
"Arya, Mama tinggal dulu ya sayang." Fara menciumi kedua pipi putranya saat akan berangkat ke kampus untuk melakukan registrasi. "Jangan rewel, Mama cuma sebentar."
"Fara, kamu tenang aja ada Mama dan Mbak Ratih yang jaga Arya." kata Bu Lani. Saat Fara kuliah dia memang akan selalu menjaga cucu pertamanya bersama babby sitter yang baru saja bekerja selama satu minggu.
"Makasih ya, Ma." kata Fara.
"Iya sayang, kamu fokus sama kuliah kamu dulu. Nanti kalau di rumah baru fokus dengan Arya."
"Iya Ma, Fara berangkat dulu."
Setelah berpamitan dengan mertuanya, Fara keluar dari rumah bersama Aslan. Mereka segera masuk ke dalam mobil dan beberapa saat kemudian mobil Aslan segera melaju.
"Sayang, aku nanti gak bisa jemput soalnya dari sekolah langsung ke kantor, ada meeting." kata Aslan dengan pandangan yang fokus ke jalanan.
"Iya Mas, gak papa. Nanti biar aku minta jemput Pak Yanto saja." kata Fara sambil melihat berkas-berkasnya lagi dan mengeceknya sekali lagi takut jika ada yang tertinggal.
Aslan beberapa kali melirik Fara. Penampilan Fara sangat tidak terlihat jika Fara sudah mempunyai satu anak. "Sebentar lagi, kamu sudah menjadi mahasiswa, dimanapun kamu berada ingat aku dan Arya di rumah."
Seketika Fara menatap Aslan. "Ya iyalah Mas. Aku udah berkeluarga. Jangan bilang posesifnya kambuh lagi nih."
Aslan tersenyum kecil lalu dia menghentikan mobilnya di depan kampus.
"Iya dong, istri aku masih kelihatan cantik. Gak kelihatan kalau udah punya anak."
Fara hanya mencibir.
Aslan mendekatkan dirinya dan mencium kedua pipi Fara sebelum Fara keluar dari mobil.
"Mas hati-hati ya.." kata Fara.
"Iya, kamu juga sayang..."
Setelah itu Fara keluar dari mobil Aslan lalu berjalan masuk ke dalam area kampus. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kampus yang sangat luas itu.
"Ayla mana ya, kan udah aku suruh nunggu di dekat pos satpam." Fara mengambil ponselnya lalu menghubungi Ayla sambil berjalan pelan.
"Hallo Ay, gue ada di depan... Ya udah gue tunggu sini ya..."
Tiba-tiba saja ada yang menabraknya dari belakang yang membuat ponsel dan berkas-berkasnya terjatuh.
__ADS_1
"Eh, sorry." katanya sambil membantu Fara memunguti kertas yang berserakan.
"Iya gak papa. Aku yang salah berhenti di tengah jalan." kata Fara. Dia meraih ponselnya tapi sayang sekali layar ponselnya retak dan tidak bisa menyala.
"Ya, hp kamu rusak. Mana, biar aku perbaiki." Pria itu akan mengambil ponsel Fara tapi Fara mengelak.
"Gak papa. Nanti bisa aku perbaiki sendiri." Fara berdiri dan berjalan menepi.
"Aku yang buat hp kamu rusak jadi aku yang harus bertanggung jawab. Kamu mau registrasi kan? Sebelum kamu selesai, hp kamu pasti sudah bisa." kata pria itu lagi.
Sebenarnya Fara tidak percaya dengan pria yang baru dia temuinya itu. Bisa saja ponselnya justru dia ambil dan tak akan kembali lagi. Urusan ponsel sih bisa dia beli dengan mudah, minta 10 sama Aslan pun pasti dibelikan.
Ya sudahlah, daripada ribet Fara akhirnya melepas kartu nomornya dan kartu memorinya. Kalau ponsel itu tidak kembali yang terpenting data-datanya sudah terselamatkan.
"Ya udah nih. Tapi kalau gak bisa, gak papa." kata Fara lagi.
"Nama aku Vero." Dia mengulurkan tangannya pada Fara.
Fara ragu tapi akhirnya membalas salaman itu hanya sebentar. "Fara."
"Ya udah, nanti kamu tunggu saja di dekat ruang registrasi." Vero segera berdiri dan berjalam cepat keluar dari kampus.
"Barusan, dia gak sengaja nabrak gue sampai hp gue jatuh dan rusak. Jadi sekarang dia mau tanggung jawab. Terserah dia lah. Yang penting data gue udah aman kalau memang tuh hp gak balik."
Ayla menggandeng tangan Fara sambil mengajaknya berjalan pelan. "Itu Kak Vero, salah satu kating yang most wanted di kampus ini."
"Tumben lo gak naksir?"
Ayla hanya tersenyum. "Dia bukan tipe aku.." jawabnya singkat. "Dedek Arya gak nangis lo tinggal?"
"Nggak. Dia itu pintar banget. Jarang rewel yang sering rewel malah bapaknya sekarang." Fara tertawa kecil karena hampir setiap malam Aslan selalu ingin dimanja.
Ayla memutar bola matanya. "Duh, terang-terangan banget sekarang. Tapi gue ikut senang akhirnya lo bisa menerima Pak Aslan di hati lo."
Mereka masih asyik mengobrol sambil berjalan menuju ruang registrasi.
"Btw, gimana kabar Arsyad sekarang?" tanya Fara. Setahun sudah dia tidak bertemu dengan Arsyad dan sama sekali tidak tahu kabarnya.
"Baik. Tapi tahun ini dia gak pulang. Semakin menggebu saja dia mengemban ilmu. Bakal jadi Dokter hebat di masa depan."
__ADS_1
Fara tersenyum kecil. "Ya, syukurlah."
"Tapi gue rasa dia belum bisa move on dari lo. Dia sempat nanyain kabar lo waktu lahiran, gue kirim tuh foto Arya biar dia berhenti berharap."
"Semoga saja dia cepat mendapatkan pasangan hidupnya juga." kata Fara.
"Gue tunggu lo diluar aja ya. Males gue di dalam banyak kating." kata Ayla sambil menghentikan langkahnya di dekat pintu.
"Lo beneran udah tobat ya, gak suka tebar pesona."
"Kan gue udah bilang, gue cuma ngejar cowok tipe gue aja."
Fara tersenyum lalu masuk ke dalam ruang registrasi. Benar kata Ayla, di dalan bangak kating yang memakai jas almamater berwarna merah marun itu.
Baru beberapa langkah Fara memasuki ruangan itu, Fara sudah disambut oleh kating dan dibimbing untuk registrasi. Menyamakan data yang telah terdaftar lewat e-mail dan melakukan pembayaran beberapa biaya administrasi.
"Selamat bergabung di kampus kita ya." salah seorang kating melihat biodata Fara. "Sudah menikah?" tanyanya dengan terkejut karena status perkawinan Fara sudah menikah di dalam KK yang juga berisi nama Aslan dan putranya.
Fara hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dia tidak akan malu mengaku jika dia sudah berkeluarga.
"Hebat, sudah punya anak juga. Ya sudah, hari pertama masuk satu minggu lagi." kating itu memberi beberapa lembar kertas pada Fara. "Di dalam ada peraturan, jadwal, dan apa yang dipakai di hari pertama masuk kuliah."
"Baik Kak. Terima kasih." kemudian Fara keluar dari ruangan itu.
Dia tersenyum sambil berjalan mendekati Ayla tapi langkahnya lagi-lagi terhenti karena kedatangan lelaki yang menabraknya tadi.
"HP kamu sudah bisa." katanya sambil memberikan ponsel Fara.
"Makasih ya." kata Fara sambil mengambil ponselnya. Cepat sekali dia service ponsel, service dimana?
"Kok makasih? Ini kesalahan aku."
"Iya." Fara berjalan tapi Vero masih saja mengikutinya.
"Kak Vero ngapain?" tanya Ayla sambil menggandeng tangan Fara. Menariknya agar menjauh dari Vero.
💞💞💞
.
__ADS_1
Like dan komen ya...