Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 55


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Fara kini naik ke atas ranjang menunggu Aslan yang belum juga keluar dari kamar mandi.


Entah kenapa Fara merasa panas dingin tak karuan. Benarkah malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk mereka berdua? Tapi bagaimana cara memulainya? Membayangkan saja Fara merasa malu. Dia kini memiringkan tubuhnya sambil memeluk guling.


Beberapa saat kemudian Aslan keluar dari kamar mandi. Dia berkaca sesaat sambil menyisir rambutnya. Kemudian dia menyusul Fara naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya di belakang Fara.


Satu tangan Aslan kini memeluk Fara dari belakang. "Sayang udah ngantuk?"


Fara menggelengkan kepalanya lalu memutar tubuhnya secara perlahan. "Hari ini rasanya aku bahagia sekali. Makasih untuk semua yang telah Mas Aslan berikan padaku."


"Sama-sama sayang." tangan Aslan terulur merapikan rambut Fara yang menutupi pipinya lalu mengusap lembut pipi Fara. "Kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia."


Fara hanya tersenyum sambil menatap Aslan. Beberapa detik kemudian wajah itu saling mendekat. Kedua bibir kembali terpaut. Aslan memulai permainan bibirnya dengan lembut. Menghisap kecil lalu menggelitik rongga mulut Fara.


Kali ini Fara membalasnya cukup agresif, bahkan suara decapan sudah memenuhi kamar yang luas itu.


Mendapat balasan dari Fara yang dalam, seketika membuat gairah Aslan terancing. Dia semakin memperdalam ciumannya. Satu tangannya kini mengusap punggung Fara ke atas lalu ke bawah secara perlahan yang telah berhasil membuat sekujur tubuh Fara merinding.


Napas mereka sama-sama berat. Kemudian mereka melepas ciuman dan saling menatap lekat.


"Sayang..." Aslan mendekatkan dirinya dan menciumi pipi Fara lalu turun ke leher. Dia telusuri leher seputih susu itu dengan bibirnya yang membuat Fara melenguh kecil.


Tangan Fara kini membuka kancing piyama Aslan dan mengusap dada bidang Aslan dengan tangannya.


"Sayang..." napas Aslan semakin berat. Dia mendekatkan bibirnya di telinga Fara. "Aku..." Aslan menghentikan perkataannya. Dia ragu untuk meminta pada Fara. Dia takut jika Fara masih trauma.


"Mas kenapa?" Fara menjurai rambut Aslan ke belakang agar tidak menutupi jidatnya.


Aslan menggeleng pelan. "Kamu cantik." dia berusaha menghilangkan pikiran kotornya.


Fara justru melingkarkan kedua tangannya di leher Aslan. Dia tatap begitu dalam kedua mata Aslan.

__ADS_1


"Jangan di tahan lagi." kata Fara pada akhirnya.


Kalimat itu merupakan kode keras untuk Aslan. Benarkah Fara mengizinkannya untuk menyentuhnya. "Kamu udah..." Aslan tersenyum kecil. Dia tidak tahu harus berkata apa. Bahkan dia sampai bingung harus berbuat apa.


Fara hanya menatap Aslan yang sedang tersenyum dengan pipi meronanya. Pemandangam yang sangat berbeda di tujuh bulan yang lalu. Dulu sorot mata Aslan begitu dipenuhi amarah. Sekarang sorot mata itu menunjukkan sebuah rasa cinta yang teramat besar dan sangat mendambakannya.


Aslan justru menghempaskan dirinya di sebelah Fara. Dia genggam tangan Fara dan dia tempelkan di dadanya. "Kamu rasakan detak jantung aku sekarang. Cepat banget kan? Tangan aku sampai tremor gini." Aslan menarik napas panjang lalu menghembuskannya. "Aku bingung mau mulai darimana?"


Fara tersenyum kecil. Ternyata singa itu benar-benar sudah jinak, duh, lucunya seperti kucing orange. "Ya udah, aku tidur dulu ya. Udah ngantuk." goda Fara.


"Jangan!" kata Aslan secara spontan. Fara sudah menawarkan, tidak mungkin jika tidak dia ambil.


"Kan, Mas Aslan masih bingung."


Aslan kembali mendekatkan dirinya. Lalu mengendus leher Fara. "Aku gak bingung, cuma..."


Fara meraih pipi Aslan lalu mencium bibirnya singkat. "Mau mulai dari mana? Dari sini?" Fara menuntun tangan Aslan agar membuka kancing dasternya.


Detak jantung Aslan semakin dag dig dug seperti mau meledak. Padahal ini kedua kalinya dia melihat dan merasakan tapi rasanya sungguh berbeda dan sangat spesial. "Tapi kamu lagi hamil? Apa gak papa?"


"Gak papa. Asal pelan tapi pasti." kata Fara. Dia menahan senyumnya. Rasanya dia ingin sekali menggoda mantan gurunya itu.


Aslan akhirnya membuka kancing Fara dengan tangan yang bergetar.


Dia kini menatap tubuh Fara yang semakin bulat lalu mendekatkan dirinya dan menciumi perut Fara. "Dedek... Akhirnya bisa Ayah tengokin."


Fara tersenyum kecil karena merasa geli mendapat ciuman bertubi-tubi dari Aslan. Ciuman itu semakin ke atas lalu mengendus dalam dua buah sintal yang masih tertutup itu.


Dulu dia tidak melakukan pemanasan yang tepat, tapi kali ini dia akan buat Fara basah dan benar-benar menginginkan kehadirannya.


Satu tangannya kini menyelinap ke punggung Fara dan membuka pengait itu. Kemudian dia lempar penutup yang telah berhasil terbuka itu. Aslan sempat terpaku beberapa saat. Jelas saja kini lebih besar dari yang pertama kali dia lihat.

__ADS_1


Gairah Aslan semakin terbakar, dia sapu kedua benda sintal itu dengan bibirnya secara bergantian. Lalu dia mainkan pu ting yang berwarna pink itu dengan lidahnya.


Suara de sah kini lolos dari bibir Fara. Terdengar begitu indah di telinga Aslan. Hasratnya kian terpacu. Dia ingin segera melakukan lebih dari ini.


Satu tangannya kini menyusup di celana segitiga Fara. Dia belai dengan lembut lembah yang telah basah itu.


"Mas," setiap sentuhan yang diberikan Aslan seolah membawanya terbang tinggi. Terasa melayang dan mabuk kepayang. Ternyata ketika dia menerima sentuhan itu dengan hati yang terbuka, terasa sangat nikmat dan ingin segera berlanjut ke tahap selanjutnya.


Aslan kini menegakkan dirinya. Dia membuka piyamanya dengan cepat. Rasanya dia sudah tidak sabar berbalas de sah dengan Fara.


Saat Aslan akan menurunkan celananya, tiba-tiba ponselnya berbunyi dengan keras.


Aslan mengumpat kesal dalam hatinya. Siapa yang berani mengganggunya ketika sudah on fire seperti ini. Dia membuang napas kasar lalu meraih ponselnya.


"Iya, hallo Ma..."


Seketika ekspresi Aslan berubah. "Iya, hp Fara lagi di charge..." Raut wajahnya semakin keruh. Hasrat yang sudah di ubun-ubun seketika menghilang. "Iya, kita ke sana sekarang." kemudian Aslan mematikan ponselnya.


"Mas ada apa?" tanya Fara.


Aslan membantu Fara duduk dan membantunya memakai pakaian. "Maaf ya, kita tunda dulu."


"Mas, sebenarnya ada apa?" tanya Fara sekali lagi.


💞💞💞


.


.


Maaf ya Aslan ditunda dulu...

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2