangat cepat hingga membuat tubuh Fara terguncang.


"Mas," Kini Fara hanya merintih di bawah kungkungan Aslan.


"Kamu rasakan dahsyatnya kekuatan singa. Kamu tadi nantangin mau berapa kali, aku jabanin sampai pagi."


Suara de sah mereka semakin keras memenuhi kamar. Suara tepuk antar kulit yang bertabrakan juga semakin terdengar keras dan cepat.


"Mas, aku udah gak tahan." Fara sampai di pelepasannya yang kedua.


Aslan hanya tersenyum merasakan re ma san dari Fara. Setelah tubuh Fara melemas, Aslan membalik tubuh Fara lalu kembali memasukinya dari belakang. "Gaya ketiga."


Fara menahan tubuhnya dengan kedua tangan saat kembali diguncang oleh Aslan. Dia salah sudah memancing singa yang sedang tidur, karena menjelang pagi hari tenaga Aslan jauh lebih kuat. Pasti Fara yang akan dibuat Aslan lemas dan tak berdaya.


Baru setelah pelepasannya yang ketiga Aslan juga telah sampai pada puncaknya. Akhirnya Aslan melepas miliknya dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Pagi buta yang membara," kata Aslan sambil mengatur napasnya.


"Capek Mas." Napas Fara begitu tersenggal. Dia sudah dibuat Aslan melemas tiga kali.


"Tadi nantangin, sekarang capek. Aku masih kuat loh sekali lagi."


"Ih, udah mau subuh Mas. Mandi dulu, terus sholat."


"Oke, kita jeda dulu. Nanti habis sholat, kita main lagi. Aku hari ini gak ke kantor. Mau nemenin kamu seharian." Aslan memeluk Fara dengan tubuhnya yang lengket karena keringat.


"Ih," Fara mencubiti dada Aslan. "Aku capek."


"Tadi kamu menggoda banget loh. Benar-benar buat aku mabuk kepayang dan gak tahan. Nanti kayak gitu lagi ya, benar-benar memacu kekuatan singa aku."


"Tapi terus aku yang kuwalahan. Mas Aslan kayak orang kalap."


Aslan terkekeh lalu dia mengecup kening Fara. "I love you Fara."

__ADS_1


"I love you too."


Satu tangan Aslan kini mengusap perut datar Fara. "Cepat jadi ya, adiknya Arya."


__ADS_2