Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 118


__ADS_3

Setelah memulai kuliah S2 nya, Fara kini disibukkan dengan berbagai kegiatan dan tugas. Selain kuliah, dia tetap mengajar di SMA. Dia harus bisa membagi waktu antara kuliah dan mengajar. Belum lagi tugasnya menjadi seorang ibu dari dua anak. Meskipun sudah ada pengasuh tapi kedua anaknya itu tidak mau ketinggalan ketika Fara berada di rumah.


Alesha yang sekarang sudah berumur satu tahun lebih selalu merasa cemburu saat Arya dekat-dekat dengan Fara.


Saat Alesha menangis, Arya semakin menjadi menggodanya. "Adek, ini Mamanya Kak Arya. Yeee.. Adek tidur sendiri saja." Arya terus memeluk Mamanya yang sedang berada di atas ranjang.


Alesha datang sambil memukul Arya. "Amaa... Amaa.."


"Haduh, pusing kepala Mama tiap hari ribut gini. Arya, udah jangan ganggu adiknya." Fara memangku tubuh Alesha dan berusaha mendiamkannya tapi Arya masih saja menggoda adiknya.


Kesabaran Fara sudah hampir habis. "Arya, Mama bilang apa! Jangan goda adiknya terus! Sekarang Arya belajar saja jangan main terus!" Fara mengeraskan suaranya agar Arya berhenti menggoda adiknya.


Seketika Arya terdiam dan menundukkan kepalanya. Dia turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar Fara.


"Eh, kenapa ini anak Ayah?" Aslan yang akan masuk ke dalam kamar berpapasan dengan Arya yang sedang menundukkan wajahnya dengan mata merahnya.


Kemudian Aslan masuk ke dalam kamar melihat Fara yang sedang dipeluk Alesha.


"Kenapa?" tanya Aslan.


"Biasa godain adiknya sampai nangis gini. Kepala aku sampai pusing."


Aslan tak berkata apa-apa lalu dia keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Arya. Terlihat Arya sedang duduk di meja belajarnya sambil menangis.


"Arya, sudah jangan nangis sayang."


Begitulah Arya, dia selalu rapuh saat dibentak sedikit saja oleh Fara.


Aslan merengkuh putranya yang sudah hampir berumur 7 tahun itu. "Udah besar gak boleh nangis."


"Mama gak sayang sama Arya. Mama sayangnya sama adik Lesha saja." kata Arya pada akhirnya.


"Arya kan sudah besar, sudah bisa apa-apa sendiri. Sedangkan adik Lesha masih kecil belum bisa mandiri. Jangan godain adik Lesha terus ya. Kasihan kalau nangis. Arya harus bisa bantu Mama jagain adik Lesha kayak dulu." Aslan pelan-pelan menasihati Arya sambil mengusap rambut tebalnya.


"Mama sekarang sibuk. Terus kalau di rumah juga langsung sama adik Lesha. Mama gak pernah nemeni Arya." Arya mengusap asal air matanya.

__ADS_1


Aslan tersenyum kecil. Lucu sekali saat anaknya berebut kasih sayang Mamanya.


Setelah Alesha tertidur, Fara kini ke kamar Arya. Tak sengaja dia mendengar percakapannya dengan Ayahnya. Dia kini masuk dan duduk di sebelah Arya.


"Arya," satu tangan Fara merengkuh pundak Arya. "Mama minta maaf karena Mama gak bisa bagi waktu buat kamu dan Alesha. Mama juga akhir-akhir ini sering bentak Arya."


Arya menyembunyikan wajahnya di dada Mamanya. "Arya juga minta maaf. Arya yang bandel."


"Iya sayang. Mama tahu, Arya bukan anak yang bandel. Arya itu pintar." Fara melepas pelukannya lalu mendekatkan buku yang telah terbuka. "Ayo, Mama temani mengerjakan PR. Ada yang tidak mengerti? Yang mana?"


"Arya sudah bisa, Ma. Mama temani saja." kata Aslan dengan manisnya


"Iya, pintar..."


Aslan tersenyum melihat dua kesayangannya kini sudah akur. Kemudian dia keluar dari kamar Arya.


"Ma, gini kan caranya?"


Fara melihat Arya mengerjakan soal matematika dasar dengan mudah. "Iya, benar banget. Pintar."


"Iya sayang. Pasti Arya bisa."


Beberapa saat kemudian Aslan kembali masuk dengan membawa dua gelas coklat hangat. "Ini spesial buat Arya dan Mama."


"Makasih Ayah," kata Arya dan Fara secara bersamaan.


Setelah selesai mengerjakan PR, Arya mengemasi bukunya dan menyiapkan buku untuk besok. Setelah itu dia duduk bersama kedua orang tuanya sambil menikmati coklat hangat.


"Setelah minumannya habis Arya sikat gigi terus tidur ya."


"Iya Ayah."


Mereka menghabiskan minuman coklat hangat itu sambil sesekali bercanda. Setelah gelas mereka kosong, Arya beranjak ke kamar mandi untuk sikat gigi dan buang air kecil lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian dia naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya.


"Mama temani ya sampai Arya tidur." Fara mengusap rambut tebal Arya. Dia menunggu sampai Arya tidur dengan nyenyak baru dia tinggal ke kamarnya. Sedangkan Aslan sudah kembali ke kamarnya karena ada sebuah dokumen yang harus dia pelajari.

__ADS_1


"Met tidur sayang." Fara mencium kening Arya lalu dia menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama.


Kemudian Fara keluar dari kamar Arya dan masuk ke dalam kamarnya. Dia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang karena tubuhnyq terasa sangat lelah.


Aslan yang sedang mempelajari dokumennya kini dia tutup dan rapikan kembali ke dalam tas. Dia berjalan mendekati Fara yang terlihat sangat lelah.


"Capek?" tanya Aslan sambil memijat bahu Fara.


"Capek banget Mas." Fara memejamkan matanya merasakan pijatan Aslan di bahunya.


"Kalau capek kamu berhenti dulu mengajarnya tidak apa-apa."


"Anak-anak mau ujian Mas. Aku aja pegang bimbel setiap hari."


"Pantes pulangnya sore-sore. Sesibuk apapun kamu tetap harus jaga kondisi dan kamu juga harus bisa bagi waktu, ada dua orang anak yang kerjaannya saling cemburu." Aslan tertawa kecil. Dia mendorong tubuh Fara agar tengkurap dan memijatnya.


"Iya Mas. Aku kadang kebawa emosi. Soalnya aku capek. Alesha rewel digodain Arya terus. Langsung kepancing."


"Ya gak papa. Wajar. Arya aku nasehati pelan-pelan. Nanti dia juga akan ngerti."


Fara mengangguk pelan. Pijatan Aslan di punggungnya benar-benar membuatnya nyaman. Rasa kantuk kini mulai menyerangnya.


"Apa nambah satu lagi biar makin ramai?"


"Ih, ntar aja itu." Fara menguap panjang. Dia berbicara sambil memejamkan matanya. "Moga aja tahun depan ada perekrutan Dosen biar prosesnya cepat."


"Iya. Aku doakan ya. Pasti cita-cita mulia kamu segera terwujud." Tangan Aslan masih setia memijat punggung Fara. Kini sudah tidak ada suara dari Fara lagi.


"Udah tidur. Met tidur ya sayang." Aslan masih melanjutkan pijatannya sampai Fara benar-benar nyenyak. Dia kini sibuk mereka ulang semua kenangannya bersama Fara.


"Gak nyangka, kita sudah 8 tahun menikah dan rasanya aku makin jatuh cinta sama kamu." gumam Aslan.


💞💞💞


.

__ADS_1


Like dan komen ya...


__ADS_2