Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 120


__ADS_3

Aslan mencium pipi Fara sambil memakai bajunya. "Makasih sayang untuk pembuka kegiatan hari ini."


"Ih, baru juga sampai. Aku mau masukin tas tapi malah dikunci pintu kamarnya."


Aslan tertawa. Mereka sekeluarga memang berangkat pagi-pagi sekali ke puncak bersama dengan kedua orang tua Aslan. Udara yang dingin membuat Aslan ingin mencari kehangatan. Mumpung kedua bocilnya sedang diajak jalan-jalan dan bermain oleh kedua orang tuanya, Aslan menyempatkan diri untuk tancap gas satu kali.


"Dingin sayang. Kan aku butuh kehangatan."


Setelah mereka berdua memakai baju, Fara kini menyisir rambutnya sambil melihat cermin. Sedangkan Aslan membuka tirai dan melihat taman dari lantai dua. Terlihat Arya dan Alesha sedang bermain di taman dengan kedua orang tuanya.


"Sayang gak kangen suara bayi nangis lagi?" tanya Aslan sambil tertawa. Kedua anaknya sekarang sudah besar.


Fara meletakkan sisir lalu berjalan mendekati Aslan. "Memang Mas Aslan mau punya anak lagi?"


"Hemmm.." Aslan meraih pinggang Fara dan memeluknya. "Kali ini cukup dua saja. Tapi kalau dikasih lagi ya kita terima dengan senang hati."


Fara menganggukkan kepalanya. Dia juga sedang menatap kedua anaknya yang bermain dengan riang. "Senang ya lihat mereka sudah besar."


"Iya, aku selalu berdoa semoga kelak ketika mereka remaja dan beranjak dewasa, mereka tidak seperti aku dulu."


Fara hanya tersenyum kecil. "Lupakan lembaran kotor itu. Kita akan sama-sama mendidik mereka dan aku juga akan mengawasi pergaulan mereka dengan ketat."


Aslan mencium puncak kepala Fara. "Aku cinta sama kamu, kita akan selalu bersama sampai kita menua nanti."


"Aku juga cinta sama Mas Singa." Fara menjewer pipi Aslan yang semakin terlihat tembem. "Mas, nanti aja dilanjut mesra-mesraannya. Aku udah janji sama anak-anak. Mau goreng stik kentang, nuget, dan buat burger juga. Ayo bantuin." Fara menggandeng tangan Aslan dan mengajaknya keluar dari kamar.


"Oke beres. Bantuin makan ya.." goda Aslan sambil tertawa.


"Ih, udah lama banget Mas Aslan gak pernah masakin aku. Sekarang hobinya makan." Mereka masih asyik mengobrol sambil turun ke lantai bawah dan menuju dapur.


"Masa pertumbuhan. Sixpack aku semakin hari semakin hilang."


"Nanti kita atur jadwal nge-gym yuk Mas. Lemak aku juga udah banyak dimana-mana." Fara mengambil bahan-bahan yang ada di kulkas. Karena sebelum dia meluncur ke villa Aslan sudah memesan pada penjaga villa untuk mengisi kulkas dengan aneka makanan frozen.


"Oke, siap." Aslan kini berdiri di samping Fara. "Mau dibantu apa nih?"


"Goreng nuget sama stik kentang saja. Aku mau nyiapin isian burger dulu."

__ADS_1


"Oke." Aslan mengisi alat penggorengan dengan minyak lalu menghidupkan kompor. Menyiapkan wadah untuk yang sudah matang terlebih dahulu. Setelah minyak panas, Aslan memasukkan stik kentang secukupnya.


Fara juga menyiapkan alat pemanggang di samping Aslan. Dia memanggang daging isian burger terlebih dahulu sambil mengiris tomat, slada, dan juga mentimun.


"Anak-anak biasanya gak suka pakai tomat." kata Aslan sambil melirik Fara yang sedang mengiris tomat.


"Iya, ini buat aku." Baru saja dia menoleh Aslan, jarinya sudah tergores pisau. Memasak bareng suami ternyata membuatnya gugup juga. "Aw.."


"Sayang, hati-hati dong." Aslan segera meraih tangan Fara yang berdarah lalu dia masukkan ke mulutnya. Dia hisap agar darahnya berhenti mengalir.


Entahlah, mengapa dada Fara terasa berdebar tak karuan. Apakah dia semakin jatuh cinta dengan Aslan?


Mereka kini saling bertatapan. Sedetik kemudian mereka mendekatkan wajahnya dan saling memagut. Benar-benar seperti seseorang yang sedang kasmaran dan curi-curi waktu.


"Mas gosong." Buru-buru Aslan mematikan kedua kompor itu karena asap sudah mengepul.


Aslan dan Fara tertawa dengan keras. Bisa-bisanya mereka teledor seperti ini.


"Astaga, kalian ngapain aja sampai dapur berasap gini." Mencium bau asap, Bu Lani segera masuk ke dalam dapur.


Aslan dan Fara masih saja tertawa. "Gosong, Ma."


"Mas Aslan saja sana yang jaga anak-anak. Aku mau bantu Mama."


"Oke." Sebelum keluar Aslan masih sempat-sempatnya mencubit pipi Fara.


"Ih, Mas."


Bu Lani hanya tertawa sambil mengangkat kentang goreng yang sudah gosong. "Pantas gosong. Di dapur sambil main-main."


Fara hanya tersenyum kecil lalu melanjutkan mengiria isian burgernya yang tertunda, untung saja dagingnya tidak sampai gosong karena api yang dinyalakannya kecil.


"Tapi Mama sangat bahagia melihat hubungan kamu dan Aslan sekarang."


"Makasih Ma, sudah memberikan jodoh terbaik buat Fara." kata Fara.


Satu kalimat yang berhasil membuat Bu Lani tersentuh. "Iya sayang." Bu Lani menyusut air matanya agar tidak sampai menetes. "Mama sampai terharu dengar kata-kata kamu."

__ADS_1


Mereka mengobrol sambil menyelesaikan masakannya agar tidak gosong seperti sebelumnya.


Setelah selesai, mereka membawa hidangan itu ke taman. Menatanya di atas tikar yang sudah bergelar. Hawa sejuk di puncak memang sangat cocok untuk dibuat piknik.


"Arya, Lesha, sini makan dulu."


Arya dan Alesha berlari mendekat dan duduk di atas tikar. "Yee, ada burger. Mama, yang gak ada tomatnya yang mana?"


"Nih, gak ada tomatnya."


Aslan kini duduk di sebelah Fara. "Stik kentangnya kok cuma dikit." Kemudian dia mengambil stik kentang yang dia cocol dengan saus keju sebelum dimakan.


"Kan Mas Aslan gosongin tadi, mana masukin banyak banget lagi."


Aslan tertawa lalu merengkuh pundak Fara.


"Ayah, katanya mau bakar-bakar." kata Arya setelah menghabiskan satu burgernya.


"Iya nanti malam. Nanti setelah makan siang bobok dulu biar nanti malam gak mengantuk." kata Aslan sambil menyenggol bahu Fara.


Fara hanya memutar bola matanya. Dia paham dengan kode Aslan.


"Ronde kedua." bisik Aslan yang membuat pipi Fara merona.


"Ayo kita foto dulu mumpung ada Pak Yanto. Kapan lagi kita bisa quality time kayak gini." kata Pak Robi sambil menyerahkan kameranya pada Pak Yanto.


Mereka kini foto bersama. Tentu saja dengan tingkah konyol Arya dan Alesha yang tidak bisa diam.


Semoga keluarga kecil kita selalu bahagia seperti ini...


..._SELESAI_...


💞💞💞


.


Makasih yang sudah mengikuti cerita ini selama dua bulan penuh.

__ADS_1


.


Jangan lupa baca cerita author yang lainnya ya... 😽😽😽


__ADS_2