
Hari-hari pun berlalu begitu cepat, tak terasa usia kandungan Fara sudah memasuki usia 7 bulan. Di kehamilannya kali ini baik Fara maupun Aslan tidak mengetahui jenis kelamin calon bayinya. Hanya kedua orang tua Aslan yang mengetahuinya agar benar-benar menjadi kejutan saat pesta gender reveal yang diadakan hari itu.
"Mas, aku deg-deg an banget." kata Fara sambil bersolek di depan cermin.
"Ya sama. Aku juga deg-deg an. Soalnya aku juga benar-benar gak tahu loh. Dokter udah diwanti Mama biar gak kasih tahu kita. Gak kayak waktu Arya dulu justru kita yang buat kejutan ke mereka." kata Aslan yang kini berdiri di belakang Fara sambil menyisir rambutnya.
Fara menghela napas panjang. Lalu dia mengusap perutnya yang sedari tadi ditendangi dari dalam. "Hai sayang, cewek apa cowok sih? Mama penasaran."
Aslan tertawa kecil. "Boy or girl sama aja. Kalau cowok lagi ya nanti kita buat lagi biar dapat cewek."
Kemudian Aslan membantu Fara berdiri lalu menggenggam tangannya. Dia kini menatap wajah cantik Fara. "Cantik banget. Tapi kali ini aku punya firasat."
"Apa?" tanya Fara sambil membulatkan matanya.
"Ada deh." goda Aslan sambil mencium singkat pipi Fara.
"Ih, selalu godain gitu." Fara mencubit pinggang Aslan karena sejak hamil justru yang sering menggodanya adalah Aslan.
"Kan mood kamu kali ini bagus banget. Gak gampang marah. Sabar banget hadapi kemanjaan aku. Makin love love." Aslan mencium lagi pipi Fara.
Fara mengernyitkan dahinya mendengar kata love love dari Aslan. "Kayak abg aja."
"Kena syndrom simpatik jadi gini."
"Ih, gak ada hubungannya Mas."
"Ya udah yuk keluar, tamu udah pada datang dan Arya yang paling excited banget sama acara ini. Sedari tadi sudah stand by di depan."
Dengan bergandengan tangan mereka keluar dari kamar dan menuju ruang tamu yang telah didekorasi dengan balon-balon cantik. Para tamu juga sudah memenuhi ruang tamu rumah Aslan yang luas.
"Mama.." Arya berlari ke arah Mamanya. "Ma ada aunty Ayla sama dedek bayi."
Fara tersenyum melihat sahabatnya yang kini sudah menggendong momongan. "Ih, lucunya." Fara menciumi pipi yang chubby itu. "Udah tiga bulan ya? Ndut banget."
"Iya." jawab Ayla sambil tersenyum. "Bentar lagi kamu juga punya lagi. Semoga lancar sampai persalinan nanti ya." Ayla mengusap perut Fara sesaat sambil mendoakan kelancarannya.
"Iya, amin. Makasih ya udah datang."
"Lili juga udah menuju ke sini sama suaminya." kata Ayla.
"Ya udah. Kamu duduk dulu biar gak capek."
__ADS_1
Fara dan Aslan kini bersalaman dengan tamu yang lain. Mereka semua mendoakan untuk kelancaran kelahiran anak kedua mereka.
Setelah acara di buka oleh pembawa acara, Fara sudah sangat tidak sabar meletuskan balon besar yang bertuliskan boy or girl itu.
"Mas, aku deg-deg an banget." kata Fara lagi. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin. Fara kini memegang jarum panjang untuk meletuskan balon itu.
"Ayo kita hitung sama-sama, satu, dua, tiga..."
Duarr!!
Balon itu meletus dan berisi balon-balon kecil yang berwarna pink.
Fara menutup mulutnya dengan tangannya. Dia tidak percaya dengan hasilnya. "Girl? Beneran cewek?"
"Iya sayang. Selamat ya.." Bu Lani memeluk Fara dan mencium kedua pipinya. "Baby girl."
"Makasih Mama. Fara seneng banget." Kemudian Fara memeluk Aslan dengan erat. "Mas, baby girl."
"Iya, anak kita sekarang lengkap." Kemudian Aslan mencium kening Fara. "Thanks for all."
Fara menggelengkan kepalanya. "Ini semua juga karena Mas Aslan."
Seketika Fara melepas pelukannya pada Aslan lalu membungkukkan badannya dan memeluk Arya.
"Adik Arya cewek, Ma?"
"Iya sayang. Nanti Arya jagain adik ya."
"Iya Mama.
Kemudian acara mereka berlanjut dengan meriah hingga sore hari.
...***...
"Mas, aku besok mau belanja buat keperluan dedek. Ih, pasti lucu-lucu banget baju-baju bayi buat cewek." Fara merasa gemas sendiri saat menatap foto 4 dimensi yang sekarang ada di tangannya.
"Iya, kamu belanja aja sepuasnya. Habisin tuh uang yang ada di kartu hitam." kata Aslan sambil tertawa. Dia kini sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk setelah selesai mandi.
"Ih, kalau kartu yang hitam itu gak bakal habis. Lagian aku juga mau belanja sesuai keperluan aja."
Aslan kini duduk di sebelah Fara dan merengkuh pundaknya. "Selama ini aku kerja buat kamu dan anak-anak kita. Aku gak masalah kamu habiskan uang aku, dan alhamdulillah sekali setelah aku menikah sama kamu, rezeki aku berkali-kali lipat dari sebelumnya."
__ADS_1
"Ya, itu karena Mas Aslan yang lebih semangat kerja."
Kemudian Aslan mengambil foto USG 4 dimensi itu dari tangan Fara. "Cantik banget."
"Iya, kira-kira mirip siapa ya?"
"Kayaknya kali ini kamu yang lebih mendominan. Lihat nih bibir dan hidungnya. Mirip kamu." Aslan memencet hidung Fara yang tidak terlalu mancung itu.
"Ih, Mas.." Fara menyingkirkan tangan Aslan dari hidungnya lalu mereka sama-sama tertawa.
Satu tangan Aslan kini mengusap perut buncit Fara yang langsung dibalas tendangan dari dalam. "Aktif banget. Dedek belum tidur?" Aslan mendekatkan dirinya lalu menciumi perut Fara. "Dua bulan lagi kita bertemu sayang. Ayah udah gak sabar."
Fara tersenyum kecil merasakan ciuman dari Aslan. "Kira-kira bakal lewat dari HPL kayak Arya dulu gak ya?" Fara kini jadi kepikiran saat akan melahirkan Arya dulu yang sudah lebih dari HPL.
Aslan kembali menegakkan tubuhnya. "Ya kalau mendekati HPL kita pancing aja dengan induksi alami."
"Mas Aslan masih ingat aja."
"Masih, gak akan aku lupakan. Waktu itu rasanya sangat mendebarkan. Udah kayak malam pertama aja."
Fara juga tersenyum mengingat momen indah itu. "Dan sejak saat itu, rasanya aku kecanduan sama Mas Aslan." Fara tersenyum kecil dengan pipi yang merona.
"Sama." Kemudian Aslan menggenggam tangan Fara lalu menciumnya. "Semoga kita selalu bersama sampai tua nanti dan tidak ada lagi masalah berat yang menghampiri kita."
"Iya, amin."
"Ya udah, kamu tidur ya. Pasti kamu capek.
Fara menganggukkan kepalanya lalu dia merebahkan dirinya dengan memakai bantal hamil karena pinggangnya sudah sering terasa pegal.
"Met tidur. Mimpi indah."
Fara hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu dia mulai memejamkan matanya.
.
💞💞💞
.
Like dan komen ya... sudah tidak ada konflik lagi di sini. Tinggal bahagianya saja.
__ADS_1