Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 60


__ADS_3

"Duh, jadi mau lagi."


Mendengar kalimat itu seketika Fara menatap tajam Aslan. "Ih, capek."


Aslan tersenyum lalu merebahkan dirinya di samping Fara dan memeluk tubuh yang berpeluh itu. "Makasih sayang," kata Aslan sambil mencium kening Fara.


"Sama-sama. Ini semua demi dedek Arya."


"Gak demi aku juga?"


Fara justru mencubiti bahu Aslan. "Ya iya," jawab Fara kaku.


Aslan mengusap punggung Fara yang masih polos itu. "Aku sayang sama kamu, Far. Aku masih gak menyangka hubungan kita semakin membaik seperti ini. Sekarang kita sudah menjadi keluarga yang sempurna. Tinggal menunggu kelahiran dedek Arya saja."


Fara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dia juga tidak pernah mengira akan secinta ini pada Aslan. Dulu dia begitu sangat mebencinya tapi sekarang dia tidak bisa jauh-jauh dari Aslan.


Aslan merenggangkan pelukannya lalu mengusap lembut perut Fara. "Dedek cepat kasih tanda ya sayang. Kan sudah Ayah tengokin." Aslan beringsut ke perut Fara dan menempelkan telinganya. "Apa? Mau lagi? Ya udah yuk, Ayah tengok lagi."


Fara semakin tertawa. "Itu sih mau Ayahnya. Jangan fitnah yang ada dalam perut deh."


"Yuk, sekali lagi yuk." Aslan kembali menstimulasi Fara dengan sentuhan-sentuhannya.


Fara hanya pasrah dengan setiap sentuhan dan belaian dari Aslan. Rasanya memang senagih itu. Kini dia kembali dibawa terbang Aslan lagi. Tidak terlalu menggebu tapi pasti hingga mereka mencapai puncak nirwana bersama.


...***...


Dua hari sudah mereka lewati layaknya sepasang pengantin baru. Selalu mau lagi, lagi, dan lagi. Ternyata rasanya memang senagih itu. Berbalas de sah dan saling berkeringat memang nikmat.


Pagi hari itu Fara masih bergelung dengan selimut. Dia masih mengantuk dan rasanya masih capek setelah bermain dengan Aslan sebelum tidur.


"Sayang, sholat dulu yuk. Nanti kamu lanjut tidur lagi." kata Aslan membangunkan Fara. Dia usap pipi Fara dengan tangannya yang dingin itu.


Seketika Fara mengerjapkan matanya lalu bergeliat kecil. "Mas, nanti jangan tengok dedek lagi. Badan aku rasanya capek banget."

__ADS_1


Aslan membantu Fara duduk. "Iya, gak usah dipaksa. Padahal kan kemarin cuma satu ronde." Aslan tersenyum kecil kemudian satu tangannya kini mengusap perut Fara. "Sayang, cepat kasih tanda ke Mama ya. Biar Ayah bisa bantu gendong, kasihan Mama udah capek."


Perlahan Fara turun dari ranjang. Perutnya sudah terasa sangat tidak nyaman, bahkan untuk melangkahkan pun sulit.


Aslan berdiri dan merengkuh pinggang Fara. "Ayo, aku bantu mandi."


Fara sudah tidak menolak saat Aslan membantunya mandi ataupun berpakaian. Dia kini sudah sangat terbuka dengan Aslan.


Setelah selesai membasuh diri, mereka berdua sholat subuh berjama'ah. Hal yang hampir setiap hari mereka lakukan sejak menikah.


Setelah selesai sholat dan berdo'a. Fara mencium punggung tangan Aslan yang dibalas kecupan di kening Fara. Tak lupa Aslan mengusap dan mencium perut Fara lalu membacakan surah untuk kelancaran kelahiran buah hatinya di dekat perut Fara.


Tiba-tiba saja perut Fara terasa mengencang. "Aduh!"


"Kenapa sayang?" seketika Aslan mendongak lalu membantu Fara membuka mukenanya. "Terasa mulas?"


"Gak tahu, kayak kencang banget. Gak nyaman gini."


Aslan segera membantu Fara berdiri dan menuntunnya duduk di tepi ranjang.


"Aku buatkan susu sama sarapan buat kamu." Aslan melangkah jenjang keluar dari kamar. Semoga saja ini memang pertanda kelahiran buah hatinya.


Fara menarik napas panjang lalu membuangnya, rasa di perutnya campur aduk jadi satu tak karuan tapi tidak sesakit seperti yang dibayangkannya. "Apa sudah waktunya ya?" beberapa saat kemudian rasa kencang itu berangsur menghilang. "Tunggu nanti saja. Soalnya rasa mulasnya juga gak terlalu."


Beberapa saat kemudian Aslan masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas susu dan sepiring roti selai.


"Minum susu dulu." Aslan membantu Fara meminum susunya sampai habis lalu memakan rotinya.


"Udah terasa mulas lagi?" tanya Aslan.


Fara menggelengkan kepalanya. "Aku juga gak tahu ini mulas atau gak. Soalnya gak terlalu sakit, cuma kencang aja. Gak nyaman, rasanya campur aduk jadi satu. Tuh kan Mas, rasanya kencang lagi."


"Aku siapkan perlengkapan dulu. Kita ke rumah sakit sekarang saja." Aslan segera mengambil tas persiapan bersalin yang sudah disiapkan. Dia segera membawanya keluar dari kamar.

__ADS_1


"Tuan, Non Fara mau melahirkan?" tanya Bi Sri saat berpapasan dengan majikannya yang sedang membawa tas.


"Sepertinya Bi, tapi Fara gak merasa mulas. Perutnya terasa sangat kencang saja."


"Langsung dibawa ke rumah sakit saja Tuan. Soalnya saya dulu melahirkan juga seperti itu, tak terasa pembukaannya sudah lengkap."


Aslan segera memasukkan tas dan perlengkapan lain ke dalam mobil. Kemudian dia segera ke kamar dan berganti pakaian. "Sayang, kita ke rumah sakit sekarang saja."


Fara hanya mengangguk karena perutnya semakin terasa kencang dan tidak nyaman bahkan untuk bergerak saja sulit.


"Kamu pakai cardigan dulu." Aslan membantu Fara memakai kardigannya. "Bisa jalan, kalau gak bisa aku gendong."


Fara menganggukkan kepalanya. Dia berpegangan pada lengan suaminya tapi ternyata begitu sulit kaki itu untuk melangkah. Terasa mengganjal, dan bayi dalam perutnya seolah akan keluar.


Aslan segera mengangkat tubuh Fara dan menggendongnya ke mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, sopir mereka segera melajukan mobil mereka ke rumah sakit.


"Pak, yang cepat ya."


"Baik Tuan."


Fara terus bersandar di dada Aslan. Perutnya sudah sangat tidak nyaman dan terasa semakin mengencang. Kali ini disertai rasa sakit di perut bagian bawah.


"Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit." Aslan mengusap pelipis Fata yang berkeringat.


Tangan Fara semakin mencengkeram tangan Aslan. Rasa sakit itu semakin terasa bahkan kini disertai dorongan dari dalam.


Tiba-tiba ada sesuatu yang terasa meletus dari dalam disertai cairan yang keluar.


"Mas, kayaknya ketubannya udah pecah." Napas Fara semakin cepat. "Mas, aku udah gak bisa tahan ini udah mau keluar."


💞💞💞


.

__ADS_1


Si dedek minta ditengok Ayah dulu baru mau keluar... 😂😂


Jangan lupa like dan komen ya..


__ADS_2