Rumus Cinta Pak Guru

Rumus Cinta Pak Guru
BAB 63


__ADS_3

"Sayang, jalan-jalan yuk. Sudah dua bulan kamu di rumah terus sama Arya." ajak Aslan saat hari Minggu di pagi hari itu.


"Kemana Mas?" tanya Fara sambil mengganti baju Arya. Si bayi yang sekarang sudah berusia dua bulan itu semakin menggemaskan. Dia sudah bisa tertawa kecil dan suka menghisap jarinya sendiri.


"Ke taman. Terus ke mall lalu makan." Aslan membungkukkan badannya di sebelah Arya dan menggodanya. "Anak Ayah udah ganteng dan harum. Setelah ini sama Ayah ya, biar Mama siap-siap dulu."


"Ajak Mama gak Mas?" setelah selesai merawat si kecil, Fara berdiri dan membuka lemarinya.


"Mama lagi sibuk menyusun acara kita. Sibuk sebar undangan juga."


"Besok kita bantu yuk Mas. Acaranya kan memang kurang 10 hari lagi."


Aslan menggendong putranya lalu berjalan mendekati Fara. "Mama sudah banyak yang bantu. Nanti acaranya memang diadakan di rumah Mama. Kita tinggal datang aja pas acaranya udah siap." Aslan tertawa kecil karena memang yang ingin mengadakan pesta itu adalah Mamanya.


"Ya udah. Terserah Mas Aslan saja enaknya gimana. Sekarang aku mau mandi dulu." Fara berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Aslan kini menggendong Arya keluar kamar. Lalu menyuruh Bi Sri untuk menyiapkan tas perlengkapan Arya yang akan mereka bawa.


Setelah mereka berdua siap, mereka segera masuk ke dalam mobil yang disopiri oleh Pak Yanto agar Aslan bisa duduk dengan santai bersama istri dan putranya.


"Senengnya yang mau diajak jalan-jalan." Fara menciumi pipi chubby itu. Sedari tadi Arya terus tersenyum sambil kakinya menendang angin berulang kali.


"Sayang, udah tanya ke Ayla kapan pendaftarannya?"


"Udah Mas, tiga minggu lagi. Aku langsung daftar ke tempat saja. Kalau memang melalui online biar aku proses di kampus sekalian, aku juga mau lihat-lihat kampus sama Ayla."


"Kalau begitu satu minggu lagi kita coba training baby sitter baru. Kamu tenang saja, selama kamu gak ada di rumah nanti ada Mama yang mengawasi." kata Aslan.


Fara hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di taman kota. Ini pertama kalinya mereka jalan bertiga. Arya yang sudah lelah tertawa akhirnya tertidur di stroller nya.


Tangan Aslan mendorong strollernya sedangkan Fara menggandeng lengan Aslan.


"First time jalan-jalan sama suami dan anak." kata Fara sambil tersenyum.


"Iya." Mereka kini duduk di bawah pohon yang rindang dan stroller Arya berada di depan mereka.


Fara menyandarkan kepalanya di bahu Aslan dengan tangan yang masih melingkar di lengan Aslan.

__ADS_1


"Berasa pacaran sama kamu kalau kayak gini."


Fara tertawa kecil. "Dulu kita memang gak pacaran. Aku mau tahu, gimana sih pacaran sama Pak Guru?" Fara menegakkan kepalanya sambil menatap Aslan.


"Rumus aku, nikahi dulu baru pacaran."


"Idih, padahal dulu pacaran." kata Fara. Karena dia memang sedikit tahu tentang masa lalu Aslan.


"Buat apa pacaran kalau akhirnya disakiti." Aslan menghela napas panjang. "Udahlah, gak usah bahas masa lalu, yang penting sekarang aku sudah bahagia bersama kamu dan si ganteng Arya." Aslan meraih tangan Fara dan menggenggamnya.


Mereka berdua menikmati momen bersama yang terasa indah itu. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ke restoran yang berada di dekat taman itu.


Sampai di restoran, Arya terbangun karena ramainya restoran di hari Minggu.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Aslan sambil membuka menu restoran.


"Terserah Mas Aslan aja, apa aja aku mau."


Aslan pun memesan makanan pada waitress. Sedangkan Fara kini memangku Arya sambil memberinya ASIP dari botol.


"Hei, udah bangun? Mau makan juga?" Aslan meraih tangan Arya dan memainkan jemarinya. "Nanti kalau udah bisa jalan Ayah ajak ke playground ya. Makanya cepat besar." Aslan mencubit kecil pipi Arya yang menggemaskan itu.


Setelah sebotol susu habis, tiba-tiba Arya terdiam dengan pipi yang memerah. "Dedek Arya poop ya? Sini ganti sama Mama."


"Sayang, aku bantu." Aslan akan berdiri tapi dicegah oleh Fara.


"Mas Aslan tunggu di sini saja. Aku bisa sendiri. Biar tempat duduknya gak ada yang menempati." kata Fara sambil berdiri menggendong Arya dan membawa tas yang berisi perlengkapan Arya.


Aslan menuruti perkataan Fara karena memang posisi restoran itu sangat ramai hari itu. Dia menunggu Fara dan pesanannya datang sambil memainkan ponselnya.


Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahunya dari belakang. Seketika Aslan terkejut. Dia menatap seseorang yang sudah dia lupakan sekian lama. Kenapa dia kembali muncul di saat seperti ini?


"Aslan, apa kabar?" tanyanya sambil tersenyum lalu duduk di dekatnya tanpa dipersilakan.


"Baik." jawab Aslan dengan datar. Bahkan dia kini kembali fokus dengan ponselnya.


"Kamu ganti nomor ya? Aku hubungi kamu gak bisa."

__ADS_1


Aslan hanya terdiam, bahkan dia sama sekali tidak menatap wanita yang berada di dekatnya itu.


"Aslan, kamu banyak berubah ya. Kamu sekarang gemukan loh." katanya lagi.


"Iya, aku sekarang sudah menikah. Tasya, tolong kamu pindah tempat duduk karena itu tempat istri aku." kata Aslan.


Tasya hanya mengerutkan dahinya. "Kamu bohong kan? Aku gak pernah dengar kabar kalau kamu sudah menikah. Teman dan relasi kerja kamu juga gak ada yang tahu kalau kamu sudah menikah."


"Aku juga udah punya anak." Aslan menunjuk stroller bayi yang ada di sebelah kirinya.


Tasya akhirnya terdiam. "Aku sekarang udah cerai dengan suami aku karena sebenarnya gak ada yang bisa menggantikan kamu di hati aku." cerita Tasya.


Aslan menghela napas panjang. Wanita di dekatnya itu benar-benar cari perkara di saat hubungannya dan Fara sudah sangat membaik. "Sekarang sudah terlambat dan tidak ada hubungannya sama aku lagi. Kamu pindah dari sini karena istri aku mau balik ke sini."


"Oke." kata Tasya.


Baru saja Tasya akan berdiri, Fara sudah datang dan berdiri di dekat Aslan. "Mas, dia siapa?" tanya Fara karena Fara memang sama sekali belum pernah melihat wajah Tasya.


"Ini..." belum selesai Aslan berbicara sudsh dipotong Tasya.


"Hai, perkenalkan aku Tasya..." Tasya berdiri dan mengulurkan tangannya.


Tasya? Fara jelas mengingat nama itu. Wajah cantik blasteran Inggris dengan tampilan modis itu membuat jiwa insecure Fara meronta. "Fara." kata Fara sambil menjabat tangan Tasya sesaat lalu dia duduk di kursinya.


"Ya sudah, aku pergi dulu ya. See you next time."


Tidak ada yang menjawab kalimat itu.


Fara hanya terdiam sambil mendekap Arya.


Sedangkan Aslan kini merasakan aura kegelapan dari Fara. Apakah Fara akan marah padanya?


💞💞💞


.


Mau buat Fara cemburu dulu ah.. 😌

__ADS_1


.


Like dan komen ya..


__ADS_2