Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 40


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit, keadaan Fara semakin membaik. Dia sudah jarang mual karena setiap hari saat dia makan selalu disuapi Aslan. Saat siang sekalipun di tengah kesibukannya, Aslan menyempatkan diri untuk pulang hanya demi menyuapi Fara.


Tugas-tugas susulan ujian praktek juga sudah Fara selesaikan. Kini tinggal beberapa hari saja dia akan lulus dari SMA.


"Besok kamu ke sekolah? Kalau gak ke sekolah biar aku ambil pengumuman kelulusan kamu." tanya Aslan sambil menyuapi Fara malam hari itu.


"Aku ke sekolah saja." jawab Fara.


"Ya sudah. Kalau begitu besok aku tunggu sampai kamu pulang sekolah."


Fara hanya mengangguk pelan. Setelah selesai makan dia minum air putih dan obat vitaminnya.


"Jangan tidur terlalu malam." pesan Aslan saat Fara berdiri dan beranjak ke kamarnya.


Fara hanya menganggukkan kepalanya. Aslan seolah tahu, jika dirinya seringkali tidak bisa tidur saat malam hari. Rasanya dia ingin sekali tidur di dekat Aslan meski hanya sekadar mencium aroma tubuhnya.


Malam kian larut, Fara hanya menatap nyalang langit-langit kamarnya tanpa memejamkan matanya sama sekali. Rasa ingin tidur bersama Aslan semakin membuncah. Akhirnya dia bangun dan duduk di tepi ranjang. Dia usap perutnya yang masih datar itu.


"Nak, jangan manja sama Ayah kamu dong. Bisa yuk tidur sendiri. Kan makan sudah disuapi tiap hari." berharap rasa itu segera menghilang tapi ternyata tidak. Rasanya Fara semakin tidak tahan. Dia keluar dari kamarnya lalu masuk ke dalam kamar Aslan yang bersebelahan dengannya.


Untung Pak Aslan udah tidur.


Dia mengendap-endap lalu naik ke atas ranjang dan tidur di belakang Aslan. Hanya beberapa detik Fara sudah tertidur dengan nyenyak.


Hingga suara alarm berbunyi di sepertiga malam. Aslan meraih ponsel yang ada di atas nakas lalu mematikan alarmnya. Dia setengah duduk sambil mengusap wajahnya tapi saat menoleh ke sisi kanannya dia sangat terkejut ada Fara yang sedang tidur nyenyak di sampingnya.


"Fara..." gumam Aslan. Dia tersenyum kecil menatap tidur lelap Fara. Kemudian dia usap lembut perut Fara. "Makasih sayang udah bawa Mama ke sini." setelah itu Aslan beranjak dari ranjang. Dia ke kamar mandi untuk membasuh dirinya dan mengambil wudhu.


Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi lalu memakai baju koko dan sarungnya. Kemudian dia menggelar sajadahnya menghadap kiblat dan bersiap untuk melaksanakan sholat malam.

__ADS_1


Begitulah di hampir setiap malam Aslan. Dia selalu menyempatkan diri untuk sholat malam dan mendo'akan Fara.


Tiba-tiba saja Fara terbangun. Dia hampir saja lupa kalau dia tidur di kamar Aslan. Dia kini menatap Aslan yang sedang berdzikir dengan khusu' lalu berdo'a. Entah apa yang Aslan minta tapi Aslan berdo'a dengan sungguh-sungguh hingga membuat hatinya bergetar.


Saat Aslan menolehnya, Fara kembali memejamkan matanya dan berpura-pura tidur.


Aslan kini berdiri dan mengambil Al-Qur'an lalu dia duduk di dekat Fara. Dia mulai melantunkan surah Maryam dengan sangat lirih agar Fara tidak sampai terbangun.


Fara yang memang tidak tidur itu, tentu bisa mendengarkan Aslan. Dadanya bergetar hebat dan sangat tersentuh. Dia tahan dirinya agar tidak menangis.


Setelah selesai, Aslan mencium kecil kening Fara. "Semoga kamu dan calon anak kita selalu dalam lindungan-Nya."


...***...


Pagi hari itu, mood Fara sangat bagus. Dia sudah tidak cemberut lagi karena saat dia membuka matanya di pagi hari, hal pertama yang Fara lihat adalah Aslan. Kemudian mereka sholat subuh yang dilanjut dengan jalan-jalan pagi untuk menghirup udara segar di pagi hari sebelum bersiap ke sekolah.


"Far, kamu bawa bekal gak?" tanya Aslan saat mereka akan bersiap berangkat ke sekolah pagi hari itu. "Atau mau makan di rumah saja?"


"Belum tahu juga. Ya udah aku bawain bekal saja ya buat jaga-jaga kalau sampai siang."


"Tapi..." Percuma juga bawa bekal kalau tidak disuapi Aslan. Semanja itu permintaan calon anaknya.


"Nanti aku siapkan ruangan khusus buat nyuapin kamu." Aslan tersenyum kecil. Baginya tentu saja itu hal yang mudah. Seluruh guru sudah tahu jika Aslan adalah anak pemilik sekolah itu dan sebagian dari mereka juga sudah tahu jika Fara adalah istrinya.


Fara tersenyum kecil. Kemudian dia berjalan ke kamar untuk mengambil tasnya. Mungkin hari itu adalah hari terakhir masa putih abu-abunya. Pasti setelah pengumuman kelulusan, dia hanya akan sesekali ke sekolah untuk mengurus ijazahnya.


Setelah mengambil tasnya, Fara keluar dari kamar. Aslan sudah siap di ruang tamu dengan bekalnya. "Ini bekal kamu." Aslan memasukkan bekalnya ke dalam tas Fara. "Udah yuk berangkat."


Mereka segera masuk ke dalam mobil dan beberapa saat kemudian mobil Aslan segera melaju ke sekolah.

__ADS_1


Aslan tersenyum melihat Fara yang sudah tidak bersedih seperti beberapa hari lalu. Dia akan terus berusaha membuat Fara bahagia. Meski mungkin, seperti apa yang pernah dia katakan sebelumnya, dia akan melepas Fara saat anaknya sudah terlahir.


Meski sebenarnya aku gak ingin perpisahan itu terjadi tapi asal kamu bahagia dan bersemangat lagi seperti ini sudah membuat aku ikut bahagia.


Beberapa saat kemudian Aslan menghentikan mobilnya di dekat gerbang. Fara turun dari mobil Aslan dan langsung disambut dengan sukacita oleh ketiga temannya.


"Kirain lo gak masuk. Ini saat-saat terakhir kita di SMA loh. Harus kita manfaatkan dengan sdbaiknya." kata Lili yang sekarang menggandeng tangan Fara.


"Ya masuklah. Gue kan juga mau menikmati masa-masa terakhir SMA bareng kalian."


Mendengar suara Fara dan teman-temannya, Aslan kembali tersenyum. Sedikit demi sedikit Fara sudah kembali ke setelan awal.


"Pak Aslan."


Mendengar panggilan itu Aslan menghentikan langkahnya. Dia kini menatap Arsyad yang berdiri tak jauh darinya. "Iya. Ada apa?" tanya Aslan. Dia sedikit was-was. Jangan-jangan Arsyad masih belum menyerah ingin merebut Fara darinya.


"Saya mau bicara sebentar dengan Pak Aslan. Bisa?" tanya Arsyad.


"Iya, bisa." kemudian mereka berdua duduk di kursi dekat tempat parkir.


"Sebelumnya saya minta maaf, mungkin tingkah saya beberapa waktu lalu kurang sopan pada Bapak."


Aslan menganggukkan kepalanya. "Iya, tidak apa-apa. Saya mengerti. Saya juga minta maaf sama kamu. Kekacauan ini terjadi juga karena saya."


Arsyad menghela napas panjang. Dia sudah memikirkan matang-matang tentang rencananya ini. "Hmm, Pak Aslan saya mau minta izin. Saya ingin mengajak Fara berdansa di acara prom night nanti. Apa boleh?"


Aslan kini menatap Arsyad. Apa dia harus mengizinkan Arsyad untuk berdansa dengan Fara?


💞💞💞

__ADS_1


.


Like dan komen ya...


__ADS_2