Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 96


__ADS_3

Mata Fara mulai berkaca. "Maksudnya?" tanya Fara, meski perasaannya kini mulai tidak tenang. Sepertinya ada kisah buruk Aslan di masa lalu.


"Kamu terlalu polos dibohongi Aslan selama ini. Kamu itu bukan yang pertama buat Aslan. Kita pernah berhubungan beberapa kali selama pacaran, bukan beberapa kali tapi sering. Dia itu hyper. Dia terus melakukannya tapi dia tidak juga menikahi aku. Wanita mana yang mau diperlakukan seperti itu." cerita Tasya. Dia tidak segan lagi mengungkap masa lalunya bersama Aslan.


Fara tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Meskipun itu hanya masa lalu tapi saat mendengar cerita itu dari orang lain rasanya sangat menyakitkan apalagi Tasya sendirilah masa lalu Aslan.


"Dulu aku mengira dengan menikah, aku bisa lepas dari Aslan dan kehidupan aku akan berubah tapi ternyata setelah aku menikah suami aku justru terus membahas hubungan aku dengan Aslan. Dia hanya menganggap aku wanita murahan. Di sini aku merasa sangat dirugikan apalagi setelah aku tahu Aslan menikah dan hidup bahagia. Ini gak adil. Aku sebagai pihak wanita tidak bisa menutupi masa lalu itu, tapi Aslan dengan mudahnya dia menutupi semua itu dari kamu."


Fara hanya menggelengkan kepalanya berharap semua itu hanyalah karangan Tasya. "Gak mungkin! Kamu bohong kan?"


"Kamu gak percaya sama aku? Ingat ya Fara, tidak akan ada asap jika tidak ada api." Tasya mengambil ponselnya dan menunjukkan semua foto beserta video lama yang pernah dia dokumentasikan dengan Aslan. "Kamu lihat sendiri. Itu asli, bukan editan. Kalau editan mungkin sudah aku sebar ke medsos."


Fara mengambil ponsel Tasya dan melihat semua isi galeri itu. Di dalam foto itu Aslan memang masih terlihat lebuh muda. Banyak foto romantis yang mereka ambil, dari pegangan tangan, pelukan, ciuman dan... Fara menutup bibirnya dengan satu tangannya, air mata semakin mengalir membasahi pipinya saat melihat beberapa foto yang sangat intim dengan tubuh yang polos.


"Percaya kan? Itu hanya sebagian adegan yang lain tidak difoto atau direkam." imbuh Tasya lagi yang semakin menambah luka hati Fara.


Jemari Fara kini memutar sebuah video. Matanya semakin memanas dan hatinya semakin terasa sakit. Meski semua itu telah berlalu tapi rasanya masih sangat sakit saat dia tahu pada kenyataannya Aslan menutupi semua masa lalunya darinya.


Ada satu video yang sangat jelas saat Aslan melakulan adegan yang hampir tiap malam Aslan lakukan padanya.


Gerakan tubuh itu dan ekspresi itu tidak bisa Fara bayangkan saat Aslan melakukan dengan wanita lain sebelumnya.


Dia mengeraskan volume video itu, suara de sah saling bersahutan.


"Kamu kapan nikahi aku. Kita udah sering lakuin ini loh. Aku juga ingin menjalin hubungan yang serius dengan kamu."


"Iya, tunggu ya sayang. Aku pasti akan menikahi kamu."


Seketika ponsel Tasya terlepas dari tangan Fara. Dia sudah tidak sanggup lagi melihat itu semua. Dia kini terduduk lemas di tangga teras sambil menangis.


"Percaya kan? Bagaimana kelamnya kehidupan Aslan di masa lalu. Kamu mengenalnya saat dia sudah menjadi guru, dan menganggapnya sosok yang sangat mengagumkan tanpa tahu masa lalunya seperti apa."

__ADS_1


"Tasya cukup!" teriak Aslan. Dia kini datang bersama anak buahnya. "Tangkap dia."


Tasya hanya tersenyum. "Kamu mau menangkap aku? Aku bisa tuntut balik kamu."


Aslan kini menatap tajam Tasya. "Tindakan kamu jauh lebih fatal."


"Itu karena perbuatan yang telah kamu tanam sendiri."


"Kamu jangan pernah lagi mengungkit masa lalu!"


"Iya, itu karena kamu seorang lelaki dan bisa dengan mudah kamu tutupi. Kamu bohongi semua orang dengan kebaikan kamu termasuk Fara."


Aslan semakin mengepalkan tangannya dia tidak mau mendengar perkataan Tasya lagi. "Bawa dia ke kantor polisi. Aku sudah mengumpulkan semua bukti."


"Ingat ya Aslan, aku tidak akan pernah rela kalau kamu hidup bahagia." teriak Tasya saat dia dibawa paksa masuk ke dalam mobil.


Pandangan Aslan kini tertuju pada Fara yang sedang memandang kosong dengan air mata berurai.


Aslan berjalan mendekat dan berjongkok di depannya. " Far, kamu jangan dengarkan apapun cerita dari Tasya."


"Aku..." Aslan menghentikan perkataannya. Ternyata masa lalu yang telah dia lupakan itu justru kini dibongkar oleh Tasya.


"Jawab yang jujur Mas."


"Iya, aku pernah."


"Berapa kali? Sekali, dua kali, sepuluh kali atau gak terhitung?"


"Ya aku..." Aslan mengusap wajahnya. Itu memang kesalahan terbesarnya di masa lalu. "Iya aku dulu memang salah. Aku sudah bertobat setelah putus dengan Tasya."


Fara menghapus air matanya asal yang masih saja mengalir. "Kenapa Mas Aslan menyembunyikannya dari aku. Mas Aslan tahu gak bagaimana rasanya kalau aku tahu sendiri dari Tasya. Sakit Mas. Apalagi saat aku melihat foto dan video Mas Aslan dengan Tasya barusan. Ternyata bukan aku yang pertama yang mendapat perlakuan dan tatapan itu, rasanya seperti aku terhempas dari gedung yang tinggi."

__ADS_1


"Foto dan video?" Aslan tidak menyangka jika ternyata Tasya masih menyimpan foto dan video itu.


"Iya, video men de sah bareng dengan Tasya." Fara berdiri dan menghentakkan kakinya akan melangkah masuk ke dalam rumah.


Aslan ikut berdiri lalu meraih tangan Fara dan menahannya. "Fara, itu hanya masa lalu sebelum aku mengenal kamu dan aku juga sudah bertobat sejak aku menjadi guru lalu aku mengenal kamu."


Fara kembali menatap tajam Aslan. "Aku masih ingat betul awal kita menikah. Saat aku bilang aku pernah berhubungan dengan Arsyad, Mas Aslan justru tidak terima dan memaksa aku, padahal aku dulu cuma bohong. Coba sekarang kondisinya dibalik, apa aku bisa terima!" Fara menarik paksa tangannya hingga terlepas. "Aku mau sendirian, jangan ganggu aku dulu."


Aslan mengacak rambutnya frustasi. Andai saja waktu bisa terulang, dia tidak akan melakukan dosa besar itu. "Far..." Aslan mengikuti langkah Fara. Tapi Fata justru membanting pintu kamarnya dan menguncinya.


"Far, maafkan aku." Aslan mengetuk pintu itu. "Buka pintunya."


"Pergi! Aku mau sendiri!" teriak Fara dari dalam kamar.


"Ya sudah. Aku beri waktu kamu untuk sendiri agar kamu bisa tenang." Aslan akhirnya hanya terdiam dan bersandar di depan pintu.


Sedangkan Fara kini terduduk di lantai sambil bersandar di belakang pintu. Dia masih menangis tergugu.


Mama, Ayah, aku kangen... Aku ingin cerita.


Fara kini memeluk kakinya sendiri sambil menatap jendela dengan sinar matahari yang mulai meredup.


Gak ada tempat lagi untuk aku mengadu.


Fara berdiri sambil memegang perutnya yang terasa nyeri. Dia mengambil tasnya dan memasukkan dompet serta ponselnya lalu bersiap untuk pergi.


💞💞💞


.


Itu memang hanya masa lalu tapi saat kita mengetahui masa lalu dari orang lain pasti menyakitkan. Masih butuh sedikit waktu untuk berlapang dada....

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2